Our Last Love

Our Last Love
Chapter 31 : Aku merindukanmu


__ADS_3

.


.


.


Hans membuka matanya perlahan. Gerry yang melihat itu langsung menekan tombol disamping ranjang membuat seorang dokter masuk kedalam ruangan Hans. Dokter itu langsung memeriksa keadaan Hans secara keseluruhan.


“Selena…Selena?!”


Hans duduk dengan terkejut, ia menatap sekitarnya. Ruangan putih yang memiliki bau karbol. Ia berada dirumah sakit? Lalu bagaimana dengan istrinya?.


Hans melepaskan infusnya dan segera berlari keluar dari ruangan mencari dimana keberadaan istrinya. Gerry sontak langsung mengikuti kemana Tuan mudanya akan pergi.


“Gerry, dimana istriku? Dia ada diruangan apa?”


“Tuan muda…anda baru saja sadar. Tolong istirahat…”


“Jawab aku! Dimana Selena?! Dia baik-baik saja?”


Assistant Gerry terdiam mendengar pertanyaan Hans. Semua orang dirumah sakit ini sudah sepakat untuk tidak memberitau Hans maupun Selena tentang kabar buruk ini. Ia tidak bisa memberitau Hans semua kebenaran tentang kondisi Selena. Itu bisa memperburuk suasana.


“Tuan…Nyonya muda masih berada di ICU”


Hans yang mendengarnya langsung masuk kedalam lift dan menuju ICU. Tanpa izin dari dokter Hans langsung masuk kedalam ICU, hati Hans remuk melihat tubuh Selena yang kini terbaring lemah diatas tempat tidur dengan alat-alat yang memenuhi perut datar itu.


“Selena…”


Hans melirih, ia hanya bisa melihat Selena dari kaca. Ia tidak bisa masuk dan mendekap hangat tubuh istrinya. Kenapa istrinya harus mengalami hal buruk seperti ini?. Saat itu seharusnya ia langsung pulang setelah melakukan rapat dan kejadian ini tidak mungkin terjadi. Istrinya pasti masih baik-baik saja.


“Maafkan aku…maafkan aku Selena…aku tak bisa menjagamu dengan baik…”


Alex yang kebetulan masuk untuk memeriksa kondisi Selena terkejut mendapati Hans sudah sadar. Kenapa pria ini ada disini? Untuk apa pria ini menemui Selena tanpa izinnya terlebih dulu?.


“Tuan, kenapa anda disini?”


“Katakan kepadaku, apa yang terjadi kepada istriku!?”


“I-istri? Bukankah dia adik anda?” ucap Alex kebinggungan. Bukankah beberapa hari yang lalu Hans datang dan mengatakan bahwa Selena adalah adiknya? Lalu kenapa sekarang bilang kalau dia suaminya?.

__ADS_1


“Dia istriku! Dia bukan adikku! Sekarang katakan apa yang terjadi kepada Selena!” bentak Hans.


Alex tersentak kaget, beberapa saat kemudian ia memberitahukan apa yang terjadi kepada Selena namun ia tidak menceritakan perihal keguguran yang dialami Selena.


“4…kali…tusukan?” ucap Hans tak percaya.


“Benar, hal itu menyebabkan organ dalam khususnya area lambung dan ginjal mengalami masalah serius. Dan jika tidak melakukan pemeriksaan secara rutin. Saya takut, Rahim istri anda…rusak”


Blarrrrr!!!


Hans kaget bukan main mendengar ucapan Alex. Separah itu luka yang dialami istrinya? Ia benar-benar melakukan kesalahan yang sangat fatal dengan meninggalkan Selena sendirian.


“Dan jika sampai esok hari Selena belum sadarkan diri, dengan berat hari saya bisa menyatakan Selena mengalami koma”


Degh!


*


Yeni menatap sebuah foto ditangannya sembari tersenyum sinis. Akhirnya ia bisa membuat jala*g kecil itu merasakan akibat karena melalaikan peringatannya. Inilah akibatnya jika seseorang berani mengabaikan peringatannya.


“Kau yakin dia mati?”


“Nyonya, meskipun dia tidak mati. Dia pasti mengalami kecacatan, dan Tuan muda pasti akan meninggalkan wanita itu sebentar lagi” jawab seorang pria sembari tersenyum.


“Wanita miskin itu, tak pantas menjadi menantu keluarga Georgino”


Yeni memasukan foto itu kedalam sakunya. Ia akan membuat perayaan atas keberhasilan rencananya. Ia yakin Hans pasti akan meninggalkan Selena karena ia tau, Hans paling benci dengan wanita cacat. Tapi jika wanita itu masih tak mau pergi dari sisi Hans, maka ia akan membuat jala*g itu tak bisa merasakan hidup dengan tenang.


“Aku akan membunuhmu jika kau tak mau meninggalkan Hans…”


#


Hans menggenggam tangan kecil Selena dengan erat. Hari ini, hari terakhirnya untuk membuat Selena bangun. Jika sampai hari ini Selena masih tak kunjung bangun, ia harus merelakan Selena dirawat oleh dokter selama dia koma.


“Sayang…please…wake up…”


Hans meletakan telapak tangan Selena dipipinya. Ini pertama kalinya ia benar-benar takut kehilangan seseorang. Seseorang yang selama ini menemani dan merawatnya dengan penuh kelembutan.


Hans menatap perut istrinya yang dipenuhi alat-alat medis. Ia menyentuh perut datar itu, entah kenapa. Ia merasa sudah kehilangan sesuatu yang amat berharga selain Selena. Kehilangan yang ia tak tau hal apa itu. Namun ia yakin, ia sudah kehilangan sesuatu yang akan membuat Selena terikat kepadanya untuk selamanya.

__ADS_1


Hans berdiri, mendekatkan wajahnya ditelingga Selena. Semoga istrinya bisa bangun sebelum hari berganti.


“Bangunlah…aku merindukanmu…aku merindukanmu…istriku…”


Tes…


Hans mencium dahi Selena hingga air matanya jatuh mengenai dahi Selena. Lama Hans mencium dahi Selena sebelum akhirnya Hans kembali duduk ditempatnya semula.


Tes…


Air mata keluar dari sudut mata Selena membuat Hans langsung berjingkat kaget. Ia membelai lembut pipi istrinya.


“Sayang kau bisa mendengarku?!”


“Alex!!!!” teriak Hans saat mengetahui jari tengah istrinya bergerak.


.


.


.


.


___________________________


.


.


.


.


Happy reading semuanya....


Semoga nggak bosan sama cerita Clara ya....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2