
Dua puluh menit berlalu, akhirnya acara makan malam mereka pun selesai. Tak berselang lama setelah itu, Dad William dan Mom Rania pun berpamitan ingin ke kamar mandi secara bersamaan. Flower yang merasa aneh dengan sikap kedua orang tuanya itu pun memilih diam karena ia pikir Mom dan Daddynya juga pasti akan kembali ke meja mereka.
Dan tak lama setelah kepergian Mom Rania dan Dad William, Tuan Candra pun turut berpamitan dengan alasan ingin menemui rekan bisnisnya yang sedang menunggunya di depan restoran.
Huh, kenapa semua orang pada pergi dan meninggalkanku bersama pria menyebalkan ini? Gerutu Flower dalam hati.
"Ehem." Zaki berdehem memecahkan keheningan di antara mereka. Mendengarkan deheman Zaki membuat Flower menatap pria itu dengan malas.
"Flower, aku tidak menyangka jika kita akan dipertemukan kembali setelah hampir tiga minggu tidak bertemu." Ucap Zaki dengan tersenyum manis pada Flower.
"Ck." Flower hanya berdecak pelan tanpa menjawab perkataan Zaki.
"Rasanya sungguh menyenangkan bisa bertemu denganmu kembali." Zaki kembali berucap tanpa perduli jika Flower tak menyukai perkataannya.
Mommy... Daddy... kenapa kalian lama sekali kembali! Flower hanya bisa berteriak dalam hati memanggil Daddy dan Mommynya agar segera kembali ke meja mereka.
"Flow..." Zaki menyebut nama Flower karena Flower tak kunjung menggubris perkataannya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Flower dengan malas.
"Apa kau merasa tidak senang dengan pertemuan kita kembali?" Tanya Zaki.
"Tidak." Sahut Flower dengan cepat.
"Tidak?" Zaki mengerutkan keningnya merasa bingung. "Kenapa? Apa aku memiliki kesalahan padamu? Atau... kau merasa kesal karena aku mengabaikanku waktu itu?" Tanya Zaki beruntun.
"Aku hanya tidak suka padamu karena bertemu denganmu hanyalah sebuah kesialan untukku." Ucap Flower dengan menatap tajam pada Zaki.
"Flow, maafkan aku jika kau merasa kesal karena aku meninggalkanmu. Tapi waktu itu aku sudah menitipkan pesan pada seseorang untuk menjagamu tapi setelah itu dia berkata jika kau pergi begitu saja meninggalkan pesta. Aku sudah mencarimu di sekitar resto bahkan mendatangi kamar hotelmu namun aku tidak kunjung menemukanmu." Ucap Zaki panjang lebar.
"Flow..." Zaki berusaha meraih tangan Flower namun Flower dengan cepat menjauhkan tangannya dari Zaki.
"Jangan berani menyentuhku atau ku patahkan tanganmu itu!" Ancam Flower.
Zaki mengurungkan niatnya lalu menaruh tangannya di bawah meja tanda ia tidak akan menyentuh tangan Flower.
__ADS_1
"Flower, apa kau begitu marah padaku karena malam itu? Kalau benar maka aku sangat meminta maaf padamu. Semua itu terjadi di luar kuasaku." Sesal Zaki.
"Sudahlah. Lupakan kejadian malam itu." Pungkas Flower karena mendengarkan perkataan Zaki hanya mengingatkannya dengan kejadian malam itu yang membuatnya tanpa sadar memperkosa Malik.
"Jadi apakah kau masih marah kepadaku?" Tanya Zaki.
"Aku tidak marah kepadamu. Tapi aku hanya tidak suka setiap melihatmu." Ucap Flower dengan ketus.
"Flow... kita bisa memulainya dengan lebih baik bukan?" Tanya Zaki.
"Memulai apa maksudmu?" Tanya Flower.
"Memulai pendekatan di antara kita." Jawab Zaki dengan tersenyum.
"Ck. Jangan pernah bermimpi. Aku bahkan merasa tidak suka setiap melihatmu." Sahut Flower dengan wajah semakin kesal.
"Sayang, aku rasa rencanamu tidak akan berhasil. Lihat saja wajah Flower saat ini yang seperti ingin menelan Zaki hidup-hidup." Bisik Rania di telinga suaminya sambil menatap interaksi Zaki dan Flower.
__ADS_1
***