Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 121 : Bukan suatu ketidaksengajaan


__ADS_3

.


.


.


Jennifer menggigit bibir bawahnya, Mamanya mengalami kecelakaan saat hari itu. Di hari itu juga ke-3 Jenderal besar dikirim keluar dari Negara, Selena juga jatuh sakit saat hari itu membuat Jenssica dan para Alexandra lebih fokus kepada Selena daripada masalah yang ada di hari itu. dan itu membuat keluarga Georgino yang sebelumnya menempati posisi nomor 7 menerjang masuk ke nomor 4. Apa semua kejadian dihari itu memiliki hubungan dengan keluarga Georgino?! Dan jika diingat lagi, kematian Tuan Jasson juga bertepatan tangal 30 desember, tepatnya


satu tahun setelah kecelaaan yang di alami Mamanya. Wahhh benar-benar rencana yang hebat.


“Aku minta, sekarang juga…Mama telfon Paman Hendrick dan minta dia kemari. Aku ingin…dia yang menjelaskan ini semua kepadaku”


“Ba-baiklah”


“Hendrick…aku benar-benar tidak bisa membantumu kali ini. Selesaikan masalahmu sendiri dan jangan tarik aku untuk ikut campur” batin Jennifer keluar dari ruangan putrinya.


Sesaat kepergian Jennifer, Daniel masuk kedalam kamar itu dan duduk disebelah Selena.


“Ada apa hm? Kenapa marah?”


Selena mencoba bangkit dari posisi tidurnya, Daniel yang melihat itu langsung membantu Selena untuk duduk.


“Apa kau ingat? Kapan orang tuanmu meninggal Daniel?”


“Paman bilang kepadaku jika Papa dan Mama meninggal karena kecelakaan di jalan Victoria, 30 Desember tahun xxxx. Disaat umurmu menginjak 3 tahun” jawab Daniel menundukan kepalanya.


“Taukah kau Daniel? Nenek meninggal di jalan itu dan ditanggal yang sama dan juga bulan yang sama. Tepatnya, 1 tahun sebelum kematian kedua orang tuamu. Dan kau pikir apa itu hanya sebuah ketidak sengajaan semata? Bagaimana bisa, mereka ber-2 meninggal ditempat yang sama…dan ditanggal dan bulan yang sama?”


Daniel berpikir sejenak, benar…Pamannya bilang jika Papa dan Mamanya meninggal karena sebuah tebrakan beruntun yang disebabkan oleh sebuah truk.


“Dan juga, kecelakaan Nenek, dikarenakan oleh sebuah truk dan itu membuat kecelakaan beruntun di jalan itu” tambah Selena.

__ADS_1


“Kau tenang saja Selena, aku akan emmbantumu mencari tau hal ini” ucap Daniel.


Selena menggigit bibir bawahnya, tidak ada sesuatu yang aneh didalam foto itu. Tapi entah kenapa setiap melihat foto itu…kegelisahan muncul di hatinya. Ada ketakutan yang tidak bisa ia ungkapkan.


*


Disisi lain…


Hendrick yang berada didalam pesawat menggigit kukunya, apa yang ingin Selena bicarakan dengannya? Kenapa Jennifer bilang bahwa dia tidak akan mau membantunya lagi kali ini? Apa Selena marah kepadanya? Apa yang membuat gadis itu marah kepadanya? Apa ia sudah membuat kesalahan yang fatal hingga Selena marah kepadanya?.


“Selena hanya ingin bicara sesuatu kepadamu, untuk apa kau setakut ini?” tanya Deon.


“Kau tidak sedang berada di posisiku Deon” jawab Hendrick dengan tatapan sinisnya.


Deon dan adik-adiknya menghembuskan nafas mereka, yah…mereka pernah berada di posisi Hendrick. Dan itu rasanya seperti akan menjalani eksekusi dari Jenderal besar terdahulu. Bahkan itu lebih menyeramkan daripada dihukum langsung oleh kakak tertua mereka.


.


.


.


Hendrick mengetuk pintu kamar rawat Selena dengan wajah pucatnya. Sial*n! Ia benar-benar takut dengan putri Ruvelis ini! Aisi kejamnya benar-benar lenyap begitu saja dalam beberapa detik.


“Masuk Paman”


Hendrick menghembuskan nafasnya, menyiapkan mental untuk menghadapi Selena. Ia membuka pintu itu dengan perlahan, Daniel menahan tawanya melihat wajah pucat sekaligus gugup dari Hendrick. Ternyata bukan hanya Joe yang tidak berani melawan Selena, seorang Jenderal besar yang dihormati seperti Hendrick bisa takut kepada gadis berusia 18 tahun.


“Keluarlah Daniel, dan kunci pintunya” ucap Selena sembari tersenyum.


“Baiklah, kalau ada apa-apa. Panggil aku”

__ADS_1


Daniel keluar dari ruangan Selena dan menguncinya, Hendrick berdiri sedikit jauh dari Selena. Aura gadis itu benar-benar membuatnya sesak nafas.


Selena menunjukan foto kepada Hendrick, Hendrick terdiam…inikah alasan Selena memintanya datang kemari secara tiba-tiba? Sial*n! Ia harus bicara apa sekarang?! Apa ia harus berkata jujur hari ini?! Jujur terkena masalah, tapi bohong lebih parah lagi. Lebih baik ia jujur, risiko matinya lebih sedikit. Masih ada Jennifer yang juga akan terkena hukuman nanti.


“Seharusnya Paman tau, apa yang perlu Paman jelaskan kepadaku”


“…”


Hendrick terdiam sejenak, ia tak berani menjawab perkataan gadis yang sedang duduk di atas tempat tidur itu.


“Baiklah, Paman juga tidak mungkin menyembunyikan ini selamanya darimu”


“Katakanlah”


“Hari itu, hari ulang tahunmu yang ke-2. Papamu, ingin mengajakmu ke taman bermain untuk merayakannya hari itu. tapi…secara tiba-tiba, Tuan besar memintanya untuk segera berangkat bersamaku dan Pamanmu George. Dia bilang hari itu. kamp unit 1 sampai 7 mengalami masalah serius bahkan termasuk kamp utama. Papamu awalnya menolak perintah itu karena dia sudah berjanji kepadamu, untuk menemanimu dalam satu hari penuh…


…Tapi, Tuan besar mengeluarkan perintah resmi yang membuat Papamu mau tidak mau harus menjalankan perintah itu. Di hari itu juga, Papamu, aku, dan Paman Georgemu diberangkatkan bersama. Tempat itu berada di Negara T, Paman tidak ingat jelas di mana tempatnya. Tapi yang jelas, disana terdapat makam pribadi milik keluarga Jasson. Dan disana juga, tanpa sengaja kami bertemu dengan Reynaldo yaitu Papa dari Daniel. Reynaldo bilang, dia diperintahkan Tuan besar untuk bergabung bersama kami. Tanpa pikir panjang, kami menyetujui untuknya masuk menagani masalah itu bersama-sama…


…Dan ternyata, hari itu…stempel rahasia dari kamp utama hilang saat pengiriman menuju kamp 3, disitulah kami tau bahwa tugas kali ini benar-benar tidak bisa diabaikan. Kami ber-4 benar-benar  bingung tentang apa yang harus kami lakukan saat itu. Dan dihari itu juga, tiba-tiba kecelakaan maut terjadi kepada nenekmu…Nyonya besar Leonardo. Mendengar hal itu, Papamu benar-benar frustasi. Dia ingin segera pulang namun tugas belum terselesaikan, jadi dia tetap bersama kami hingga beberapa hari…


…Dan beberapa hari setelahnya, kami mendengar kabar bahwa kau jatuh sakit. Hari itu juga, Papamu memutuskan untuk segera kembali. Tapi kami menahannya, karena tanpa dia…pencarian stempel itu tidak akan berhasil. Hari itu, emosi Papamu benar-benar tidak stabil. Kami seperti melihat wujud awal dari seorang Jenderal besar Ruvelis. Keesokan harinya, dengan segala cara yang kami lakukan…Papamu akhirnya berhasil menemukan stempel itu. Karena stempel sudah ditemukan, di langsung bergegas pulang untuk menemuimu yang masih berada di PICU saat itu…


…Sehari setelah Papamu pulang, kami juga ikut pulang. Dan ternyata kami mendengar bahwa keluarga Georgino menerobos masuk kedalam deretan 4 keluarga besar. Papamu benar-benar tidak bisa menerima hal itu…emosinya kembali tidak stabil. Mendengar kau jatuh sakit dan tidak sadarkan diri ditambah dengan masuknya keluarga Georgino kedalam deretan 4 keluarga besar. Setelahnya, dalam kurun waktu 2 hari…Papamu menemukan fakta bahwa, masuknya keluarga Georgino kedalam 4 keluarga besar karena mereka sudah menggunakan stempel rahasia dari kamp utama untuk mendapatkan posisi di kemiliteran…


…Saat itu, kondisi kamp unit 1 sampai 7 benar-benar tidak stabil lagi. Orang-orang di kamp itu menentang keras masuknya keluarga Georgino kedalam kemiliteran. Namun sebuah hal mengejutkan terjadi, Hans…pria itu entah dengan cara apa tiba-tiba dia menguasai penuh wilayah barat. Melihat kamp yang terus menerus kacau karena Papamu lepas tangan, Tuan besar akhirnya mengizinkan keluarga Georgino untuk masuk kedalam deretan keluarga besar. Tentu saja, hal itu menimpulkan sebuah masalah besar. Papamu…hari itu juga, dia mengeluarkan perintah resmi pertamanya. Dan dengan perintah resmi itu, langsung menutup semua masalah yang timbul saat itu juga…


…Sampai hari itu…kau masih belum sadarkan diri. Ratusan dokter datang memeriksa dan hasilnya sama. Mereka tidak bisa membuatmu sadar, kau tau bagaimana sifat Papamu. Dia menghabisi beberapa dokter dengan alasan yang tidak jelas, diagnosis semua dokter itu sama. Mereka tidak bisa menyimpulkan apa yang terjadi kepadamu saat itu. Lelah dengan pengobatan yang ada di Skotlandia, Papamu memutuskan untuk pergi ke Jerman. Beberapa hari setelahnya, akhirnya kau sadarkan diri dan itu membuat Papamu benar-benar lega. Dia mulai mengontrol semua kamp yang mengalami kekacauan…”


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2