
Di saat sedang asik bercerita dengan Yura, tiba-tiba saja pandangan Flower jatuh pada Liza yang sedang duduk tidak jauh dari mereka berada. "Wanita dedemit." Ucap Flower pelan namun dapat didengar oleh Yura.
"Wanita dedemit? Siapa?" Tanya Yura.
Flower tak menjawabnya karena kini pandangannya menatap tajam pada Liza yang tidak mengetahui jika dirinya sedang ditatap saat ini. Karena tidak mendapatkan jawaban dari Flower membuat Yura mengikuti kemana arah pandangan Flower.
"Maksudmu Liza?" Tanya Yura sambil menatap Liza.
Flower menganggukkan kepalanya.
"Kenapa kau mengatainya wanita dedemit?" Tanya Yura merasa bingung hingga mengkerutkan keningnya.
"Karena..." Flower ingin menjawab pertanyaan Yura. Namun jika ia menjawabnya itu sama saja mengingatkan Yura pada dirinya yang juga pernah bersikap seperti Liza.
"Karena?" Yura menatap Flower dengan menaikkan kedua alis matanya.
"Sudahlah, itu tidak penting." Jawab Flower dan memilih tak lagi menatap pada Liza.
__ADS_1
Yura mengangguk menghargai Flower yang tidak ingin menjawab pertanyaannya. Malik dan Rey yang sudah selesai bercerita pun akhirnya datang menghampiri istri mereka masing-masing dan mengajak untuk bersiap-siap masuk ke dalam pesawat.
Melihat Rey dan Malik beserta istri dan anak mereka kini sudah berada dekat dengannya membuat Liza bangkit dari duduknya dan memberikan sapaan pada mereka. Walau menaruh rasa tidak suka dan curiga pada Liza, namun tak membuat Flower ketus pada wanita itu justru membalas sapaan wanita itu dengan ramah.
"Ayo jalan." Ajak Rey setelah selesai membalas sapaan Liza.
Mereka pun mengangguk lalu melanjutkan langkah diikuti Liza di belakangnya.
"Malik, sepertinya bayi kita ingin diusap olehmu." Ucap Flower manja sambil melangkah.
Liza yang berada tidak jauh darinya berada pun memasang kuping agar dapat mendengar percakapan mereka.
Rey yang melihatnya pun tersenyum tipis dan akhirnya ikut mengusap kepala istrinya dengan sayang.
Bayi kita? Ulang Liza dalam hati. Liza pun memusatkan pandangannya kini pada perut Flower. Apa itu? Jangan bilang jika saat ini Nona Flower sedang hamil anak kedua mereka? Tanya Liza dalam hati.
Pertanyaan yang ada di dalam benak Liza pun akhirnya terjawab saat mereka sudah berada di dalam pesawat dan melihat dengan jelas perut Flower yang sudah nampak buncit dan membesar karena ada janin di dalamnya.
__ADS_1
Oh no... Liza benar-benar dibuat terkejut dan tak menyangka. Ternyata pria yang ia kagumi itu akan memiliki anak kedua sebentar lagi. Jika sudah begini Liza merasa tidak yakin bisa menarik perhatian dari Malik.
Flower yang merasa Liza tengah memperhatikan perutnya pun menoleh ke arah Liza yang duduk tidak jauh darinya berada. Ia melemparkan tatapan datarnya pada Liza dengab bibir mengkerut tanda kesal.
Liza yang merasa ketahuan tengah menatap pada Flower pun seketika menunduk dan berpura-pura memainkan ponselnya.
Sial! Aku ketahuan! Umpatnya dalam hati.
Flower masih saja memusatkan pandangannya pada Liza. Entah mengapa saat ini ia sangat ingin mencakar wajah Liza karena sudah membuatnya kesal.
"Ada apa?" Tanya Malik yang menyadari tatapan tidak bersahabat dari istrinya.
"Tidak apa-apa. Perutku hanya sedikit mual karena ada parasit di sini." Jawab Flower sedikit keras agar Liza dapat mendengarnya. Dan benar saja Liza yang mendengarkan perkataan Flower pun sontak menatap ke arah Flower dan Malik.
***
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗