
Melihat kedatang Malik ke dalam kamarnya membuat Flower semakin menangis dengan keras. Flower bahkan kini menutupi wajahnya yang sudah basah karena air mata.
"Flower..." Malik yang sudah berada di sebelah Flower pun menenangkan Flower dengan mengusap punggungnya. "Ada apa ini? Kenapa kau menangis?" Tanya Malik lagi.
"A-aku..." Flower terbata. Merasa sulit mengungkapkan alasan ia menangis saat ini.
Malik yang mengerti pun kembali mengusap punggung Flower. Tak hanya itu saja, Malik pun menyerahkan segelas air minum yang memang selalu tersedia di atas nakas pada Flower.
"Minumlah." Ucap Malik karena melihat Flower enggan untuk meminumnya.
Mendengar perintah Malik akhirnya membuat Flower menurut dan meminumnya. Isakan tangis Flower masih terdengar jelas di telinga Malik. Istrinya itu benar-benar terlihat sangat menyedihkan sampai menangis seperti saat ini.
Setelah melihat Flower cukup tenang, Malik pun duduk di sisi ranjang dan menatap Flower intens. "Sekarang ayo katakan hal apa yang membuatmu menangis seperti ini." Pinta Malik.
Flower mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya menggunakan kedua tangannya layaknya anak kecil. "Aku takut." Ucapnya kemudian.
__ADS_1
"Takut?" Kening Malik menyerngit. "Takut karena apa?" Tanya Malik.
"Aku takut menjadi janda." Ucap Flower lalu tertunduk.
Malik semakin menyerngitkan keningnya. "Kenapa kau sampai berpikiran seperti itu?" Tanya Malik kemudian.
"Malik, bukankah kau menikahiku hanya karena ada anak ini? Berarti setelah anak ini lahir kau akan meninggalkanku bukan?" Tanya Flower lirih.
"Kau ini bicara apa?" Malik menaikkan nada suara. Hampir saja ia lepas kontrol mendengar perkataan istrinya itu. Malik pun berusaha mengatur emosinya lalu kembali bersuara. "Kenapa kau sampai berpemikiran seperti itu?" Tanya Malik kemudian.
Malik mengusap kasar wajahnya untuk melampiaskan rasa kesalnya saat ini. "Bagaimana bisa kau berpemikiran sejauh itu? Pernikahan bukanlah hal yang main-main. Jika pada akhirnya aku hanya akan meninggalkanmu dan anak kita lalu untuk apa aku menikahimu? Aku bisa saja bertanggung jawab dengan hanya memberikan nafkah untuk anak kita." Ucap Malik.
Flower mengangkat kepalanya hingga kini tatapan matanya dan Malik beradu. Wajahnya nampak kembali basah karena ia kembali menangis saat mengatakan kekhawatirannya pada Malik.
"Tapi kau memiliki seorang kekasih. Kau meninggalkannya karena aku sedang mengandung anakmu. Kalian bisa kembali lagi di saat aku sudah melahirkan." Ucap Flower.
__ADS_1
Malik menggelengkan kepalanya. "Jangan lagi berpikiran buruk seperti itu. Aku meninggalkannya bukan hanya karena dirimu tapi juga anak kita. Lagi pula aku tidak akan kembali pada wanita yang telah menduakanku." Ucap Malik tegas.
Flower tertegun mendengarnya. "Emila menduakanmu?" Lirihnya.
Malik hanya diam karena enggan untuk membahasnya.
"Malik?" Flower kembali menuntut jawaban.
"Jangan membahasnya lagi di depanku." Tekan Malik.
Flower menganggukkan kepalanya. "Jadi apa kau tidak akan meninggalkanku setelah aku melahirkan nanti? Daddy telah menjauhiku karena aku telah mengecewakannya. Aku takut kau juga akan melakukan hal yang sama di saat aku sedang membutuhkanmu." Ucap Flower.
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Ucap Malik tegas dan penuh penekanan.
***
__ADS_1
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗