
"Mommy bicara apa? Siapa yang berpikir apa-apa padanya?" Jawab Flower berbohong.
"Mom tahu kau pasti sedang berpikiran buruk pada suamimu itu, Flow." Jawab Mom Rania yang tidak percaya pada apa yang putrinya katakan.
"Mommy!" Flower memandang Mommynya itu dengan kesal. Mom Rania pun tersenyum melihat kekesalan di wajah putrinya itu.
Setelah cukup berbicara dengan Liza dan orang kepercayaannya di perusahaan, Malik pun datang menghampiri Flower. "Aku akan berangkat sebentar lagi. Kau dan Mommy sudah boleh pergi." Ucap Malik.
"Kau mengusirku?" Ketus Flower.
"Tidak. Aku hanya memberitahumu." Jawab Malik mencoba sabar dengan mood istrinya yang sedang buruk.
Wajah Flower pun berubah masam menatap pada suaminya itu. Saat matanya menangkap Liza tengah menatap interaksi mereka, entah mengapa Flower berpikiran untuk membuat wanita itu panas dengan meminta Malik mengusap perutnya dengan berkilah jika itu adalah permintaan anaknya.
Malik tentu saja menurutinya walau kini ia harus menjadi pusat perhatian para karyawan yang sedang berlalu-lalang di sekitarnya.
__ADS_1
"Kau lihat itu Andini, Tuan Malik sedang mengusap perut Flower." Ucap seorang wanita rekan kerja devisi Andini.
Andini pun sontak menatap pada Malik dan Flower. Dan benar saja jika kini Malik tengah mengusap perut Flower dengan sayang. Andini pun tersenyum melihatnya. Ia merasa senang teman baiknya itu memiliki suami yang begitu menyayanginya.
"Baik-baik bersama Mommy selama Daddy tidak ada, oke?" Pinta Malik pada janinnya.
Hati Flower terasa berbunga-bunga mendengarnya. Terlebih kini ia dapat melihat Liza tengah mengepalkan kedua tangannya tanda kesal kepadanya.
Rasakan itu bibit pelakor. Ucap Flower menyeringai dalam hati.
"Ayo kita pulang, Flow." Ajak Mom Rania pada Flower yang masih menatap kepergian mobil suaminya.
Flower mengangguk lalu masuk ke dalam kursi kemudi. Ia pun mengendarai mobil milik Malik dengan hati senang dan gembira.
"Flower, bagaimana sebelum pulang ke rumah kita berbelanja baju khusus ibu hamil untukmu dulu?" Tawar Mom Rania setelah melihat jam dipergelangan tangannya masih menunjukkan pulul setengah sebelas pagi.
__ADS_1
Flower diam sejenak sambil berpikir. "Baiklah, sepertinya tawaran Mommy sangat menarik." Jawab Flower. Lagi pula ia sudah memiliki ATM yang diberikan Malik hingga ia bisa berbelanja tanpa takut tidak ada uang.
Mommy Rania tersenyum melihat wajah putrinya yang berbinar. Mom Rania pun mengajak Flower untuk berbelanja di sebuah mall yang berada tidak terlalu jauh dari perusahaan Bagaskara berada.
Lima belas menit berlalu, kini Flower dan Mom Rania sudah berada di dalam mall dan sedang menuju ke sebuah toko langganan Mom Rania dan Flower. Untung saja di saat mereka datang mall itu sudah buka hingga tak membuat Flower dan Mom Rania menunggu lama di depan mall.
"Mommy, bagaimana sebelum ke toko baju kita melihat tas dulu." Ajak Flower saat matanya menangkap tas lucu yang berada tidak jauh dari mereka berada.
"Baiklah." Jawab Mom Rania lalu melangkah ke arah toko yang Flower maksud.
Saat sudah berada di dalam toko tas, Flower pun langsung melangkah menuju tas yang tadi mencuri perhatiannya.
"Maaf, tas ini milik saya." Ucap seorang wanita saat Flower hendak mengambil tas yang ia sukai.
***
__ADS_1