One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Apakah aku?


__ADS_3

Beberapa jam menghabiskan waktu di rumah Yura membuat Flower merasa senang. Bagaimana tidak, selama berada di rumah Yura, Flower sudah diajak mengurus ketiga bayi kembar Yura yang sangat menggemaskan dan membuat Flower tak bisa menyurutkan senyuman untuk mereka.


Rasa canggung yang Flower rasakan saat baru masuk ke dalam rumah hilang begitu saja karena sikap Yura yang sangat baik kepadanya. Flower bahkan tidak mengingat rasa sakitnya lagi melainkan rasa bahagia karena melihat bayi kembar Yura.


Jika tahu seperti ini Flower pasti sudah lama mengajak Malik untuk mengunjungi ketiga bayi kembar Yura karena dapat membuat moodnya menjadi naik. Kebahagian Flower hari itu pun harus berakhir saat Malik mengajaknya untuk kembali ke rumah mereka.


Mau tidak mau Flower mengiyakannya dan mengikuti Malik pulang ke kediaman mereka. Selama berada di dalam perjalanan pulang Flower sesekali tersenyum membayangkan betapa menggemaskannya ketiga bayi Yura.


"Kenapa kau terus tersenyum seperti itu?" Tanya Malik merasa heran melihat senyuman di wajah istrinya.


"Itu karena aku sedang membayangkan ketiga bayi kembar Yura yang sangat menggemaskan. Malik, jika aku tahu memiliki anak kembar sangatlah menyenangkan maka aku ingin membuat anak kembar juga seperti Yura dan Kak Rey." Ucap Flower.

__ADS_1


"Kita sudah membuatnya tapi gagal karena bayinya cuma ada satu." Jawab Malik.


"Ck. Kau ini..." Flower memalingkan wajahnya ke samping. Merasa malu mendengar apa yang Malik katakan.


Malik pun tersenyum tipis melihat wajah Flower yang kini memerah setelah mendengarkan perkataannya. Jika sedang bersikap malu-malu seperti saat ini rasanya Malik sudah tidak melihat lagi sifat Flower yang dulunya sombong dan arogan.


"Emh, Malik. Aku baru ingat jika kita belum ada memberikan hadiah untuk ketiga bayi kembar Yura. Bagaimana kalau malam besok setelah kau pulang bekerja kita mencari hadiah untuk ketiga bayi Yura?" Ajak Flower kemudian.


Malik terdiam beberapa saat. Sejujurnya ia sudah memberikan hadiah pada Yura untuk ketiga bayi kembarnya dan membawa nama Flower juga untuk hadiah itu.


"Aku akan menemanimu." Jawab Malik pada akhirnya.

__ADS_1


Senyuman terkembang di wajah cantik Flower. "Terima kasih, Malik." Ucap Flower dan hanya diangguki Malik sebagai jawaban.


*


Di saat malam hari telah tiba, Flower terlihat termenung di dalam kamarnya membayangkan bagaimana besok jika bayinya sudah lahir ke dunia. Flower pun turut mengingat bagaimana kasih sayang Rey pada Yura yang baru saja melahirkan. Pria yang pernah dicintainya itu terlihat begitu menyayangi istrinya dan anak-anak mereka.


"Malik, apa nanti setelah aku melahirkan aku tidak akan merasakan kasih sayang dari seorang suami?" Flower berucap lirih. Perasaannya yang mudah sensitif sejak mengandung membuat Flower tidak dapat membendung air matanya hingga kini ia pun menangis.


Flower pun teringat dengan perkataan Emila beberapa waktu lalu yang mengatakan jika ia akan kembali bersama Malik di saat bayinya sudah lahir ke dunia. "Apa benar aku akan menyandang status sebagai janda setelah melahirkan nanti?" Gumam Flower kemudian. Suara tangisan Flower yang semakin terdengar keras membuat Malik yang berada di luar kamar segera masuk ke dalam kamar.


"Flower, ada apa ini? Kenapa kau menangis?" Tanya Malik sambil melangkah mendekati istrinya.

__ADS_1


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗


__ADS_2