One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Membebaskannya


__ADS_3

Setelah hari itu, Flower terus berusaha meminta pada Dad William untuk membebaskan Emila walau Dad William selalu menolak permintaannya. Flower tak henti berusaha meminta Dad William untuk membebaskan Emila dengan berbagai alasan hingga akhirnya Dad William merasa jenuh mendengarnya dan akhirnya berpikir untuk membebaskan Emila.


"Jadi kau sudah mau membebaskan Emila?" Tanya Mom Rania saat mereka sudah masuk ke dalam kamar mereka yang ada di kediaman Malik dan Flower malam itu. Ya, setelah melahirkan dan sudah diperbolehkan untuk pulang Flower memilih untuk tetap tinggal di rumah suaminya saja dan jika Mom Rania ingin membantunya merawat Baby, Flower meminta Mom Rania untuk tetap tinggal dengannya di rumah Malik dan permintaan Flower pun diterima dengan lapang dada oleh Mom Rania.


"Membebaskannya bukan berarti menghentikan hukumannya. Aku akan tetap memberi pelajaran untuk orang yang sudah berniat jahat pada putriku. Tidak semudah itu dia bisa bebas begitu saja." Jawab Dad William.


Mom Rania menatap wajah suaminya dengan intens. "Maksudmu? Hukuman apa lagi yang ingin kau berikan?" Tanya Mom Rania namun Dad William tak menjawabnya.


Untuk menghargai keputusan suaminya itu, Mom Rania memilih tidak banyak bertanya dan menyerahkan semua keputusan di tangan suaminya karena Mom Rania tahu jika Dad William pasti tahu apa yang terbaik untuk putri mereka.


Dan beberapa hari kemudian, Dad William pun akhirnya berniat menjawab permintaan dari putrinya itu karena Flower kembali memintanya untuk membebaskan Emila.


"Flower mohon, Daddy. Flow mohon untuk membebaskan Emila. Kasihan dia Daddy, dia sudah sangat stress berada di dalam penjara." Pinta Flower sambil mengatupkan kedua tangannya.

__ADS_1


Dad William menghela nafas panjanga. "Baiklah, Daddy akan membebaskannya." Jawab Dad William. Sudah cukup ia mendengar suara tangisan Baby setiap hari jangan lagi ditambah dengan suara rengekan dari putrinya itu.


"Benarkah?" Kedua bola mata Flower berbinar mendengarnya.


Dad William pun mengangguk mengiyakannya. "Membebaskannya bukan berarti menghentikan hukuman untuknya." Ucap Dad William tegas.


"Maksud Daddy?" Flower tidak dapat menangkap maksud perkataan Daddynya.


"Flower, hargai keputusan Daddymu ya, Nak. Membebaskan Emila bukanlah hal yang mudah untuk Daddymu. Kau bisa merasakan bagaimana besarnya sayang Daddymu padamu selama ini bukan? Mom harap kau mengerti jika memaafkan dan membebaskan orang yang sudah melukaimu sangat sulit untuk Daddymu." Ucap Mom Rania lembut berharap putrinya dapat mengerti.


Kedua bola mata Flower berkaca-kaca mendengarkan perkataan Mommynya yang membuatnya mengingat betapa besarnya kasih sayang Daddynya kepadanya selama ini.


"Terima kasih karena sudah menyayangi Flower setulus itu, Daddy." Ucap Flower dengan bibir bergetar lalu memeluk Dad William erat.

__ADS_1


Dad William ikut berkaca-kaca mendengarkan ucapan terima kasih dari putrinya. "Jangan berterima kasih untuk itu. Apa pun akan Daddy lakukan untuk dirimu. Daddy sangat menyayangimu lebih dari kepada diri Daddy sendiri." Jawab Dad William sambil membalas pelukan Flower.


Mom Rania pun ikut berkaca-kaca hingga akhirnya meneteskan air matanya. Kini kebahagiaannya terasa bertambah melihat keluarganya yang semakin harmonis dan badai yang dulu datang menghampiri keluarganya kini hilang sudah.


"Kemarilah." Ucap Dad William meminta Mom Rania ikut berpelukan dengan mereka.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2