One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Ada apa dengannya?


__ADS_3

Keesokan harinya, Flower yang baru saja terbangun dari tidurnya dibuat terkejut saat menyadari jika ia terbangun di dalam pelukan Malik yang tidak memakai baju.


"A-apa yang dia lakukan?" Tanya Flower tergagap menatap wajah Malik yang begitu dekat dengan wajahnya. Flower berusaha mengatur nafasnya yang yang mulai terasa sesak. Dengan perlahan ia melepaskan sebelah tangan Malik yang memeluk pinggangnya lalu bangkit dari atas ranjang.


"Apa dia sadar jika telah memelukku?" Tanya Flower saat sudah berada di dalam kamar mandi. Ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya seolah pasokan oksigennya terasa sangat berkurang.


"Tumben sekali dia berani memelukku seperti tadi. Aku rasa dia sedang tidak sadar." Lanjut Flower kemudian setelah berhasil mengatur nafasnya. "Sudahlah, tidak perlu memikirkannya. Lebih baik aku segera mencuci muka dan menggosok gigi." Ucap Flower kemudian.


Sementara Malik yang sudah terjaga sejak Flower masuk ke dalam kamar mandi terlihat tengah menatap pintu kamar mandi dengan intens. Tadi malam ia memang sengaja memeluk Flower untuk menghilangkan kegundahan di dalam dadanya. Entah keberanian dari mana yang datang padanya tadi malam hingga ia dengan berani memeluk istrinya itu.


Sepuluh menit berlalu, Flower nampak telah keluar dari dalam kamar mandi. Dilihatnya ke arah ranjang Malik telah bangun dan sedang memainkan ponselnya di atas ranjang. Mengingat jika dirinya saat ini masih dalam mode diam pada Malik, Flower pun memilih tidak berbicara pada Malik dan keluar dari dalam kamarnya begitu saja.


"Dia membawa makanan tadi malam?" Tanya Flower saat melihat ke dalam kulkas terdapat beberapa bungkus makanan. Flower pun berinisiatif mengeluarkan makanan itu dari dalam kulkas dan menghangatkannya.

__ADS_1


"Pantas saja dia tidak langsung keluar seperti biasanya." Ucap Flower sambil menghangatkan makanan yang dibawa Malik tadi malam.


Setelah selesai dengan pekerjaannya di dapur yang hanya sekedar menghangatkan sambal dan memasak nasi, akhirnya Flower pun kembali ke dalam kamar.


"Apa dia sedang mandi?" Tanya Flower menatap kamar mandi yang sedang tertutup. Flower pun beranjak mendekati ranjangnya dan memilih duduk di sisi ranjang sambil menunggu Malik keluar dari dalam kamar mandi.


Ceklek


Beberapa menit berlalu, Malik terlihat keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk yang melilit pinggangnya.


"Maaf jika tadi malam kau terlalu lama menungguku pulang." Ucap Malik setelah selesai memakai baju.


Flower hanya diam menatap suaminya itu. Ingin sekali ia menanyakan kemana suaminya itu pergi tadi malam. Tapi rasa gengsinya di atas segalanya hingga Flower merasa enggan untuk mempertanyakannya.

__ADS_1


*


Sikap Flower masih saja tetap sama pada Malik hingga akhirnya Malik kembali berpamitan untuk pergi bekerja. Kali ini Malik hanya berpamitan untuk pergi bekerja tanpa berkata jika ia akan pulang lebih lama.


"Sebenarnya kemana dia pergi tadi malam? Kenapa sepertinya ada sesuatu yang sedang disembunyikannya dariku?" Gumam Flower.


Flower pun kembali masuk ke dalam rumahnya setelah cukup lama berada di luar rumah setelah mengantarkan Malik pergi bekerja.


"Baby, semoga saja Daddymu tidak berbuat yang aneh-aneh di luar sana." Ucap Flower pada janinnya.


Saat siang hari telah tiba, Flower yang sedang asik menikmati harinya dengan membaca novel online kesukaannya dikejutkan dengan kedatangan seseorang di depan rumahnya.


"Siapa yang bertamu siang-siang begini?" Gumam Flower sambil menurunkan kakinya dari atas ranjang.

__ADS_1


***


__ADS_2