
"Apa?" Yura melebarkan kedua kelopak matanya. Setelahnya ia tertawa kecil melihat wajah Flower yang memerah karena merasa malu.
"Yura, jangan menertawaiku seperti itu." Ucap Flower pelan takut mengganggu tidur Baby Kimmy dan Baby Kenzo.
"Maaf, aku hanya merasa lucu mendengarkan jawabanmu, Flow." Jawab Yura masih dengan tertawa.
Flower mengerucutkan bibirnya. "Bagaimana lagi, aku hanya menyukai olah raga itu saja. Entah mengapa semenjak hamil besar aku selalu ingin berdekatan dengan Malik dan berolah raga dengannya." Ucap Flower jujur.
Yura menghentikan tawanya lalu mengajak Flower untuk duduk di sofa karena ia merasa tidak tega melihat Flower yang terlalu lama berdiri.
"Itu adalah efek dari hormon kehamilanmu, Flow. Bukan hanya kau saja, aku juga seperti itu saat hamil si kembar." Ucap Yura lembut.
"Benarkah begitu?" Tanya Flower dan diangguki Yura sebagai jawaban.
"Rasanya aku seperti tidak punya malu saja di hadapan suamiku jika sedang menginginkannya. Aku juga suka mudah bersedih jika dia menolakku." Curhat Flower.
Yura tersenyum mendengarnya. "Tidak perlu malu begitu. Kau kan memintanya pada suamimu bukan orang lin." Jawab Yura.
Flower pun mengangguk mengiyakannya. "Oh ya, Yura, aku ingin meminta maaf kepadamu jika selama ini suka bersikap buruk kepadamu." Ucap Flower mengingat kesalahannya.
__ADS_1
Yura kembali tersenyum. "Tidak ada yang perlu dimaafkan. Semua hanyalah masa lalu dan tidak perlu diingat lagi. Yang terpenting saat ini adalah waktu sekarang. Kita bisa memulai pertemanan dengan baik dan hidup saling menyayangi." Jawab Yura lembut.
Flower memegang sebelah tangan Yura. "Kini aku tahu kenapa Kak Rey lebih memilihmu dari pada aku." Ucap Flower seraya tersenyum.
"Maksudmu?" Tanya Yura merasa kurang paham.
"Kak Rey memilihmu karena kau adalah wanita yang sangat baik dan sangat tulus. Bersamamu Kak Rey pasti sangat bahagia." Ucap Flower.
"Flower... kau terlalu berlebihan. Aku tidak sebaik yang kau pikirkan." Ucap Yura.
"Aku mengatakan hal yang jujur. Semua orang pasti juga dapat merasakan kebaikan dari dalam dirimu. Aku berharap setelah ini hidupmu akan semakin bahagia dan kita bisa berteman dengan baik." Pinta Flower.
Flower pun membalas pelukan Yura. Kini hatinya merasa mulai tenang karena sudah meminta maaf dengan tulus pada Yura. Kesalahpahaman mereka di masa lalu sudah berakhir dan kini Flower hanya ingin hidup tenang bersama suami dan anaknya kelak.
Setelah berbicara cukup lama di kamar bayi, akhirnya Yura dan Flower pun keluar dari dalam kamar dengan senyuman terkembang di wajah mereka masing-masing.
Di ruang tengah terlihat Mom Rania kini sedang menggendong Baby Keyla yang masih bangun di dalam gendongannya.
"Key belum tidur juga, Nak." Yura mengusap kepala putrinya setelah berada di dekat Mom Rania.
__ADS_1
"Ya. Dia sepertinya tidak mau tidur, Yura." Jawab Mom Rania.
Yura tersenyum mendengarnya. "Mungkin karena tadi pagi dia bangun lebih akhir di banding adik dan Kakaknya hingga membuatnya belum juga mengantuk, Tante." Ucap Yura.
"Mungkin saja." Jawab Mom Rania seraya tersenyum.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki dari arah tangga membuat pandangan Yura, Flower dan Mom Rania teralihkan ke sumber suara. Rachel terlihat tengah menuruni tangga dengan penampilan yang sudah cantik dengan pakaian bepergiannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.