
.
.
.
“Coba tebak, darimana aku mendapatkan itu”
“Sayang…apa maksudmu hm?” tanya Hans mendekati istrinya namun sekali lagi Selena mengacungkan pisau membuat Hans langsung memundurkan langkahnya.
Selena melemparkan pisaunya, pisau itu menancap sempurna di dinding. Yolanda seketika gemetar melihat pisau yang tertancap sempurna didinding. Jika sampai wanita itu mengarahkan pisau kepadanya tadi, itu pasti akan menembus tulang tengkoraknya.
“Nyonya Georgino, jika anda ingin membunuh saya. Sewa pembunuh bayaran dengan kemampuan menghilangkan bukti yang ada. Anda tau, lencana yang anda pegang. Ditemukan di tumpukan mayat yang anda minta menghabisi saya, Daniel, dan juga Joe. Dan pastinya…keluarga Chu ikut campur dalam hal ini”
Ucapan Selena langsung membuat Hans seketika menatap Yolanda dan Mamanya. Jadi orang yang mencelakai istrinya dan membuat istrinya koma selama 1 bulan adalah Mamanya sendiri?!.
“Ka-kau! A-apa yang kau katakan hah?! Apa kau punya bukti?!”
“Nona Chu, ketakutan anda…bisa menjadi bukti yang kuat” jawab Selena.
“Jangan bicara sembarangan! Aku tidak pernah melakukan hal menjijikan seperti itu!”
“Oh ya? Lalu, lencana yang berada di tangan Hans…itu adalah lencana yang ditemukan di bawah sofa disaat kejadian ada orang yang menusuk dan menembak perut saya. Masih ingat, Nyonya Georgino?”
Moses yang mendengar itu langsung berlari kearah Selena, saat tangan pria itu terangkat Selena terlebih dulu menendang perut Moses hingga tersungkur beberapa meter kebelakang.
“Dan Hans…kau tau, alasan aku tinggal bersama Leo hari itu?”
“Katakan”
“Karena adik-adikmu, masuk kedalam rumah. Dan hendak melecehkanku, mereka membuat pingsan para bodyguard dan Bibi Na. Jika kau tidak percaya, kau bisa tanya langsung kepada tersangkanya”
Krakkkkk!!
Hans langsung menginjak tangan kanan Moses dengan kuat. Pria itu langsung berteriak kesakitan dibuatnya, Hans menatap adiknya geram. Ternyata ucapan Mamanya hari itu bukanlah sebuah bualan belaka.
Para bodyguard langsung mengepung Selena melihat tak ada senjata apapun ditubuh gadis itu.
“Anda tak seharusnya datang kemari Nyonya muda Iskandar” ucap mereka dengan senyum sinisnya.
“Hmph, hanya untuk menangani gadis berumur 18 tahun kalian harus bersama-sama?. 20 orang dewasa melawan 1 gadis, ck. Memalukan”
“Oh atau begini saja. Aku punya penawaran yang menguntungkan. Minta maaf kepada Mamaku maka kuanggap semua perbuatan kalian tidak pernah terjadi”
“Jangan harap! Aku tidak sudi minta maaf kepada Mamamu! Seharusnya dia yang bersujud dikakiku!”
“Maka saya akan membawa kasus ini ke meja hijau Nyonya, coba bayangkan. Nyonya Georgino yang terhormat akan mendekam di penjara dengan tuduhan, pembunuhan berencana, penculikan, dan melukai Tuan dan Nona muda dari keluarga besar dengan sengaja. Wah…pasti akan menjadi berita besar, dan saya yakin…media pasti sangat tertarik dengan topik ini”
“Ka-kau!!” ucap Yeni gemetar.
Yeni mengepalkan tangannya, sejak kapan gadis yang dulu bisa ia tindas seenaknya berubah menjadi gadis yang pandai bicara dan menyudutkan begini?!. Ia bisa dihukum mati jika gadis sial*n didepannya ini benar-benar membawa kasus itu ke meja hijau. Terlebih lagi kejadian waktu Itu melibatkan pewaris utama keluarga Jasson yang sangat disegani!.
__ADS_1
“Sayang…bisa kita bicarakan ini baik-baik?” tanya Hans mencoba memberikan pengertian kepada istrinya.
“Maaf, kebaikanku selama ini…hanya akan menjadi penghancur untuk diriku sendiri. Aku tak ingin berbuat baik, anggap Selenamu yang dulu sudah mati Hans”
“Tidak…jangan bicara seperti itu, kumohon…” lirih Hans.
“Hans…kita punya urusan kita sendiri”
Mata Selena bergulir menatap bodyguard yang berdiri dibelakang para Tuan muda Georgino. Mereka…mereka adalah orang yang sudah membunuh anaknya. Mereka…harus mati hari ini juga.
“Kalian…jika kalian punya nyali, maju dan lawan aku”
“Nyonya muda Iskandar, anda hanya gadis berumur 18 tahun. Tidak pantas bagi kami melawan anda”
“Tidak pantas bagaimana? Bukankah kalian sudah hampir membunuhku? Kenapa hari ini kalian ragu untuk melawanku? Aku hanya seorang gadis berumur 18 tahun”
“Karena anda memaksa, kami hanya bisa mengabulkannya” pria-pria itu melepaskan jaz hitam mereka dan mendekati Selena.
“Jika kalian berani menyentuhnya!!! Jangan harap aku akan mengampuni kalian!!!” geram Hans.
“Hans…lebih baik kau pikirkan cara untuk menyelesaikan masalah kita”
Selena melepaskan perban yang menghiasi telapak tangannya. Ia menatap bekas luka yang sudah hampir menghilang, luka tusuk…tak apalah. Hitung-hitung sebagai pengalaman, luka sayatan, luka tusuk, dan luka tembak…sempurna.
“1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12, dan 13! Jumlah kalian pas…hari ini…aku akan membuat kalian bertemu dengan tuhan. Jika kalian bertemu dengan tuhan, tanyakan alasan kenapa dia membuatku hidup seperti ini ya”
Pria-pria itu langsung berlari dan menyerang Selena. Saat Hans akan bergerak salah satu bodyguard langsung menyuntikan obat bius membuat tubuh Hans langsung terjatuh ke lantai.
“Tidak…jangan…lukai…istriku…” ucap Hans sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya.
“Nyonya muda Iskandar…hari ini, kami yang akan membuat anda menemui tuhan terlebih dulu”
“Tidak…bukan aku yang mati hari ini, tapi kalian. Kalian harus membayar…nyawa yang sudah kalian hilangkan”
Selena dengan lihai menghindari dan menangkis serangan dari 13 pria yang sedang melawannya. Pria-pria itu adalah bodyguard khusus kediaman Georgino. Tentu saja kemampuan bertarung mereka lebih tinggi daripada bodyguard lain. Tapi dalam hal bela diri, jangankan bodyguard…Paman-pamannya saja angkat tangan jika melawannya.
Selena mengeluarkan sebuah pisau dan menancapkan pisau itu disalah satu mata bodyguard. Bodyguard itu langsung berteriak kesakitan, para bodyguard lain mengeraskan rahang mereka. Gerakan gadis muda didepan mereka ini, benar-benar tidak bisa dibaca.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain.
Leo dengan panik menghubunggi semua bawahannya untuk mencari istrinya. Tubuhnya gemetar dengan hebat, ia benar-benar takut jika sampai istrinya berada dalam bahaya.
“Cari istriku di manapun dia berada!! Jika perlu keluarkan semua drone yang ada! Aku akan membunuh kalian semua jika sampai istriku sehelai saja rambut istriku berkurang!!!!”
“Ba-baik Tuan muda!”
Sama halnya dengan Leo. Daniel dan Joe pun kebingungan mencari di mana keberadaan Selena. Daniel mengacak rambutnya dengan frustasi, keadaan Selena belum begitu baik dan sudah hilang entah kemana.
“Daniel! Bagaimana jika kita cek di kediaman Georgino?!”
“Tidak! Kita tidak bisa kesana, akses masuk kesana hanya dimiliki anggota keluarga Georgino! Selena tidak mungkin bisa kesana!”
Joe memukul kaca mobilnya dengan kuat membuat kaca itu langsung hancur. Sial*n! Bagaimana bisa Selena punya keberanian sebesar itu untuk kabur malam-malam?! Tanpa ditemani siapapun pula!.
.
.
.
.
.
.
Para Alexandra tersenyum puas melihat sebuah tayangan live yang sedang mereka lihat bersama Hendrick. Inilah yang mereka inginkan selama ini.
“Itu keponakanku!” ucap Deon dengan bangganya. Akhirnya keponakan tercintanya menunjukan kemampuannya hari ini.
“Itu anak Ruvelis!” sinis Hendrick. Benar, Selena dan Ruvelis adalah Ayah dan anak. Tak heran jika Selena punya keberanian yang sama dengan Ruvelis. Lembut diluar, seram didalam. Terlihat begitu lemah lembut dan sopan, tapi jika sudah geram seperti iblis yang menjelma menjadi manusia.
Jeff fokus melihat rekaman yang terlihat jelas menampakan Selena tengah berkelahi dengan para bodyguard Yeni. Mereka mempunyai beberapa drone yang secara khusus dibuat untuk mengawasi Selena kemanapun gadis itu pergi. Dan drone itu sudah mulai bekerja sejak beberapa minggu yang lalu.
“Sebaiknya kita memberitau Leo tentang ini, kalian tau sendiri bagaimana khawatirnya Leo jika Selena hilang dari pandangannya”
“Ya, nanti kukirim rekaman ini kepada Leo. Aku tidak mau dia mengamuk dan menghancurkan kamp 3…lagi…” jawab Liekai.
“Beberapa hari lagi, Leo sudah masuk ke kamp. Semoga keponakanku tidak marah kepadaku nanti” ucap Hendrick memijat pelipis matanya, jangan sampai Selena mem blacklist nomor ponselnya lagi seperti tahun lalu.
.
.
.
__ADS_1