Our Last Love

Our Last Love
Chapter 22 : Menjauhlah!


__ADS_3

.


.


.


2 hari kemudian>>


Selena mengepel lantai rumah sakit sembari bersenandung kecil. Beberapa dokter yang lewat mengerutkan kening mereka melihat Selena yang tengah mengepel koridor rumah sakit.


Beberapa dokter itu saling memandang dan memutuskan untuk menghampiri Selena.


“Assistant Selena, kenapa kau mengepel? Ini bukan tugasmu bukan?”


“Ah, tidak apa dokter Yoon. Tadi Bibi yang pengepel terlihat sedang sakit, aku menyuruhnya istirahat”


“Tapi ini bukan tugasmu, apa dokter Eugene dan Alex tidak mencarimu?”


“Tidak, aku sudah izin kepada mereka” bohong Selena.


Dokter-dokter itu saling menatap dan menganggukkan kepala setelah itu pergi dari hadapan Selena. Sejujurnya mereka iri kepada Selena yang berhasil mendapatkan posisi sebagai Assistant 2 dokter pria top dirumah sakit. Tapi melihat skill dan kecerdasan Selena, wajar jika gadis muda itu mendapatkan posisi itu.


Selena melanjutkan acara mengepelnya. Ini bukan hal berat untuknya karena ia sudah terbiasa melakukan ini sejak kecil.


Seorang wanita menatap dingin Selena dari sebuah mobil yang terparkir disebrang jalan rumah sakit. Apa itu pekerjaaan istri putranya? Benar-benar memalukan!. Bisa-bisanya putranya mendapat seorang wanita yang mempunyai pekerjaan sebagai cleaning service. Sangat-sangat memalukan.


“Aku sendiri yang akan bicara kepadanya nanti, jalan”


“Baik Nyonya…”


Mobil itu pergi menjauh dari rumah sakit. Sesaat kepergiannya 2 dokter tampan menghampiri Selena, mereka merebut alat pel dari tangan Selena membuat gadis itu memajukan bibirnya.


“Untuk apa kau melakukan ini? Gajimu kurang ya? Akan kunaikkan”

__ADS_1


“Dokter Alex, tidak begitu. Saya hanya bosan”


“Jangan banyak alasan, ikut kami keruang operasi”


“Benar kata Alex, ini juga bukan tugasmu. Ayo ikut kami keruang operasi, kami akan menepati janji kami” ujar dokter Eugene sembari memainkan rambut panjang Selena.


“Serius?!”


“Apa kami terlihat sedang bercanda dimatamu? Perlu kucarikan dokter mata untukmu?”


Selena tertawa pelan mendengar ucapan dokter muda itu. Ia pun mengikuti kedua dokter itu masuk kedalam ruang operasi.


.


.


.


Selena menatap ponsel ditangannya sembari menunggu sebuah taxi lewat. Namun saat tengah menunggu taxi Selena dihampiri oleh beberapa pria memakai jaz hitam.


“Ka-kalian siapa?” tanya Selena memundurkan langkahnya.


“Kami tidak akan menyakiti anda, tapi mohon anda ikut kami. Hanya sebentar”


Selena menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam mobil yang disediakan pria itu. Selena memainkan jarinya hingga mobil itu berhenti disebuah café yang terletak cukup jauh dari rumah sakit.


Selena masuk kedalam café itu, ia menelan ludahnya melihat seorang wanita cantik yang tengah duduk sembari meminum kopi. Ia membungkukan badannya dan duduk dihadapan wanita itu.


“Selena Yunki Alexandra. Kau tau siapa aku?”


Selena mengerutkan keningnya, tak sembarang orang bisa tau nama lengkapnya. Ia yakin, wanita didepannya ini adalah Nyonya dari keluarga ternama. Ia harus pintar menangani ini. Jika tidak ia bisa terlibat masalah


“Maaf, saya tidak tau siapa anda. Tapi boleh saya tau, kenapa anda ingin menemui saya?”

__ADS_1


“Hmph, kau pikir kau siapa hingga aku ingin menemuimu?”


Sudut bibir Selena sedikit terangkat, bukankah wanita ini memang ingin menemuinya hingga meminta bantuan bodyguard membawanya?.


Yeni mengeluarkan sebuah cek yang berisi 50 juta dollar dari tasnya. Sepertinya drama Korea yang sering ia tonton berguna juga. Ia tau maksud wanita ini.


“Aku minta kau, tinggalkan Hans dan bawa uang ini. Jangan pernah temui Hans lagi kedepannya”


Dheg!


Selena tersentak kaget mendengar ucapan wanita didepannya ini. Jangan-jangan wanita ini adalah…


“Aku Yeni, ibu Hans”


“A-ah…”


“Ya, aku minta kau tinggalkan putraku dan pergi jauh darisini”


Selena menggigit bibir bawahnya, sungguh. Ia merasa nyaman berada didekat Hans akhir-akhir ini, kenapa disaat ia sudah mulai nyaman terhadap Hans malah datang sebuah penghancur?.


“Maaf, tapi saya tidak bisa”


PLAKKKK


Yeni langsung menampar pipi Selena dengan keras. Tak hanya menampar wanita itu juga menyiram kepala Selena menggunakan kopi. Selena hanya bisa diam, ia tak bisa melawan. Ia benci kelemahan nya, ia benar-benar membenci itu.


“Kau pikir, seorang cleaning service sepertimu pantas untuk Hans. Wanita yang tidak bisa dibanggakan sedikitpun! Kau hanya sebuah benalu dikehidupan Hans! Dan perlu kau ketahui! Hans sudah punya tunangan! Jadi menjauhlah!”


Degh!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2