One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Merasa lega


__ADS_3

Dengan jantung yang berdebar-debar, Flower membiarkan Malik terus memberikan usapan lembut di perutnya karena memang hal itulah yang diinginkan janinnya sejak tadi hingga ia tidak bisa tertidur. Dan entah kapan itu, kini Flower sudah terlihat terlelap dengan ditandakan suara dengkuran halus yang terdengar oleh telinga Malik.


Malik pun menarik selimut hingga kembali menutupi tubuh Flower. Sebelum beranjak dari posisinya, ditatapnya sejenak wajah cantik istrinya yang terlihat damai dalam tidurnya. Jika sedang terlelap seperti saat ini Malik akui istrinya itu terlihat lebih polos dan tidak terlihat sisi keburukan di dalam dirinya.


Setelah cukup menatap wajah cantik Flower, Malik pun beranjak dan akhirnya melangkah kembali keluar kamar karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.


*


"Jadi satu minggu lagi kau akan pergi ke desa A dan meninggalkan Flower sendiri di rumah?" Tanya Mom Rania saat Malik datang menghampirinya ke kediamannya siang itu.


"Benar, Mommy." Jawab Malik.


Mom Rania terdiam beberapa saat mencerna apa yang baru saja dijelaskan Malik padanya. "Anak itu pasti masih merasa canggung dan sedih untuk kembali ke rumah ini sehingga dia menolak tawaranmu mengajaknya untuk tinggal di sini selama kau tidak ada." Ucap Mom Rania.


Malik hanya diam menatap wajah Mom Rania yang terlihat bersedih.

__ADS_1


"Walau pun Mom juga sangat kecewa padanya dan dirimu tapi Mom tidak tega melihat keadaan Flower seperti saat ini. Anak itu sudah biasa dimanjakan oleh Daddynya tapi kini semuanya berbeda karena kekecewaan Daddynya sangat besar kepadanya." Ucap Mom Rania.


"Maafkan kesalahan kami, Mommy." Ucap Malik merasa sungkan.


"Sudahlah, semua telah terjadi dan tidak bisa diubah kembali. Saat ini kalian hanya perlu memperbaiki hubungan kalian untuk ke depannya." Ucap Mom Rania.


Malik mengangguk mengiyakan perkataan Mom Rania.


"Kau tenang saja, Malik. Jika Flower tidak ingin menginap di rumah ini maka Mom yang akan menemaninya tidur di rumah kalian. Sama seperti dirimu Mom juga mengkhawatirkan anak itu jika tinggal di rumah sendiri." Ucap Rania.


"Tidak perlu berterima kasih. Semua Mommy lakukan karena hanya itulah yang bisa Mommy bantu saat ini untuk kalian berdua." Ucap Mom Rania.


Malik mengangguk seraya tersenyum tipis pada Mom Rania. Akhirnya siang itu perjuangannya membuahkan hasil karena ia tidak merasa cemas lagi untuk meninggalkan istrinya pergi bekerja ke luar kota.


Setelah cukup lama berbincang dengan Mom Rania, Malik pun berpamitan kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Flower, kau sangat beruntung memiliki pria dan suami yang bertanggung jawab seperti Malik. Di balik sikap dan wajah datarnya itu Mom bisa melihat kebaikan dari dalam diri Malik." Ucap Mom Rania menatap mobil menantunya yang mulai menjauh dari pandangannya.


Tak berselang lama, Mom Rania dikejutkan dengan kedatangan Dad William kembali ke rumahnya.


"Loh, kenapa sudah pulang?" Tanya Mom Rania pada Dad William saat Dad William baru saja turun dari dalam mobilnya.


"Hari ini aku pulang lebih awal karena Dika dan keluarganya akan berkunjung ke rumah kita." Ucap William.


"Benarkah? Hana dan anak-anaknya akan datang ke sini?" Mom Rania tersenyum merekah mendengarnya.


"Benar. Tadi aku sempat melihat mobil Malik keluar dari gerbang rumah. Untuk apa dia datang ke sini?" Tanya William dengan wajah berubah datar.


***


Jangan lupa follow ig Shy @shy1210_ ❤️

__ADS_1


__ADS_2