One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tidak ada alasan


__ADS_3

"A-apa? Mengambilkan mangga muda?" Dad William sampai tergagap menjawab perkataan putrinya. Pun tubuhnya yang terasa lemas membayangkan permintaan dari putrinya itu.


Flower menganggukkan kepalanya tanpa rasa sungkan. "Daddy pasti mau kan menuruti keinginan cucu Daddy?" Flower kembali mengedip-ngedipkan kedua kelopak matanya. Bukan terlihat lucu justru menakutkan di mata Dad William.


"Ta-tapi ada Malik yang bisa kau minta untuk memanjat. Kau tahu umur Daddy sudah tak lagi muda dan—" perkataan Dad William terhenti karena Flower dengan cepat menyanggahnya.


"Cucu kedua Daddy mau Daddy yang mengambilkannya. Lagi pula Flow tidak suka dengan bau tubuh Malik dan tidak suka jika mangga itu diambil olehnya. Flow hanya ingin Dad yang mengambilkannya."


"Tapi umur Daddy—" Dad William kembali menghentikan perkataannya karena Flower kembali menyanggah.


"Ada apa dengan umur Daddy? Bukannya Daddy pernah bilang walau pun umur Daddy tak lagi muda tapi stamina Daddy tidak jauh beda dari Malik?" Skakmat.


Glek


Dad William meneguk salivanya susah payah. Jika sudah begini ia tidak tahu lagi harus berkata-kata seperti apa mencari alasan agar Flower tak menjadikannya tumbal untuk rasa ngidamnya.


"Baiklah, kalau Daddy tidak mau tak masalah." Memasang wajah sendu seolah ingin dikasihani.


Tentu saja melihat perubahan wajah putrinya membuat Dad William tidak tega. Bukankah selama ini Dad William tidak ingin membuat putrinya itu merasa sedih? Dan sekarang putrinya itu bersedih karena dirinya tidak mau mengikuti keinginannya.

__ADS_1


"Baiklah. Daddy akan mengambilkan mangga muda itu untukmu." Finalnya. Tidak mau membuat putrinya itu bersedih.


Byur


Wajah sendu Flower hilang seketika berubah menjadi sebuah senyuman lebar. Seolah mengerti kesenangan ibunya saat ini, Baby pun tertawa-tawa.


"Ehe..." tawanya sambil menatap Dad William.


Baby.... berani sekali kau menertawakan kakekmu sendiri. Dad William hanya bisa menggerutu dalam hati.


"Kalau begitu ayo kita ambil mangganya sekarang Dad!" Flower begitu bersemangat. Ia segera turun dari atas ranjang dan menyerahkan Baby pada Dad William untuk Dad William gendong.


Malang sekali. Kenapa nasibku jadi sama begini dengan menantuku! Dan lagi Dad William hanya bisa menggerutu dalam hati.


Ceklek


Suara pintu kamar Baby yang terdengar terbuka mengalihkan perhatian Flower dan Dad William ke sumber suara.


"Flower, kau ingin kemana?" Malik melangkah menghampiri istrinya sambil bertanya.

__ADS_1


"Mengambil mangga muda." Jawab Flower seraya tersenyum.


"Mangga muda?" Ulang Malik.


Flower mengangguk dengan senyuman menghiasi wajahnya. "Tadi Daddy masuk ke dalam kamar menawarkan untuk mengambil mangga muda. Tentu saja aku langsung mengiyakannya karena aku sangat menginginkannya." Jawab Flower.


"Apa?" Dad William membulatkan kedua bola matanya. Putrinya bilang apa tadi? Ia menawarkan untuk mengambilkan mangga muda? Bukankah putrinya itu yang memintanya mengambilkan mangga muda tadi? Wah, wah. Putrinya ini memang sangat pandai bersandiwara.


"Daddy kenapa? Bukankah benar jika Daddy yang menawarkannya tadi pada Flow?" Memasang wajah polosnya bertanya pada Dad William.


Dad William merasa tak kuasa menidakkan perkataan putrinya. Terpaksa ia mengikuti perkataan putrinya dengan menganggukkan kepalanya.


"Wah, Daddy sangat baik sekali ya." Malik tersenyum tipis. Senyuman itu dapat diartikan oleh Dad William adalah senyuman mengejek untuknya.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2