
"Flower, jadi kau benar telah menyerahkan surat pengunduran diri dari perusahaan pada Tuan Rey tadi pagi?" Tanya Andini pada Flower saat mereka tengah menunggu pesanan makan siang mereka datang.
Flower mengangguk membenarkannya. "Daddy telah memintaku untuk bekerja di perusahaannya. Dan sebagai anak yang baik aku akan mengikuti permintannya." Jawab Flower.
Wajah Andini seketika berubah lesu setelah mendengarkan perkataan Flower. "Sungguh tidak enak sekali. Setelah hari ini aku akan kehilangan teman sepertimu." Keluh Andini.
Flower tertawa mendengarnya. "Jangan bersedih begitu. Aku akan sering mengunjungimu."
"Benarkah begitu?" Tanya Andini.
Flower mengangguk mengiyakannya. "Jarak bukanlah menjadi penglang kita tidak bertemu bukan?" Tanya Flower.
"Tapi tetap saja jarak kita tidak sedekat saat ini." Jawab Andini.
"Aku akan mengusahakan agar kita tetap dekat seperti saat ini." Janji Flower.
"Baiklah kalau begitu." Andini akhirnya tersenyum walau hatinya masih merasa sedih karena harus kehilangan teman seperti Flower. Walau orang-orang melihat Flower seperti wanita arogan dan menyebalkan namun menurutnya Flower tetaplah wanita yang baik dan rendah hati jika bersamanya.
__ADS_1
"Andini, kau tahu selama ini aku tidak begitu banyak memiliki teman baik seperti dirimu. Mendapatkan teman baik hati seperti dirimu adalah sebuah kebahagiaan untukku." Ucap Flower mengungkapkan isi hatinya. Walau belum terlalu lama dekat dengan Andini namun Flower sudah dapat merasakan kebaikan di dalam diri Andini dan ketulusan wanita itu untuk berteman dengannya.
"Aku juga bahagia memiliki teman seperti dirimu." Jawab Andini seraya tersenyum.
Flower ikut tersenyum mendengarnya.
"Jadi kapan rencana kau akan berhenti bekerja dari perusahaan ini?" Tanya Andini.
"Lusa aku sudah tidak bekerja lagi di sini." Jawab Flower.
"Berarti besok adalah hari terakhirmu bekerja di perusahaan ini?" Tanya Andini yang diangguki Flower sebagai jawaban.
"Sebagai tanda perpisahanku padamu dan teman-teman yang lainnya bagaimana kalau besok malam kita berkumpul di rumahku untuk makan malam bersama?" Tawar Flower.
Andini dengan cepat mengangguk mengiyakan permintaan Flower. "Tawaran menarik. Aku yakin teman-teman yang lainnya pasti setuju dengan ajakanmu." Jawab Andini.
Di tengah perbincangan Flower dan Andini di kantin perusahaan, di tempat yang berbeda tepatnya di dalam ruangan kerja Rey, Rey dan Malik juga terlihat tengah terlibat perbincangan tentang surat pengunduran diri Flower.
__ADS_1
"Jadi dia benar-benar sudah bersedia untuk bekerja di perusahaan Arnold membantu Om William di sana." Ucap Rey setelah membaca surah pengunduran diri yang Flower berikan tadi pagi kepadanya.
"Sepertinya begitu, Tuan." Jawab Malik seadanya karena ia tidak mengetahui dengan jelas alasan Flower mengundurkan diri dari perusahaan Bagaskara.
"Baguslah kalau begitu. Dengan begitu dia bisa memulai belajar memimpin perusahaan sebelum perusahaan benar-benar diwariskan kepadanya." Jawab Rey.
Kali ini Malik hanya mengangguk saja menanggapi ucapan Rey. Sejujurnya saat ini ia cukup terkejut dengan keputusan Flower yang ingin berhenti bekerja di perusahaan Bagaskara mengingat ambisi wanita itu cukup besar untuk berdekatan dengan Rey.
"Malik, kau urus surat penguduran diri Flower dan berikan apa yang harus dia terima sebagai ucapan terima kasih karena telah bekerja di sini." Titah Rey.
"Baik, Tuan." Jawab Malik lalu berpamitan keluar dari dalam ruangan kerja Rey. Setelah berada di luar ruangan kerja Rey, Malik memperhatikan sejenak meja kerja Flower. Setelahnya ia pun beranjak dari sana menuju ruangan kerjanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.