One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Cucu laki-laki untuk Ibu


__ADS_3

"Perempuan?" Ulang Bu Venna dan diangguki Malik sebagai jawaban. "Agh, sayang sekali." Ucap Bu Venna kemudian dengan pelan.


"Sayang bagaimana, Bu?" Tanya Malik yang tidak mengerti maksud perkataan ibunya.


"Sayang sekali jenis kelamin anak kalian perempuan padahal Ibu sangat menginginkan cucu pertama Ibu terlahir laki-laki." Jawab Bu Venna.


Deg


Dada Flower terasa sakit mendengar pernyataan dari mertuanya yang secara tidak langsung tidak menginginkan anak dari rahimnya.


"Ibu." Suara Malik terdengar meninggi. "Tidak seharusnya Ibu berkata seperti itu. Apapun jenis kelamin anak kami seharusnya Ibu merasa senang mendengarnya karena ini adalah cucu pertama Ibu bukan justru sebaliknya." Tekan Malik.


"Ya memangnya kenapa, Malik? Apa Ibu tidak boleh menyuarakan hati Ibu di depan kalian?" Tanya Bu Venna enteng.


Malik menggelengkan kepalanya. "Tidak harus di depan istriku." Tekan Malik.


Bu Venna menatap putranya dengan tajam. "Sudah berani kau berkata keras dengan Ibumu sendiri, Malik?" Tanya Bu Venna.

__ADS_1


"Aku melakukannya karena Ibu sudah keterlaluan!" Tekan Malik lagi.


Flower mengusap lengan suaminya. "Malik, sudahlah, aku tak apa. Lagi pula tidak salah jika Ibu menyuarakan isi hatinya yang menginginkan cucu laki-laki." Ucap Flower mengusap lengan suaminya.


"Kau dengar sendiri bukan? Flower saja dapat mengerti keinginan Ibu kenapa kau justru sebaliknya?" Tanya Bu Venna.


Malik mencoba mengatur emosinya agar tidak meluap.


"Malik, jika Ibu menginginkan cucu laki-laki kita bisa membuatnya nanti setelah anak pertama kita lahir. Walau bukan terlahir sebagai cucu pertama, yang terpenging anak kedua kita nanti berjenis kelamin laki-laki sesuai dengan keinginan Ibu." Flower berkata lembut namun penuh makna.


Kini Bu Venna bertambah geram mendengarkan perkataan dari Flower. Bukannya melihat Flower bersedih karena mendengarkan perkataannya, menantunya itu justru menyerang balik dirinya dengan berniat memberikan cucu kedua setelah cucu pertamanya lahir.


"Kita bisa membuat anak laki-laki yang banyak nantinya untuk Ibu." Ucap Flower kemudian.


Malik menghela nafasnya lalu mengusap rambut panjang Flower. "Kau benar. Setelah Baby lahir kita bisa membuat progam bayi laki-laki." Ucap Malik mengikuti jalan permainan istrinya.


Flower mengangguk mengiyakannya. "Ibu pasti senang bukan?" Tanya Flower melemparkan pertanyaan pada Bu Venna.

__ADS_1


"Senang bagaimana maksudmu?" Tanya Bu Venna menatap datar Flower.


Flower tak langsung menjawab justru menatap tangan Bu Venna yang terkepal lebih dulu. "Ibu pasti senang karena kami sudah merencanakan untuk memberikan cucu laki-laki yang banyak untuk Ibu." Jawab Flower.


Bu Venna terdiam. Rasanya ia ingin menjawab perkataan menantunya dengan tajam tapi niat itu ia urungkan saat melihat tatapan dingin dari putranya. Dari pada menjawab pertanyaan Flower dengan bersuara, Bu Venna memilih mengangguk saja mengiyakannya.


Agh, sial sekali. Niatku yang ingin memanasinya justru aku yang dibuat panas. Ucap Bu Venna dalam hati.


Niat awalnya yang meminta Malik datang untuk mengadukan sikap buruk Flower pada Emila sesuai aduan Emila saat Flower datang ke perusahaan Arnold terpaksa diurungkannya karena ada Flower saat ini dan mungkin saja bisa membuat Malik tidak percaya kepadanya.


Akhirnya sore itu Bu Venna hanya bisa memendam kekesalannya seorang diri melihat Malik yang begitu memperlihatkan kasih sayangnya pada menantu yang tidak diinginkannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2