One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Ada apa denganmu, Nak?


__ADS_3

"Tidak ada, apa tadi Malik membawa Flower bersamanya? Tapi mau kemana mereka?" Bu Venna dibuat bertanya-tanya. Mau bertanya pada Suroh pun Bu Venna yakin tidak akan ada jawabannya karena pelayannya itu tidak melihat kepergian Flower dan Malik.


"Lebih baik aku hubungi saja." Ucap Bu Venna lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas sandangnya.


Tut


Bu Venna berdecak kesal karena panggilannya diabaikan begitu saja oleh putranya itu. Tak mau menyerah, Bu Venna pun kembali melakukan panggilan telefon pada Malik. Namun hingga panggilan ketiga Malik juga tak kunjung mengangkat panggilan telefon darinya.


"Malik, kenapa kau tidak mengangkat panggilan dari Ibu?" Ucap Bu Venna dengan wajah kesal. "Tidak biasanya sekali Malik tidak mau mengangkat panggilan dariku." Gumam Bu Venna.


Sementara Flower yang sejak tadi memperhatikan Malik hanya diam tanpa berniat mengangkat panggilan telefon di ponselnya pun akhirnya bertanya.


"Kenapa kau tidak mengangkat panggilan telefonnya? Mungkin saja itu penting." Ucap Flower.


Malik hanya diam dengan wajah datarnya.


"Memangnya panggilan dari siapa itu?" Flower kembali bertanya berharap Malik mau menjawabnya.


"Tidak dari siapa-siapa." Jawab Malik datar.

__ADS_1


Kening Flower mengkerut merasa bingung dengan jawaban yang diberikan Malik. Flower pun akhirnya memilih diam saja dari pada bertanya lebih lanjut karena Malik juga tidak akan menjawab pertanyaan darinya.


Dua puluh menit berlalu, kini Flower dan Malik telah sampai di depan rumah sakit.


"Ayo turun." Ajak Malik pada Flower.


Flower mengiyakannya lalu turun dari dalam mobil. Setelahnya Malik pun langsung mengajak Flower menuju ke ruangan dokter kandungan yang biasanya memeriksa kandungan Flower.


Malik dan Flower yang terlalu fokus pada jalanan di depan mereka sampai tidak sadar jika kini ada Mom Rania yang melihat kedatangan mereka ke rumah sakit.


"Loh, bukankah itu Flower dan Malik? Kenapa mereka datang ke sini, bukankah jadwal pemeriksaan kandungan Flower masih dua hari lagi?" Gumam Rania bertanya-tanya.


"Sepertinya tadi aku melihat kedatangan anak dan menantuku, Hana." Ucap Rania.


"Dimana?" Hana menatap ke sekitarnya namun tidak melihat keberadaan Malik dan Flower.


"Mereka sudah pergi. Oh, ya, Hana. Aku tinggal sebentar, ya. Aku ingin memastikan untuk apa anakku datang ke rumah sakit." Ucap Rania.


Hana mengangguk mengiyakannya. Setelah mendapatkan jawaban dari Hana, Rania pun segera melangkah menuju ruangan dokter kandungan yang ia yakini menjadi tujuan Malik dan Flower saat ini.

__ADS_1


Namun pada saat ia sudah berada di depan ruangan dokter kandungan, Rania sudah tak lagi melihat keberadaan anak dan menantunya di sana. "Apa mereka sudah masuk ke dalam? Tapi kenapa cepat sekali? Apa mereka tidak melakukan pendaftaran lebih dulu." Gumam Rania bingung.


"Suster!" Rania segera menghampiri perawat yang baru saja keluar dari ruangan dokter kandungan untuk mempertanyakan keberadaan anak dan menantunya.


"Ada apa, Nyonya?" Tanya suster.


"Apa anak dan menantu saya ada di dalam ruangan?" Tanya Rania.


Suster yang sudah sangat mengetahui siapa Rania dan anaknya pun mengangguk mengiyakannya.


"Baiklah, terima kasih infonya." Ucap Rania ramah.


"Sama-sama, Nyonya." Jawabnya lalu pergi dari hadapan Rania.


"Flower, ada apa denganmu kenapa kau datang lebih awal dari waktu yang ditentukan?" Gumam Rania bertanya-tanya. Perasaan tidak enak pun mulai menghantui Rania karena sejak kemarin ia merasa ada yang tidak baik pada Flower saat ini.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗

__ADS_1


__ADS_2