One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Mengunjungi rumah mertua


__ADS_3

Saat tengah malam telah tiba, Flower nampak terbangun dari tidurnya. Dilihatnya ke arah samping dimana Malik kini sudah tertidur sambil membelakangi tubuhnya.


"Malik, sebenarnya berapa gajimu selama bekerja dengan Kak Rey. Kenapa kau bisa membelikan aku cincin semahal ini?" Gumam Flower sambil mengusap berlian yang kini tersemat di jari manisnya.


Walau terlahir dari keluarga yang memiliki perusahaan namun Flower bukanlah orang yang terlalu ingin tahu berapa banyak Daddynya mengeluarkan gaji untuk para karyawannya dan asistennya. Jika saja Flower memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi mungkin saja saat ini ia sudah mengetahui berapa kisaran gaji Malik perbulannya yang diberikan oleh Rey.


Setelah selesai dengan pemikirannya tentang gaji Malik, Flower pun kembali memikirkan tentang rencana Malik esok hari yang ingin membawanya pergi menemui mertuanya untuk yang pertama kalinya.


"Semoga saja mertuaku dapat menerimaku dengan baik." Harap Flower. Jujur saja saat ini Flower merasa harap-harap cemas membayangkan bagaimana sikap mertuanya nanti. Terlalu banyak membaca novel tentang mertua yang kejam membuat Flower terbawa perasaan dan larut dalam cerita yang mereka ciptakan


"Sudahlah, lebih baik aku tidur saja. Kasian anakku harus dibawa begadang seperti ini." Gumam Flower kemudian.


*

__ADS_1


Keesokan harinya, Malik memilih untuk bekerja setengah hari lebih dulu di perusahaan Bagaskara baru setelahnya membawa Flower bertemu dengan ibunya. Niatnya yang ingin cuti dan membawa Flower di waktu pagi hari harus ia tunda karena Rey tiba-tiba saja mengabarinya jika ia tidak bisa masuk bekerja hari ini karena Yura tiba-tiba saja sakit.


"Apa yang harus aku bawa ke rumah mertuaku? Apa aku harus membawa makanan beserta buah-buahan? Agh, sepertinya harus." Ucap Flower yang tengah duduk santai di depan rumahnya sambil menunggu Malik datang menjemputnya.


Tak berselang lama menunggu, akhirnya Malik pun datang menjemputnya. Flower yang memang sudah bersiap dan tinggal pergi saja langsung beranjak menuju mobil Malik dan masuk ke dalam mobil.


"Kau sudah siap saja." Ucap Malik saat Flower sudah masuk ke dalam rumahnya.


"Tentu saja. Aku tidak ingin membuatmu menunggu lama." Jawab Flower seadanya.


Tiga puluh menit kemudian, mobil milik Malik pun memasuki gerbang sebuah rumah yang Flower yakini adalah rumah ibu mertuanya.


"Ibu hanya tinggal sendiri di sini?" Tanya Flower menatap bangunan tingkat dua di depannya.

__ADS_1


Malik mengangguk mengiyakannya. "Ayo keluar." Ajak Malik karena kini mobil mereka sudah terparkir tepat di depan rumah.


Flower mengangguk mengiyakannya. Ia pun turun dari dalam mobil dengan jantung yang mulai berdebar-debar. "Kenapa aku jadi gugup begini." Gumam Flower berusaha mengatur nafasnya.


"Ayo." Ajak Malik saat ia telah mengambil kue dan buah-buahan yang tadi mereka beli.


Flower mengangguk mengiyakannya lalu mengikuti langkah Malik menuju pintu rumah.


Baru saja Malik hendak menaikkan tangannya di udara untuk mengetuk pintu rumah, Malik sudah langsung mengurungkan niatnya saat pintu terdengar sedang dibuka dari dalam.


Ceklek


Saat pintu sudah terbuka Flower dibuat terkejut melihat sosok wanita yang kini berdiri di depannya.

__ADS_1


***


__ADS_2