
"Flow ingin tinggal di rumah Flow dengan Malik saja, Mommy." Jawab Flower kemudian karena merasa tak rela harus meninggalkan rumah yang sudah mempersatukan dirinya dan Malik.
Mana Kyara memandang pada Mommy Rania memberikan isyarat agar tak melanjutkan percakapan mereka karena ia tidak ingin mood Flower menjadi menurun karena pertanyaan itu.
"Baiklah, untuk masalah itu bisa kita bicarakan lain waktu." Ucap Mom Rania dan diangguki Flower sebagai jawaban.
"Oh ya, Tante, dimana Rachel? Kenapa Flow tidak melihatnya sejak tadi?" Tanya Flower pada Mama Kyara.
"Rachel sedang tidur di kamarnya. Katanya tadi matanya sangat mengantuk karena tadi malam begadang dan tidur sudah hampir subuh." Jawab Mama Kyara.
"Kenapa Rachel bisa begadang, Tante? Tumben sekali." Tanya Flower.
Mama Kyara mengangkat kedua bahunya. "Tante juga tidak tahu. Dia bilang hanya begadang saja tanpa mau menyebutkan alasannya." Jawab Mama Kyara.
Flower pun memilih mengangguk saja tanpa berniat bertanya lebih jauh tentang Rachel. Karena terlalu asik bercerita dengan Mama Kyara dan Yura, Flower sampai tidak sadar jika Kimmy yang berada di dalam pangkuannya kini sudah tertidur dengan mulut sedikit terbuka.
"Flower, biar aku letakkan Kimmy di boxnya." Ucap Yura berniat mengambil alih Kimmy di pangkuan Flower.
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku saja yang menggendongnya? Aku akan mengikutimu dari belakang." Tawar Flower. Rasanya ia tidak rela harus melepaskan Kimmy dari pangkuannya saat ini.
"Baiklah, kalau begitu ayo ikut aku." Ucap Yura mengajak Flower menuju sebuah kamar yang berada di lantai bawah yang sudah didesain khusus untuk ketiga bayi kembarnya.
Setelah berada di dalam kamar, dengan hati-hati Flower meletakkan Baby Kimmy di dalam box bayinya. Kyara pun ikut meletakkan Baby Kenzo yang baru tertidur di dalam box bayinya.
"Yura, apa operasi melahirkan itu sakit?" Tanya Flower pada Yura.
"Tentu saja. Semua proses melahirkan itu sakit baik normal ataupun caesar. Walau pun begitu, rasa sakit itu terasa hilang begitu saja saat melihat bayi yang kita kandung sudah lahir ke dunia." Jawab Yura tersenyum sambil membayangkan wajah ketiga bayinya saat baru lahir beberapa bulan lalu.
"Baguslah kalau begitu. Semoga saja kau bisa melahirkan secara normal sampai waktunya tiba nanti." Jawab Yura.
"Semoga saja. Walau pun aku merasa takut tapi aku sangat menginginkan bisa melahirkan bayiku secara normal." Ucap Flower.
"Jika kau menginginkannya, maka dari sekarang perbanyaklah olah raga yang bisa membantumu mempermudah persalinanmu nanti." Saran Yura.
Flower menganggukkan kepalanya. "Aku sudah mencaritahu dari beberapa sumber olah raga apa saja yang bisa aku lakukan untuk mempermudah lahiran nanti. Tapi saat ini aku masih merasa malas untuk melakukannya. Aku hanya melakukan olah raga yang membuatku merasa senang saja." Ucap Flower sambil tersenyum malu-malu.
__ADS_1
"Olah raga yang kau senangi saja? Olah raga apa itu?" Tanya Yura merasa ikut penasaran.
"Agh, sepertinya kau tidak perlu tahu." Flower merasa malu untuk mengatakannya.
"Ayolah... beritahu aku." Pinta Yura dengan mata berkedip-kedip.
Flower menatap sejenak ke arah pintu memastikan pintu tertutup rapat dan tidak ada orang yang mendengarkan pembicaraan mereka.
"Olah raga malam bersama suamiku." Bisik Flower di telinga Yura.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1