Our Last Love

Our Last Love
Chapter 9 : Malam pertama


__ADS_3

.


.


.


_______***_______


Joe mengantarkan Selena pulang, ia sengaja mengantarkan Selena lebih awal. Ia takut Selena akan dilukai lagi oleh suaminya karena pulang larut. Hari ini banyak kebisuan yang terjadi antara Joe dan Selena yang membuat Selena merasa bersalah.


Joe bukan marah kepada Selena, ia melakukan ini agar Selena mau sedikit terbuka kepadanya. Ia tidak ingin mental Selena terganggu hanya karena terus menyembunyikan kesedihannya.


“Besok kujemput lagi, kita berangkat lebih pagi” kata Joe.


“Baiklah” jawab Selena sembari tersenyum.


Joe tersenyum lalu pergi begitu saja. Selena segera masuk kerumah nya, ia melirik jam dinding yang masih menunjukan pukul 7. Seharusnya suaminya belum pulang. Ia menyentuh kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.


Selena segera menganti pakaian nya dan segera membereskan rumah dan memasak untuk suaminya. Tepat pukul 8 malam bel berbunyi, Selena segera membuka pintu.


Hans mendorong tubuh Selena hingga membentur dinding. Hans menatap geram Selena.


“Bukankah tadi aku sudah menyuruhmu pulang? Kenapa kau tidak pulang?”


“Ma-maaf…ha-hari ini tugas kuliah terlalu banyak…” jawab Selena terbata-bata karena takut Hans akan menamparnya kembali.


Hans mengukir senyum sinis, ia memasukan obat kedalam mulutnya dan segera mencium Selena. Hans menyalurkan obat itu, Selena tersentak kaget merasakan sebuah benda masuk kedalam tenggorokan nya. Hans melepaskan ciuman nya dan tersenyum sinis.


Selena langsung terduduk di lantai, apa yang baru saja masuk kedalam tubuhnya?.

__ADS_1


Hans berjongkok menyamakan tingginya dengan Selena. Ia mendongkakan kepala Selena dan tersenyum wajah Selena yang begitu merah. Obat itu mulai bekerja. Malam ini Selena sendirilah yang melemparkan dirinya sendiri kepada pelukan seorang Hans.


Hans kembali mencium Selena, pandangan Selena mulai buram. Akal sehatnya mulai menghilang, ia memeluk leher Hans membuat pria itu tersenyum. Selena membalas ciuman Hans membuat lidah mereka membelit satu


sama lain.


“Ini tidak nyaman…” lirih Selena sukses membuat Hans menggigit bibir bawahnya.


“Sebentar lagi kau akan merasa nyaman…” kata Hans menggendong Selena menuju kamarnya.


Hans mengunci pintu dan melemparkan Selena ketempat tidurnya. Ia berjalan mendekati Selena yang mengeliat sembari melepas dasi dan jaznya.


Hans menindih tubuh Selena, ia mengikat kedua tangan Selena menggunakan dasinya dan terus menciumi bibir Selena.


Pria itu mulai melepaskan pakaian Selena satu persatu. Ia menggigit bibir bawahnya melihat Selena yang sudah tidak memakai benang sehelaipun.


Tangan Hans mulai beraba kemana-mana. Tangan itu meremas dada Selena sedangkan bibirnya tak mau pindah dari bibir Selena. Selena memukuli dada Hans karena kehabisan nafas. Hans tersenyum, tangan nya membelai lembut bibir Selena. Sungguh, ini pertama kalinya ia sangat menginginkan seorang wanita.


“Malam ini, kau milikku! Walaupun kau berteriak kesakitan, jangan harap aku akan melepaskanmu”


Para bodyguard yang berjaga diluar rumah megah itu menelan ludah mendengar suara laknat yang berasal dari kamar Boss mereka. Boss mereka itu tega sekali membiarkan mereka mendengar suara-suara mistis itu. Mereka kan juga ingin!.


Malam yang begitu indah menjadi saksi bisu percintaan Hans dan Selena.


________


Hans bangun terlebih dulu daripada Selena. Pria itu menatap Selena yang tertidur dengan wajah lelahnya. Ia menatap darah yang berada di sprei putih itu. Sungguh kemarin malam ia tidak menyangka berhasil membawa Selena jatuh kedalam permainanya. Bermain-main sebelum langsung kepermainan inti itulah yang ia lakukan untuk membuat bodyguardnya sengsara.


“Hah…malam pertamaku akhirnya terjadi juga” guman Hans.

__ADS_1


Hans kembali menatap Selena. Sekarang ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Selena setelah bangun nanti. Hans segera menuju kamar mandi dan membasuh tubuhnya.


“Sial…gadis itu benar-benar membuatku kecanduan…” ucap Hans memukul dinding.


Setelah selesai mandi Hans merapikan pakaiannya dan Selena yang berserakan dimana-mana. Ia menggendong Selena kekamarnya sendiri. Ia memasangkan pakaian yang baru ditubuh Selena. Setelah selesai ia membereskan


kamarnya sendiri.


Senyum tipis tampak terpampang dibibir Hans saat melihat darah di sprei putihnya.


Setelah membereskan semuanya Hans langsung menuju ke kantornya. Saat dikantornya ia melamun, awalnya ia hanya ingin menikahi Selena diatas kontrak. Namun sekarang ia malah melakukan tugasnya sebagai suami. Entah kenapa perasaan-nya selalu campur aduk setiap hari setelah menikahi Selena.


“Kontrak hanya akan berjalan beberapa bulan lagi, setelah itu kami akan berpisah dan tak saling mengenal lagi…”


*


Selena bangun dari tidurnya. Ia langsung merasakan sakit disekujur tubuhnya, ia kenapa lagi?. Selena kembali memeganggi kepalanya, bagaimana bisa ia tertidur dikamarnya?. Ia ingat betul jika ia sedang memasak didapur, lalu siapa yang memindahkan nya kesini?. Hans tidak mungkin melakukannya bukan?.


Ia mencoba turun dari tempat tidur namun kakinya terasa benar-benar lemas membuatnya langsung jatuh ke lantai. Ia memeganggi area intinya yang terasa sangat sakit.


“A-ada apa denganku?”


Dengan kaki yang gemetar hebat Selena mencoba masuk ke kamar mandi. Ia berendam air hangat berharap rasa sakitnya bisa sedikit berkurang. Setelah selesai ia menatap jam dinding yang menunjukan pukul 6 pagi. Ia harus bersiap untuk pergi kuliah karena ia dijemput oleh Joe.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2