Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 123 : Bukti cinta


__ADS_3

.


.


.


Dengan geram Hans langsung memukul pipi Daniel. Daniel tersenyum, ia mengusap darah di sudut bibirnya. Para tangan kanan Daniel langsung kelabakan mencari kotak obat.


“Aku baik-baik saja, kalian keluarlah. Jangan mengganggu”


Para tangan kanan itu mematuhi ucapan Tuan mudanya, mereka segera keluar dari ruangan Daniel. Daniel berdiri dari tempat duduknya, daripada dengan kekerasan…untuk membalas…ia lebih suka menjatuhkan mental seseorang dengan kata-kata daripada dengan kekerasan.


“Apa yang kau banggakan Hans? Pengaruh keluargamu? Kekayaanmu? Atau martabatmu? Hans…taukah kau? Itu semua tidak berguna! Itu semua tidak berguna! Kau membanggakan apa yang kau miliki sekarang? Tapi sadarkah kau Hans…bahwa…kau sudah menghancurkan hidup seorang gadis baik-baik dengan semua itu! Gadis yang selalu melayanimu dengan baik, gadis itu juga yang kau hancurkan dengan tanganmu. Dan tanpa kau sadari…kau menghancurkan masa depanmu sendiri. Menghancurkan apa yang akan segera kau miliki saat ini, menghancurkannya tanpa sisa sedikitpun”


Hans seketika terdiam mendengar ucapan Daniel.


“Sebuah batu yang kau anggap tidak memiliki nilai, kini menjadi berlian yang begitu indah yang memiliki nilai tinggi. Tuhan menghukummu, dengan merenggut semua yang akan menjadi kebahagiaanmu. Pegang kata-kataku, uangmu…tidak akan bisa membeli kebahagiaanmu yang sudah hilang. Selena kini benar-benar bahagia bersama dengan Leo, dia mendapatkan cinta yang seharusnya ia dapatkan dari seorang pria yang sangat tulus mencintainya. Memberikan apa yang dia inginkan, memperhatikan perasaannya, dan membuatnya merasa hangat dan nyaman berada disisinya”


“Cukup! Tutup mulutmu Daniel…” geram Hans.


“Seorang gadis cantik, berbakat, dan juga lemah lembut…dihancurkan dengan sebuah batu yang dilemparkan oleh seseorang. Dan kutegaskan Hans…kau dan Selena tidak memiliki hubungan apa-apa, kontrak pernikahaan kalian tidak sah. Jadi anggap saja, apa yang dilakukan Selena dan yang kau lakukan kepada Selena…adalah ‘hadiah’ dari tuhan. Merenggut kesucian seorang gadis baik-baik lalu membuangnya begitu saja? Memang pantas disebut iblis!”


Daniel mengembang senyum sinis melihat wajah terpaku Hans, ucapannya masih belum seberapa daripada ucapan Leo jika sudah berhadapan dengan orang yang menjengkelkan.


“Dan juga…sebentar lagi…Selena akan menjadi seorang Ibu dari anak-anak Leo. Dan kuperingatkan Hans…jika sampai kau berani menyakiti Selena maupun calon anaknya…kupastikan…aku akan menghanguskan semua anggota keluargamu. Tak peduli siapa mereka” bisik Daniel tepat ditelinga Hans.


Wajah Hans memucat seketika…Daniel bilang apa? Selena sedang hamil? Selena sedang mengandung anak Leo?! Tidak! Ia tidak bisa menerima ini! Ia tidak rela jika Selena mengandung anak dari pria lain!.


“Seorang gadis yang awalnya kau pikir tidak mempunyai apa-apa…kini bergelar sebagai Nyonya muda Iskandar. Dan sebentar lagi…gelar itu akan berubah…menjadi Nyonya besar keluarga Iskandar…jadi jangan macam-macam Hans…dan seharusnya kau sudah tau bagaimana sifat Selena. Selena akan menjadi seorang Ibu dari anak-anak Leo, ahhhh…membayangkannya saja sudah terlihat benar-benar menyenangkan. Penderitaannya bersamamu…kini hampir terbayar dengan kehadiran Leo disisinya. Dan kau pikir…kau bisa menghancurkan kebahagiaan mereka? Jangan harap!”


“Apa yang seharusnya menjadi milikmu…kini menjadi milik Leo…terima saja karma atas perbuatanmu dan perbuatan keluargamu! Sekarang pergi dari perusahaanku, sebelum…kupanggil Jennifer kemari untuk menyeretmu pergi”


“Kau bisa mengatakan hal itu sekarang Daniel…Jennifer mungkin sainganku sekarang, tapi jangan harap itu akan berlangsung lama…” ucap Hans sembari mengukir senyum sinis. Pertama…ia harus melupakan Selena untuk sementara, setelah itu…setelah ia membunuh Jennifer…ia akan mengambil Selena kembali dari Leo. Meskipun ia melakukannya dengan cara kotor.


Drttttt drttttttt…

__ADS_1


Ponsel Daniel berdering, Daniel mengukir senyum melihat nama Selena di layar ponselnya. Kebetulan sekali…


“Ya Selena?” tanya Daniel sembari mengeraskan volume telfon ponselnya.


“Daniel…bisakah kau membelikanku kepala muda saat kembali? Ryu ingin itu”


“Hmmmm…kelapa muda? Kupikir bumil biasanya menginginkan mangga muda”


“Ha! Benar-benar! Belikan itu sekalian! Bayiku pasti senang nanti!”


“Ya, aku akan membelikannya untukmu. Mau berapa?”


“Terserah…tapi…kau yang belikan ya? Jangan suruh Sekretarismu…”


“Baiklah, apa yang tidak untukmu?”


“Jangan menggoda istri orang! Leo tau kepalamu ditebas nanti!”


“Iya iya, lagipula Leo masih ada di kamp 3 kan? Jadi sepertinya aku akan aman untuk sementara”


“Ya…semoga saja tidak”


“Hei! Dia itu suamiku! Dia sangat mencintaiku, mana mungkin dia tidak mau bertemu dengan istri dan calon anaknya?!”


Mendengar ucapan Selena membuat bibir Daniel mengukir senyum sinis sembari menatap Hans yang tengah mengepalkan tangannya penuh kegeraman, wajah pria itu memerah menahan amarah.


“Oh? Apa buktinya jika Leo mencintaimu?”


“Bukti? Buktinya, dia memberikan semua aset yang dimilikinya kepadaku. Dia mengatas namakan perusahaannya atas namaku. Dan tentu saja! Dia membuatku memiliki anaknya! Leo memperlakukanku dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang. Dan dia pernah bilang 'Hanya kau yang akan wanitaku, kau yang pertama dan terakhir untukku' apa itu masih belum cukup?”


Daniel menelan ludahnya dengan kasar, apa itu benar?! Leo mengatas namakan semua asetnya atas nama Selena?! Ia terkejut mengingat betapa banyaknya aset yang dimiliki Tuan muda yang satu itu. Sejak kecil sudah menjadi sultan, sekarang setelah menikah malah menjadi Kaisar?! Keren! Leo benar-benar cinta mati dengan Selena.


“Wahhhh…Leo ternyata cinta mati ya denganmu’


“Apa kau baru menyadarinya? Hei hei hei, apa kau tau? Banyak nomor baru di ponsel pemberianmu! Aku belum mencoba menelfon mereka, apa kau tau darimana nomor-nomor itu berasal?”

__ADS_1


“Hm? Aku tidak tau, coba tanya suamimu saja nanti. Mungkin dia memasukkan nomor-nomor penting kedalam ponselmu”


“Ahhhh itu masuk akal, jadi kapan kau akan kembali? Aku benar-benar menginginkan kelapa muda”


“Sebentar lagi, aku masih ada urusan dengan Hans. Oh ya, kau mau bicara dengan Hans?”


“Tidak perlu. Kami sudah tidak memiliki hubungan lagi, aku sudah bersuami. Aku ingin menghormati suamiku, kumatikan ya telfonnya”


“Iy-”


Tut….


Daniel menghembuskan nafasnya, ia belum selesai bicara tapi Selena sudah terlebih dulu menutup telfonnya. Dasar Nyonya muda Iskandar!.


“Bagaimana Hans?” tanya Daniel.


“Dasar bajin*an!” sinis Hans.


“Tidak punya kaca ya? Tapi…kau dengar sendiri kan apa yang Selena katakan? Leo berani memberikan seluruh hartanya kepada wanita yang dicintainya. Sedangkan kau? Apa yang Selena dapatkan saat bersamamu? Dia tidak mendapatkan apa-apa! Kau hanya membuatnya menderita! Mungkin kau berhasil membuatnya senang di beberapa moment, tapi sekarang…kesenangan itu musnah! Beranikah kau melakukan seperti apa yang Leo lakukan? Apa kau berani memberikan seluruh hartamu kepada wanita yang kau cintai? Seperti tidak…Selena bahkan hanya mendapat gelar ‘Istri kontrak Tuan muda Georgino’ saat berada di sisimu. Sedangkan Leo? Leo pernah bilang kepadaku, bahwa dia pernah berjanji kepada Selena bahwasannya jika terjadi sesuatu kepada Leo. Gelar Nyonya muda/besar Iskandar tidak akan dicabut darinya…untuk selamanya…meskipun dia sudah menikah dengan pria lain. Beranikah kau melakukan itu?” tanya Daniel sekali lagi.


“Jika kau ada di posisi itu, beranikah kau melakukan hal yang sama juga Daniel?” tanya Hans.


“Hm? Memberikan seluruh hartaku kepada wanita yang kucintai? Tentu saja! Bahkan nyawa sekalipun! Jika itu bisa membuat wanita yang kucintai bahagia, aku akan mengorbankannya!”


“Kau tidak memikirkan konsekuensinya jika melakukan itu?” ucap Hans sembari tersenyum sinis. Ia tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu!.


“Hemph, itulah yang menjadi kebodohanmu Hans. Kau selalu memikirkan konsekuensi yang akan datang, padahal kau belum menjalankannya. Memang kau dan Leo sangat berbeda, kau tau kata-kata yang sangat berharga untuk seorang wanita kau cintai? Kata-kata itu adalah ‘Tugasku hanya membuatnya bahagia, menyakitinya…aku tak sanggup melakukannya. Lebih baik aku kehilangan harga diriku daripada harus menyakiti wanita yang kucintai. Selama aku bisa membuatnya bahagia, kenapa aku harus membuatnya menderita?’ itu adalah kata-kata yang diucapkan Leo kepadaku saat aku bertanya ‘Sanggupkah kau menyakiti hati istrimu?’ itu hanya sebuah kata-kata Hans, namun sangat bermakna. Belajarlah dari itu!”


Daniel membenarkan jaznya dan keluar dari ruangannya. Hans mengepalkan tangannya dengan geram. Sial! Pria ini…bernainya dia memojokkannya dengan cara seperti ini! Inilah salah satu alasan mengapa ia membenci dari keluarga Jasson, mereka bukan hanya pintar tapi mereka jenius dalam membalikkan keadaan dan memutar balikkan pertanyaan bahkan keadaan sekalipun.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2