
Dad William terlihat memasang wajah masam setelah masuk ke dalam ruangan persalinan Flower setelah dijemput oleh Mom Rania. Flower yang melihat kedatangan Daddynya pun lansung saja mempertanyakan keadaan Daddynya tersebut.
"Apa Daddy baik-baik saja?" Tanya Flower pelan namun dapat didengar oleh Dad William.
"Tidak baik." Jawab Dad William sedikit ketus.
"Mommy bilang tadi Daddy tertinggal di dalam mobil karena semua orang panik melihat Flow yang mau melahihirkan. Maafkan Flow ya, Daddy. Karena Flow Daddy jadi tertinggal." Ucap Flower.
Dad Willam tentu saja merasa lemah jika putrinya sudah meminta maaf seperti itu. Dad William pun akhirnya menatap Flower dengan tatapan penuh kasih sayang. "Tak apa." Jawabnya singkat namun dapat membuat Flower merasa lega setelah mendengarnya.
"Apa Daddy tidak mau melihat Boy?" Tanya Flower.
"Dimana cucuku?" Dad William mengedarkan pandangan mencari keberadaan cucu keduanya.
"Boy ada di belakang Daddy." Ucap Flower sambil menatap perawat yang baru saja kembali setelah membersihkan tubuh Boy.
"Wah... cucuku..." Dad William tak dapat menahan rasa harunya melihat cucu keduanya untuk yang pertama kalinya.
__ADS_1
Mom Rania dan Flower yang melihat Dad William meminta mengambil alih Boy dari tangan suster pun ikut dibuat haru melihatnya.
Malam itu Flower pun sudah langsung dipindahkan ke ruangan perawatan bersama dengan Boy. Karena Dad William dan Mom Rania sudah sangat mengantuk setelah menemani persalinan mendadak Flow malam itu, akhirnya Malik pun berinisiatif menyewa satu ruangan khusus untuk istirahat kedua mertuanya.
*
Keesokan harinya, suasana di dalam ruangan perawatan Flower siang itu nampak ramai dengan kedatangan Mamam Kyara, Papa Gerry dan Bu Venna yang datang bersama dengan Baby.
"Kenapa Mom, Daddy dan Ibu tidak ada yang mempertanyakan nama bayi Flow seperti Baby lahir dulu?" Tanya Flower merasa bingung. Bagaimana tidak, sejak tadi malam tidak ada satu pun orang yang mempertanyakan nama bayi keduanya dan Malik.
"Maksud Mommy?" Flower menatap Mom Rania dengan wajah bingung.
"Kami sudah tahu nama cucu kedua kami adalah Boy. Benar begitu bukan?" Tanya Mom Rania.
Flower tersenyum mendengarnya. "Mommy hebat sekali sudah tahu lebih dulu sebelum Flow memberitahunya." Jawab Flower.
Mom Rania menghela nafas. Bagaimana ia tidak tahu jika Flower terus menyebutkan nama Boy pada janinnya. Selain itu Mom Rania sudah sangat pengalaman dengan kelahiran Baby saat itu dimana Flower memberikan nama pada bayinya sesuai dengan nama yang sering ia sebutkan pada Baby sejak Baby berada di dalam kandungan.
__ADS_1
"Boy... Boy..." celoteh Baby sambil menunjuk adiknya yang saat ini sedang berada digendongan Mama Kyara.
Semua orang yang berada di dalam ruangan perawatan pun tersenyum mendengarkan celotehan Baby untuk adiknya itu.
*
Tiga bulan berlalu, kebahagiaan terus datang menyelimuti keluarga kecil Flower dan Malik setelah kehadiran Boy. Flower benar-benar merasa senang karena kini hidupnya terasa sangat bewarna setelah menikah dengan Malik dan memiliki dua anak dari pria yang dulu dianggapnya adalah musuh.
Boy yang sudah berumur tiga bulan pun semakin tumbuh dengan wajah menggemaskan hingga membuat semua orang senang saat melihatnya. Wajah Boy yang sangat mirip dengan Malik tentu saja membuat Flower merasa sebal karena tidak ada satu pun dari anaknya yang mewarisi wajah dirinya.
Hari itu, Malik yang sedang bermain dengan kedua anaknya dikejutkan dengan informasi dari orang suruhannya yang diminta mengawasi Emila mengatakan jika Emila saat ini sudah menikah dengan rekan bisnisnya yaitu Tuan Arkana.
"Menikah? Bagaimana bisa mereka menikah? Bukankah Tuan Arkana sudah memiliki istri?" Gumam Malik bingung.
***
Yuk simak kisah Emila di novel baru SHy yang berjudul Noda menjadi yang ke 2
__ADS_1