One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Satu sama


__ADS_3

Malik menatap datar pada mertuanya yang tengah mengejeknya saat ini. "Saya aman, Dad." Jawabnya.


Dad William menahan tawa melihat Malik yang tenang menutupi kebingungannya saat ini menghadapi hormon kehamilan putri kandungnya.


"Anggap saja ini balasan karena saat Flow melahirkan Baby dulu saya yang dijadikan amukan olehnya." Ucap Dad William.


Malik menghela nafasnya. Memilih mengiyakan saja perkataan dari mertuanya karena ia tahu menjawab pun akan tetap dibully.


"Maaf, kalau begitu saya permisi ke kamar Baby dulu." Pamit Malik. Tak ingin berlama-lama dekat dengan Dad William karena hanya akan membuatnya semakin dibully.


Dad William menarik kedua sudut bibir ke bawah seperti orang yang sedang menahan tawa. Malik yang melihatnya dapat mengerti arti raut wajah Dad William namun ia enggan untuk membalasnya.


Malik pun segera melangkah meninggalkan Dad William yang masih memilih berdiri di depan kamar putrinya.


"Rasakan itu Malik. Kita impas." Ucap Dad William merasa senang. Setidaknya rasa sebalnya karena menjadi pelampiasan kesakitan Flower saat itu sudah terbalas dengan sikap aneh putrinya saat ini pada menantunya.


Setelah merasa cukup menertawakan nasib menantunya, akhirnya Dad William pun memilih masuk ke dalam kamar Flower setelah mengetuk pintu lebih dulu.


Flower yang sedang berbicara pada Baby pun sontak menatap ke arah pintu saat mendengar pintu terbuka dari luar. "Daddy." Ucapnya dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


Dad William mulai merasa awal melihat senyuman penuh makna di wajah putrinya itu. Walau pun merasa demikian namun Dad William tetap melangkah ke ranjang Flow dan menjatuhkan bokongnya di pinggir ranjang.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Dad William lembut pada Flower.


"Ya, Flow baik-baik saja." Jawabnya. Masih memasang wajah tersenyum hingga membuat Dad William merasa semakin awas.


"Baguslah kalau begitu. Daddy hanya ingin memastikan jika kau baik-baik saja setelah tadi pagi muntah-muntah."


"Daddy sangat perhatian sekali pada Flow." Ucapnya masih tersenyum bahkan senyumannya terlihat semakin lebar.


"Tentu saja. Kau adalah putri Daddy dan sudah seharusnya Daddy perhatian padamu." Jawab Dad William. Memasang ancang-ancang untuk bangkit dari duduknya.


"Daddy ingin keluar. Daddy tak ingin mengganggu kau yang sedang bermain dengan Baby." Jawabnya seraya tersenyum.


Flower menggelengkan kepalanya. "Daddy tidak mengganggu. Kedatangan Daddy ke sini justru membantu Flow." Ucapnya.


Dad William mulai merasa ada yang tidak beres mendengar perkataan putrinya. Terlebih senyuman Flower saat ini terlihat sangat menakutkan di matanya.


"Daddy..." nada suara Flower mulai terdengar manja. Dad William yang mendengarkannya bukannya merasa semakin sayang justru semakin takut.

__ADS_1


"Flow, sepertinya Mommy sudah merindukan sentuhan Daddy di dalam kamar. Bagaimana kalau saat ini Daddy berpamitan pergi ke kamar untuk memenuhi keinginan Mommymu?" Mencoba untuk mencari cara lepas dari rencana putrinya.


"Bukannya Mommy sedang memasak saat ini?" Flower dengan cepat menjawab perkataan Daddynya.


"Oh itu..." Dad William kehabisan akal hingga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Daddy, bisakah Daddy menuruti keinginan Flow saat ini?" Skak mat. Flower langsung saja mengutarakan apa yang ada di dalam pemikirannya sejak tadi.


"Apa itu?" Tanya Dad William mulai gugup.


"Flow sangat menginginkan mangga muda yang ada di samping rumah kami dan Flow ingin Daddy yang mengambilkannya untuk Flow." Jawab Flower dengan mata berkedip-kedip.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2