
Dad William kembali tak menjawab justru mengatur dirinya yang masih terbatuk-batuk. Melihat itu membuat wajah Flower semakin masam hingga akhirnya kembali menangis layaknya anak kecil yang direbut mainannya.
"Astaga Flower..." Mom Rania sampai menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap putrinya saat ini.
Akhirnya keesokan harinya karena Flower masih saja menangis karena merindukan suaminya membuat Dad William mengalah dengan memanggil Malik untuk datang ke rumah mereka. Untung saja hari itu Malik dan Dad William libur bekerja hingga mereka bisa bertemu di rumah.
"Ada apa Daddy memanggil saya datang kemari?" Tanya Malik yang baru saja sampai di rumah Dad William. Ia pikir saat ini ada hal penting yang ingin Daddynya sampaikan tentang kondisi Flower.
"Daddy memanggilmu datang karena ada permasalahan pada istrimu." Jawab Dad William datar. Untung saja Flower masih tertidur di dalam kamarnya hingga tidak mengganggu percakapan penting mereka.
"Ada apa dengan Flower, Dad?" Wajah Malik berubah cemas.
Dad William menghela nafas panjang sebelum menjawab. Melihat itu membuat Malik mulai menebak-nebak ada apa dengan istrinya itu.
"Ada Flower dan anak saya baik-baik saja?" Tanya Malik merasa tak sabar karena Dad William terlalu lama diam.
__ADS_1
"Anak kalian baik-baik saja tapi istrimu tidak baik-baik saja." Ucap Dad William dengan wajah berubah frustasi mengingat sikap mesum putrinya.
"Ada apa dengan Flower, Daddy?" Malik mendesak Dad William untuk menjawab.
"Sejak kemarin Flower selalu uring-uringan karena ingin bertemu denganmu. Dia bilang jika dia dan Baby kalian sudah merindukanmu untuk mengunjungi Baby kalian." Jawab Dad William datar menahan malu di dalam dirinya saat ini mengatakan tentang kemesuman istrinya.
Deg
Malik dibuat tertegun sekaligus malu mendengarkan perkataan dari mertuanya. Ia masih memasang wajah tenang walau saat ini menahan rasa malu yang begitu besar. Rasa malu yang Malik rasakan semakin bertambah saat Dad William menceritakan bagaimana Flower yang kemarin merengek layaknya anak kecil meminta Malik dan dirinya untuk dipersatukan kembali dalam satu tempat tinggal. Dan tak hanya itu saja, Dad William juga menceritakan bagaimana Flower mengancamnya dengan mau mengadukan William ke dokter kandungannya karena telah menghambat acara kunjung mengunjungi ia dan Malik.
"Kemarin Daddy yang terbatuk-batuk sekarang menantuku." Mom Rania pun menghembuskan nafasnya yang terasa memberat.
"Sekarang pergilah dan temui istrimu!" Usir Dad William yang sudah tidak ingin menceritakan sikap absurd putrinya pada Malik karena hanya akan membuatnya bertambah malu saja.
Malik yang masih merasa malu pun mengangguk mengiyakannya.
__ADS_1
"Tunggu dulu. Minum minumannya lebih dulu. Kau pasti membutuhkannya." Ucap Mom Rania.
"Terima kasih, Mom." Jawab Malik lalu meneguk minumannya.
Mom Rania mengangguk dan setelah itu mempersilahkan Malik untuk pergi masuk ke dalam kamar putrinya.
"Aku sungguh malu saat menceritakannya pada Malik." Ucap William setelah kepergian Malik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mom Rania kembali menghembuskan nafas bebas di udara. "Aku juga malu mendengarkannya. Tapi mau bagaimana lagi. Sikap Flower saat ini adalah turunan dari sikap kita berdua yang selalu mesum saat aku mengandungnya dulu." Jawab Mom Rania dengan wajah pasrah.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗