One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Daddy?


__ADS_3

"Ada apa?" Tanya Mom Rania merasa kesal karena langkahnya dihentikan oleh Dad William sedangkan ia sudah tidak sabar untuk sampai di ruangan Malik dan menemui putrinya.


"Mereka ada di resto saat ini." Jawab Dad William.


"Orang suruhanmu yang mengabarimu?" Tanya Mom Rania.


Dad William mengangguk lalu segera mengajak Mom Rania untuk keluar dari dalam lobby perusahaan. Tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk sampai di resto karena jarak resto dan perusahaan sangatlah dekat.


Saat sudah masuk ke dalam resto, Mom Rania segera mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan putri dan menantunya. Karena suasana di dalam resto cukup ramai siang itu membuat Mom Rania kesulitan untuk mencari keberadaan putrinya.


"Apa mereka benar ada di sini? Kenapa mereka tidak terlihat." Tanya Mom Rania.


Dad William segera mengecek ponselnya lagi untuk memastikan keberadaan putrinya saat ini.


"Mereka ada di lantai dua." Ucap Dad William.

__ADS_1


"Oh..." Mom Rania mengangguk paham lalu segera melangkah ke arah tangga berada. Belum sempat kakinya menaiki anak tangga, Mom Rania pun teringat dengan rantang yang tadi ia bawa.


"Rantangku ketinggalan!" Ucap Mom Rania hendak kembali ke dalam mobil.


"Biar aku saja yang mengambilnya." Ucap Dad William cepat menghentikan niat Mom Rania.


"Baiklah." Mom Rania segera melangkah menaiki anak tangga untuk menuju lantai dua berada. Sedangkan Dad William kembali ke luar dari resto untuk mengambil rantang istrinya yang tertinggal.


Saat sudah berada di lantai dua, Mom Rania tidak perlu susah mencari keberadaan putrinya karena setelah ia berada di lantai dua pandangannya langsung tertuju pada sosok putrinya yang sedang asik makan disuapkan oleh menantunya.


"Mommy!" Flower dibuat terkejut melihat kedatangan Mom Rania.


"Anak nakal, kenapa kau pergi begitu saja tanpa pamit pada Mommy lebih dulu?" Mom Rania menepuk pelan lengan putrinya. Rasa cemas yang tadi sempat ia rasakan akhirnya hilang setelah melihat putrinya baik-baik saja.


"Emh, maafkan Flow, Mommy. Itu karena Flow sudah sangat merindukan Malik jadi Flow pergi begitu saja dari perusahaan Daddy. Lagi pula Flow sudah meminta Arini untuk menitipkan pesan pada Mommy jika Flow pergi ke perusahaan Kak Rey." Jawab Flower tanpa berniat menceritakan kejadian yang terjadi saat ia berada di perusahaan Daddynya.

__ADS_1


Mom Rania menghembuskan nafas bebas di udara lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Flower. "Lain kali kau harus meminta izin dulu pada Mommy. Apa kau tidak takut jantung Mommy bisa bermasalah karena kau pergi begitu saja? Kau membuat Mommy khawatir, Flower." Ucap Mom Rania.


Flower dibuat merasa bersalah mendengarnya. Sedangkan Malik merasa kagum pada istrinya karena istrinya tidak berniat memberitahu Mommynya tentang apa yang terjadi padanya tadi. Mungkin bisa saja Flower bersikap jahat dengan memberitahukan hal itu pada Mommynya. Dan dapat Malik pastikan jika Dad William juga mengetahuinya ia tidak akan tinggal diam dan bisa saja mengeluarkan Emila dari perusahaannya.


"Oh ya, apa Mommy sudah makan? Kalau belum ayo ikut makan bersama kami." Ajak Malik setelah cukup lama terdiam.


Mom Rania menggelengkan kepalanya. "Sebentar lagi saja. Mom sedang menunggu kedatangan seseorang ke sini." Jawab Mom Rania.


"Siapa orang itu, Mom?" Tanya Flower merasa penasaran.


"Orang itu adalah..." ucapan Mom Rania terhenti saat Flower lebih dulu menyebutkan nama Daddynya.


"Daddy..." ucap Flower lirih menatap pada sosok yang baru saja naik ke lantai dua.


***

__ADS_1


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗


__ADS_2