One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Hanya ingin Daddy


__ADS_3

Flower mengangguk seraya tersenyum mengiyakannya. "Daddyku." Ucapnya bangga dengan kebohongan yang mereka ciptakan.


Tak ingin membuang waktu lama karena keinginannya sudah sampai di ubun-ubun, Flower pun segera mengajak Dad William dan Malik untuk turun ke lantai bawah. Dan seperti biasanya Flower meminta Malik menjaga jarak dengannya karena Flower merasa tidak suka dengan aroma yang keluar dari tubuh suaminya itu.


Flower pun melangkah lebih dulu diikuti Dad William dan Malik di belakangnya. Selama melangkah menuruni anak tangga Dad William memasang wajah masam pada Malik yang nampak tengah tersenyum mengejek kepadanya.


"Terima kasih ya Dad karena sudah baik pada Flower." Ucap Malik datar namun terdengar mengejek di telinga Dad William.


"Diamlah!" Jawab Dad William dengan menatap tajam menantunya.


Malik mengangguk saja tanpa rasa takut melihat tatapan tajam dari mertuanya.


Bu Venna dan Mom Rania yang baru saja keluar dari dapur segera menghampiri mereka saat melihat mereka turun bersamaan dari lantai atas.


"Loh, kalian mau kemana?" Tanya Mom Rania menatap Malik, Flower dan Dad William secara bergantian.


"Kami ingin ke samping rumah karena Dad ingin mengambilkan mangga untuk Flow, Mommy." Jawab Flower.


Mom Rania terkejut mendengarnya. "Kau ingin mengambilkan mangga untuk putri kita?" Tanyanya pada Dad William.


Dad William mengangguk dengan wajah memelas seolah ingin meminta bantuan pada istrinya.

__ADS_1


"Wah, kau sangat baik sekali suamiku." Bukannya menolongnya istrinya justru mendukung putri mereka yang sepertinya ingin mengerjainya.


Dad William membulatkan kedua kelopak matanya pada Mom Rania namun diabaikan saja oleh Mom Rania.


"Ayo Daddy!" Flower yang sudah tidak sabar segera melanjutkan langkahnya kembali.


Mom Rania dan Bu Venna pun memilih ikut dengan mereka karena ingin melihat Dad William yang ingin mengambilkan mangga untuk Flower.


"Pelayan tolong ambilkan galah untukku!" Titah Dad William pada pelayan pria yang dilihatnya sedang membersihkan halaman samping.


"Tidak mau. Flow ingin melihat Daddy memetiknya langsung dari dahannya bukan mengambilnya dengan galah!" Protes Flower.


Tubuh Dad William mulai menggigil. Ia menatap pohon mangga yang tidak terlalu tinggi di depannya namun cukup mengerikan jika harus dipanjat olehnya.


"Flower, jangan meminta Daddymu memanjat. Daddymu sudah tua." Protes Mom Rania. Ia tidak setuju jika suaminya diminta memanjat oleh putrinya itu.


Wajah Flower seketika bersedih. Ia menatap pada Mom Rania dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Mommy jahat." Ucapnya lalu mengusap matanya layaknya anak kecil.


"Sudahlah. Biar aku memanjatnya. Lagi pula pohonnya tidak terlalu tinggi." Ucap Dad William tak ingin melihat putrinya bersedih karena dirinya.

__ADS_1


Flower masih saja memasang wajah sedihnya hingga membuat Mom Rania terpaksa membiarkan Dad William untuk memanjat.


"Daddy semangat." Flower menyemangati daddynya dengan wajah tersenyum dan mata berkaca-kaca.


Dad William mengangguk saja dengan perasaan yang mulai awas. Ia menatap kembali pohon mangga yang tidak terlalu tinggi di depannya lalu menatap pada Malik. "Kau tidak ingin membantu Daddy untuk manjat?" Tanya Dad William pada Malik.


Yang ditanya justru menatap pada Flower seolah meminta persetujuan.


"Tidak boleh. Malik bau, Daddy. Flow tidak ingin dia ikut mengambilkannya karena bisa-bisa mangganya ikut bau diambil oleh tangannya." Jawab Flower.


Walau terdengar menyakitkan namun Malik merasa senang dengan jawaban dari istrinya itu.


"Rania, doakan suamimu agar baik-baik saja setelah ini." Dad William pun meminta doa pada istrinya sebelum memanjat.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2