One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Ada Emila di sana


__ADS_3

"Mama pegangan yang kuat, ya!" Pinta wanita itu pada ibunya yang kini duduk di jok belakang motornya.


"Iya, pelan-pelan saja bawa motornya." Jawab wanita paruh baya yang berada di belakangnya.


"Iya, Ma." Ucap wanita itu lalu fokus pada jalanan di depannya.


Tiga puluh menit berlalu, mobil yang membawa Yura dan Flower beserta anak-anak mereka telah tiba di depan mall yang terlihat cukup ramai dengan pengunjung siang itu.


Pengawal yang bertugas menjaga mereka pun segera mengeluarkan stroller yang mereka bawa lalu Flower dan Yura meletakkan anak mereka masing-masing ke dalam stroller bayi.


"Biar saya saja yang mendoronya, Nona." Ucap Suroh saat Flower hendak mendorong stroller milik Baby.


"Baiklah." Jawab Flower tersenyum lalu menjauhkan tubuhnya dari stroller Baby.


Yura pun turut melakukan hal yang sama memberikan stroller pada pelayan dan pengawal yang mereka bawa.


"Untung saja pengawal Kak Rey tidak memakai pakaian serba hitam hingga tidak membuat orang-orang takut pada mereka." Ucap Flower pada Yura sambil melangkah masuk ke dalam mall.

__ADS_1


Yura tersenyum mendengarnya. Flower benar, dengan wajah datar dan dingin membuat penampilan pengawal suaminya semakin terlihat menyeramkan jika menggunakan pakaian serba hitam seperti biasanya. Untug saja saat ini pengawal suaminya memakai pakaian bewarna hingga aura menyeramkan dari wajah mereka bisa hilang.


Flower dan Yura terus melangkah menyusuri mall sambil melihat-lihat banyaknya restoran yang berada di lantai satu mall tersebut.


"Jika melihat banyaknya makanan seperti ini membuat perutku jadi lapar saja." Ucap Flower yang merasa tergiur melihat orang-orang yang sedang menikmati makanan mereka.


"Apa kau ingin makan dulu?" Tawar Yura. Walau ia merasa masih kenyang namun tak masalah jika harus menemani Flower makan kembali. Ia bisa makan dengan porsi sedikit saja.


"Sepertinya nanti saja. Aku ingin berkeliling lebih dulu." Jawab Flower.


"Baiklah." Yura tak lagi banyak tanya. Mereka pun terus melangkah hingga akhirnya memilih masuk ke dalam lift.


Flower terdiam sambil menatap eskalator yang berada tidak jaug dari mereka berada. "Sepertinya sudah tidak lagi. Cuma aku tidak ingin menggunakan eskalator lagi." Jawab Flower.


Yura mengusap lengan Flower. "Kita tidak akan menggunakannya di mall ini." Ucap Yura dan diangguki Flower sebagai jawaban.


Ting

__ADS_1


Pintu lift terbuka. Para pengawal dengan sigap memasukkan stroller ketiga bayi kembar Yura dan Baby ke dalam lift lebih dulu lalu mempersilahkan Flower dan Yura untuk masuk. Setelahnya salah satu diantara pengawal ikut masuk ke dalam lift untuk menjaga mereka sedangkan yang lainnya masuk ke lift yang berbeda.


Beberapa saat berlalu, Flower dan Yura sudah berada di lantai yang berbeda. Mereka terus melangkah sambil bercerita satu sama lain. Sesekali pandangan Flower tertuju pada beberapa toko yang berada di sekitar mereka.


"Tunggu dulu." Flower menghentikan langkahnya saat melihat sosok yang tidak asing di matanya. Flower pun mengucek kedua matanya untuk memastikan pandangannya benar.


"Ada apa Flow?" Tanya Yura merasa bingung melihat wajah tegang Flower saat ini.


"Kau lihat ke arah kanan." Ucap Flower tanpa mengalihkan pandangan dari sosok yang sudah cukup lama tidak dilihatnya.


"Memangnya ada apa?" Tanya Yura masih bingung.


"Ada Emila di sana." Jawab Flower hingga membuat Yura terkejut mendengarnya.


****


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2