Our Last Love

Our Last Love
Chapter 32 : Kebenaran yang terungkap


__ADS_3

.


.


.


Alex dengan beberapa dokter yang lain masuk kedalam ruangan Selena mendengar teriakan Hans. Alex menyuruh Hans keluar agar ia bisa fokus menangani Selena. Namun saat hendak beranjak pergi tangan Hans digenggam erat oleh Selena. Alex dan beberapa dokter yang lain saling melirik dan menganggukkan kepala.


Hans mencoba melepaskan genggaman tangan istrinya namun tidak bisa. Ia menatap Alex meminta jawaban.


“Anda tetap disini kalau begitu” ucap Alex.


*


Selena hanya bisa tersenyum dan menghapus air mata Hans yang tak henti-hentinya mengalir membasahi pipi. Ia yang sakit tapi Hans yang menangis seperti ini. Suaminya bisa menangis juga ternyata. Lucunya kalau begini…


Hans menggenggam tangan Selena sembari menciumi telapak tangan Selena. Ia bersyukur karena istrinya bisa bangun sebelum hari berganti.


“Sudah…jangan menangis…” ucap Selena dengan parau.


“Maafkan aku…aku tak bisa menjagamu…aku membuatmu terluka lagi…”


“Hans…jangan meminta maaf…aku sudah baik-baik saja…berhentilah menangis…”


“Owwww…”


“Ada apa?!” tanya Hans sontak berdiri.


“Perutku sakit…”


Hans membuka selimut dan baju Selena. Ia membeku melihat darah lagi-lagi keluar dari perut datar itu. Dengan cepat ia kembali menekan tombol membuat Alex langsung masuk kedalam ruangan tanpa perlu menunggu lama.


Alex menatap prihatin perut Selena. Dengan hati-hati ia melepaskan perban yang melingkari perut Selena. Hans menatap syock luka yang dialami istrinya. Ia sering melihat luka seperti ini, tapi ia tak pernah melihat wanita terluka separah ini sebelumnya.


Alex dengan hati-hati membersihkan darah yang keluar dan mengobati luka Selena lalu membalut kembali luka Selena.


“Kau harus lebih banyak istirahat, jangan banyak bergerak sebelum lukanya kering. Dan Tuan, mohon bantuannya”

__ADS_1


“I-iya…”


Alex keluar dari ruangan itu. Hans kembali duduk dan membelai lembut kepala Selena.


“Lukanya pasti sakit…”


“Sudah tidak terlalu…jangan menangis lagi dong!” ucap Selena sedikit tertawa melihat mata Hans yang sudah berkaca-kaca.


“Kenapa kau tidak bersembunyi saat mereka datang? Mereka bilang apa kepadamu?”


Kini mata Selena yang berkaca-kaca. Bukan Hans, Hans sontak duduk ditepi ranjang dan memeluk tubuh kecil istrinya. Ia ceroboh, tak seharusnya ia bertanya tentang ini terlebih dulu.


“Hiks…kenapa kau tidak datang? Aku ketakutan…” Selena menangis memeluk punggung Hans erat.


Hans memeluk kepala istrinya erat. Sudah ia duga sejak tadi Selena menyembunyikan ketakutannya demi tidak membuatnya khawatir lagi. Selena hanya seorang gadis 18 tahun yang tak begitu paham tentang dunia luar, dan dia sudah menghadapi kejahatan seperti ini.


Hans masih bisa sedikit lega karena pria-pria itu tidak mencelakai area vital istrinya. Jika tidak, ia harus benar-benar siap melepaskan Selena. Untuk selamanya.


“Hiks…pria-pria itu menembakku Hans…aku takut…kenapa mereka melakukan ini kepadaku Hans…aku salah apa kepada mereka? Hiks…aku sangat ketakutan…kenapa kau tidak ada…”


Hans merangkup kedua pipi Selena, ia mencium bibir selena lembut mencoba menenangkan istrinya agar lukanya tidak berdarah lagi. Selena membalas ciuman lembut suaminya dengan air mata yang mengalir.


Hans melepaskan ciumannya, mengusap lembut pipi istrinya sembari menghapus air mata itu.


“Semuanya baik-baik saja, kau aman…”


“Hiks hiks hiks…”


Joe yang berada diluar ruangan mengepalkan tangannya. Pria itu, ia ingat siapa pria itu…pria yang dengan kasar menarik Selena pergi dari pesta waktu itu adalah suaminya? Dederick Hans Georgino?! Anak pertama keluarga Georgino, anak dari wanita sial*n yang berani menyakiti adik kesayangannya?.


Tak bisa diterima, ia tak rela pria kasar itu bisa memiliki Selena. Selena dulu pernah bilang bahwa pria yang membawanya pergi dari pesta waktu itu adalah kakaknya, namun sebenarnya pria itu adalah suaminya?. Kenapa Selena berbohong kepadanya?.


Pantas…pantas saja saat ia menyelidiki identitas suami Selena hari itu, bodyguardnya tak bisa menemukan apapun. Kenapa?! Kenapa harus anggota keluarga Georgino yang menjadi suami Selena?! Apa untungnya Hans menikahi Selena? Apa Hans menikmati saat-saat menyiksa adik kesayangan nya itu?!.


Sejak dulu, sejak kakek buyutnya masih muda. Keluarga Georgino adalah keluarga yang menjadi musuh utama keluarganya, sampai saat ini. Rasa benci itu tidak pernah berkurang sedikitpun. Keluarga yang angkuh setiap saatnya, menjunjung tinggi keturunan membuat tak sedikit dari beberapa keluarga berpengaruh menaruh rasa benci.


Rasa benci yang sudah mendarah daging didalam keluarganya. Sekarang Selena bagian dari keluarganya, dan Selena mempunyai suami yang berasal dari keluarga Georgino.

__ADS_1


Rahang Joe mengeras, apa ia benar-benar harus memusnahkan keluarga Georgino sehingga keluarganya bisa hidup tenang dan Selena bisa aman?. Dan ia yakin 100% dalang dibalik celakanya Selena ini adalah anggota keluarga Georgino.


“Dederick Hans Georgino, ibumu memperlakukan Selena seperti seorang pembantu. Dia begitu kasar kepada adikku. Maka jangan salahkan aku melakukan hal yang sama kepada ibumu nanti…dia yang terlebih dulu cari mati dengan psychopath sepertiku”


Joe pergi dari ruangan Selena dan menuju ruangan kakaknya dirawat. Joe menatap sendu wajah pucat kakaknya yang kini terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.


Ia duduk dikursi yang tersedia. Sampai kapan keluarganya harus terus seperti ini? Berpura-pura lemah dan bermain dibalik bayangan demi sebuah keamanan.


Sampai kapan? Sampai kapan keluarganya harus terus bersabar menghadapi tingkah keluarga Georgino yang semakin hari semakin seenaknya? Kenapa Mamanya tidak menurunkan perintah untuk memusnahkan keluarga Georgino? Ia bisa main pintar. Tak perlu takut jika ada polisi yang menemukan jejak. Jika ada polisi yang berhasil menemukan jejaknya, maka ia hanya perlu membunuh polisi itu.


.


.


.


.


**********


.


.


.


.


Happy reading semuanya....


Semoga nggak bosan sama cerita Clara ya....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2