
Walau pun merasa kecewa sekaligus kesal pada Rey karena telah mengabaikannya untuk yang kesekian kalinya, namun Flower tetap menuruti keinginan pria itu untuk memanggilkan Malik pergi ke ruangan kerja Rey.
Malik yang mendapatkan perintah dari Rey pun sontak saja langsung bangkit dari duduknya lalu keluar dari ruangan kerjanya untuk menghampiri Rey.
"Sopan sekali dia pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih kepadaku." Gerutu Flower menatap Malik yang sudah berlalu dari hadapannya.
Tok
Tok
Tok
Malik mengetuk pintu ruangan Rey. Setelah mendapatkan jawaban dari dalam, Malik pun segera masuk ke dalam ruangan kerja Rey.
"Ada apa, Tuan?" Tanya Malik setelah duduk di kursi yang berhadapan dengan Rey.
Rey menatap Malik dengan intens. Mencoba membaca raut wajah Malik yang tengah menatapnnya saat ini.
"Apa semua baik-baik saja setelah saya pergi meninggalkan hotel waktu itu?" Tanya Rey pada Malik.
__ADS_1
Deg
Malik sejenak terdiam. Ia memasang wajah tetap tenang agar Rey tidak menaruh rasa curiga padanya.
"Semua baik-baik saja, Tuan." Jawabnya tanpa ragu.
"Jika semuanya baik-baik saja, lantas kenapa aku mendapatkan laporan jika malam sebelum kau dan Flower kembali ke sini Zaki mendatangi hotel untuk mencari keberadaan Flower?" Selidik Rey.
Malik menghela nafas sesaat. "Itu karena Tuan Zaki kehilangan jejak Nona Flower, Tuan." Jawab Malik lalu menjelaskan alasan Zaki datang mencari Flower malam itu. Malik menceritakannya sesuai apa yang ia dengar dari Zaki tanpa mau menceritakan jika malam itu Flower salah masuk kamar hingga menghasilkan tragedi tak terduga di antara mereka.
"Lalu kemana pergi Flower jika malam itu Zaki tidak menemukannya di dalam kamarnya?" Selidik Rey lagi. Bukan bermaksud perhatian atau mengkhawatirkan Flower, hanya saja Rey ingin menyampaikan informasi yang diberikan Malik saat ini pada papanya yang turut mempertanyakan hal yang sama padanya.
Rey mengangguk-angguk saja. Karena telah mendapatkan informasi yang ia butuhkan dari Malik, Rey pun meminta Malik keluar dari dalam ruangan kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.
Sementara di luar ruangan kerja Rey, Flower terlihat melamun memikirkan nasib hidupnya saat ini. Lamunannya pun buyar saat mendengar pintu yang terbuka dari dalam ruangan Rey.
"Malik?" Gumamnya. Melihat Malik yang baru saja keluar dari ruangan Rey membuat Flower segera bangkit dari duduknya. "Ada Tuan Rey ada memberikan tugas untuk saya?" Tanyanya pada Malik.
"Tidak ada." Jawab Malik lalu berlalu begitu saja dari hadapan Flower.
__ADS_1
Flower kembali terduduk dengan lemah. Rasanya saat ini harapannya benar-benar sirna setelah benar-benar menyadari jika selama ini cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
"Bagaimana dengan nasibku saat ini. Cintaku tak terbalas dan tubuhku telah ternoda. Apa masih ada pria yang mau dengan wanita seperti diriku ini?" Gumam Flower merasa sedih.
Kesedihan yang Flower rasakan hari itu pun semakin bertambah saat melihat Yura datang ke perusahaan untuk membawakan bekal makan siang untuk Rey.
"Hai, Yura." Sapa Flower mencoba ramah pada Yura.
"Hai, Flow. Apa kabar?" Tanya Yura lembut.
Flower tak langsung menjawab pertanyaan Yura. Ia memilih menatap perut Yura yang terlihat sangat membucit sejenak lalu menjawab pertanyaan Yura.
"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" Tanyanya kembali.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.