One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kembali bertemu


__ADS_3

Flower akhirnya mengiyakannya. Lagi pula ia tidak ingin terlalu lama berdebat dengan suaminya yang hanya akan membuat waktu berbelanja mereka semakin tersisa sedikit.


"Ayo Yura." Ajak Flower.


Yura mengiyakannya lalu mereka pun melangkah ke arah deretan baju yang cukup menarik perhatian mereka. Malik pun mengikuti istrinya kemana pun istrinya melangkah.


Sepuluh menit berlalu Malik masih merasa aman karena sosok yang tidak ingin dilihatnya masih tidak terlihat. Flower pun masih nampak nyaman memilih-milih baju bersama dengan Yura.


"Apa baju ini bagus untukku Yura?" Tanya Flower. Menunjukkan sebuah dress bewarna biru pastel kepada Yura.


"Bagus. Tapi sepertinya cukup besar untukmu." Komentar Yura.


"Aku rasa juga begitu. Emh, bagaimana kalau aku mencobanya dulu saja." Ucap Flower.


"Aku rasa itu bagus. Kalau begitu, ayo." Ajak Yura.


Flower mengangguk lalu mereka melangkah ke arah ruang ganti berada. Sebelum masuk ke area ruang ganti, Yura memberikan peringatan pada Malik untuk tidak mengikuti mereka dan Yura juga menjamin jika Flower aman bersamanya.


Malik terpaksa mengiyakannya. Lagi pula akan tidak nyaman jika ia berada di antara para wanita yang sedang mengantri mencoba baju.


"Bagaimana?" Tanya Flower setelah memakai dress tersebut.

__ADS_1


"Sedikit kebesaran." Komentar Yura.


"Kau benar. Kalau begitu aku akan bertanya pada karyawan apakah ada ukuran yang lain untuk baju ini." Ucap Flower.


"Baiklah, kalau begitu ayo keluar." Ajak Yura.


Flower membuka dress tersebut dari tubuhnya lalu melangkah keluar bersama dengan Yura. Setelah berada di luar ruangan ganti, pandangan Flower langsung tertuju pada wanita yang sedang membelakanginya yang nampak memakai seragam karyawan toko.


Flower melangkah ke arah wanita itu berada diikuti oleh Yura dan Malik.


"Permisi, Kak. Boleh minta to—" perkataan Flower terhenti saat wanita itu membalikkan tubuhnya hingga ia dapat melihat wanita itu dengan jelas.


"Emila." Ucap Flower dengan wajah terkejut.


"Kau—" perkataan Flower terhenti karena Emila dengan cepat memotongnya.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Emila tersenyum. Ia bersikap ramah dan profesional seperti saat melayani konsumen lainnya.


Flower hanya diam hingga Yura mengambil alih jawaban Flower. "Ya, apakah dress ini ada ukuran lain, maksudku ukuran yang lebih kecil." Ucap Yura sambil menunjukkan dress di tangannya.


Emila menatap dress didepannya lalu meminta untuk mengambilnya. "Tunggu sebentar, ya. Saya cek dulu stoknya di gudang." Pamit Emila.

__ADS_1


Yura mengiyakannya. Sedangkan Flower masih terdiam dengan tatapan terkejutnya.


"Dia bekerja di sini?" Tanya Flower pelan.


Yura menghela nafas. "Ayo duduk dulu sambil menunggunya kembali." Ajak Yura.


Malik yang sudah menduga jika kejadian ini akan terjadi pun menghela nafas panjang.


Flower mengangguk tanpa bersuara. Ia pun melangkah ke arah kursi yang ditunjuk oleh Yura.


"Yura, Emila bekerja di sini? Dia tidak bekerja di perusahaan seperti saat berada di ibu kota." Ucap Flower dengan rasa tak percaya.


"Jangan memikirkan hidupnya." Timpal Malik.


Flower menatap pada suaminya itu. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya. Flower pun sudah menebak apa yang terjadi pada Emila hingga membuatnya tidak bisa diterima bekerja di perusahaan lagi.


"Itu adalah konsekuensi yang harus dia terima sebagai mantan narapidana." Ucap Malik singkat dan dapat dimengerti maksudnya oleh Flower.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2