
.
.
.
Brakkkkkkk!!!
Hans mengebrak meja kerjanya dengan keras. Pria didepannya ini, semakin ia diam maka pria ini akan semakin melunjak. Jika ia tidak ingin menceraikan Selena kenapa? Toh itu urusannya, apa hubungannya dengan Leo?! Selama dendamnya pada Jennifer berkobar, maka ia tak akan pernah melepaskan Selena.
“Sekali lagi kutegaskan, jangan urusi urusanku Leo…”
Leo berdiri dari tempat duduknya dan menatap tajam mata Hans yang kini juga tengah menatapnya dengan tajam. Jansen dan sahabat Hans yang lain menelan ludah mereka dengan kasar. Entah kenapa mereka merasa sedang berada dimedan peperangan saat ini.
“Dan juga kutegaskan kepadamu, lepaskan istriku. Maka, aku akan menganggap hutang keluargamu kepada Selena terbayar lunas”
“Apa maksudmu sial*n?! Punya hutang apa keluargaku kepada Selena?!”
“Nyawa!” geram Leo. Calon anak yang berada di kandungan Dearnya sudah gugur, dan itu termasuk hutang keluarga Georgino kepada Dearnya!.
Bugh!!
Hans langsung memukul pipi Leo dengan kuat, Leo mengeraskan rahangnya dan memukul pipi Hans sama kuatnya. Jangan pikir ia berada di perusahaan Hans maka ia tak berani menyakiti Hans.
“Sekarang kutanya kepadamu! Apa yang kau tau tentang istrimu?! Kau tau makanan kesukaannya?! Kau tau minuman kesukaannya?! Kau tau kapan ulang tahunnya?!” bentak Leo menarik kerah baju Hans dengan kuat.
Hans terdiam, ia tak mengetahui apapun tentang istrinya. Ia tidak mengetahui itu karena tidak ada cinta dipernikahan mereka.
“Kau tidak tau kan?! Bahkan kau tidak tau! Jika Selena Yunki Leonardo bukanlah nama aslinya!” bentak Leo sekali
lagi.
“A-apa?”
“Kenapa?! Kaget?! Benar yang kau dengar! Selena Yunki Leonardo bukanlah nama aslinya! Jadi, kontrak pernikahanmu dengan Dearku itu tidak sah! Dan tidak akan pernah sah!” geram Leo.
Tubuh Hans seketika lemas, Selena Yunki Leonardo bukanlah nama asli Selena? Jadi selama ini ia dipermainkan oleh Jennifer?! Wanita kurang ajar itu, ia akan melenyapkan wanita itu secepatnya.
“Hans…percayalah ucapanku. Selama kau tidak ingin melepaskan istrimu, selama kau terus membuatnya menangis. Percayalah, satu persatu orang disekitarmu…akan menerima konsekuensinya”
Leo mengeluarkan foto pernikahannya dengan Selena. Hans menatap tak percaya foto itu, wanita yang berdiri disamping Leo. Itu adalah wanitanya!.
“Dasar bajin*an!” geram Hans.
__ADS_1
“Dengan menyakiti Selena, kau menghancurkan apa yang akan menjadi kebahagianmu Hans. Tunggu saja karma atas perbuatanmu dan keluargamu. Dan percayalah…istrimu tak seperti yang kau pikirkan selama ini” dingin Daniel.
“Sekali lagi kutanya kepadamu Hans, apa yang kau tau tentang istrimu?” ujar Leo.
“Jika aku tidak mengetahui apapun tentang Selena apa urusannya denganmu hah?!” bentak Hans geram.
“Urusannya denganku?! Hans! Aku akan memberitaumu! Sejak kecil, dia tidak pernah dibentak oleh siapapun, dia tak pernah disakiti oleh siapapun. Dan tak seorangpun diperbolehkan membentaknya ataupun menyakitinya! Tapi apa yang kau lakukan saat dia bersama denganmu?! Kau membentaknya! Kau menyakitinya! Sejak kecil, siapapun yang berjanji kepadanya janji itu tidak boleh diingkari! Mengingkari janji kepadanya, jangan harap pernah mendapat kepercayaannya! Dan kutegaskan Hans! Gadis yang kau nikahi sebagai istri kontrak adalah gadis yang dimanja keluarga sejak dia masih bayi! Dia selalu mendapatkan apa yang dia mau, apa yang dia inginkan akan selalu terpenuhi. Kau tak akan pernah bisa, mendapatkan kepercayaan sedikitpun darinya! Dan camkan kata-kataku Hans, dia akan membuat perhitungan dengan keluargamu”
Leo berucap dengan nada geram, sejak kecil istrinya selalu dimanja didalam keluarga Alexandra maupun di kamp militer. Semua orang yang bertemu dengan istrinya harus menundukan kepala sebagai tanda penghormatan. Dan ia benar-benar tidak menyangka, orang seperti Hans. Bisa tidak tau seperti apa latar belakang istrinya.
“Tuan muda Iskandar! Jenderal besar meminta anda untuk segera pergi ke kamp militer!” bodyguard milik Leo menerobos masuk kedalam ruangan Hans.
“Apa?! Jenderal besar memanggilku?!”
“Benar! Terjadi masalah di kamp 3!”
“Siapkan pesawat, aku akan segera kesana”
Leo mengambil kunci mobilnya dan keluar dari ruangan Hans. Sial*n! Kenapa kamp 3 tiba-tiba terjadi masalah?!. Daniel mengepalkan tangannya melihat kepergian Leo. Bajin*an satu itu\, lagi-lagi meninggalkannya seperti ini. Harga dirinya sebagai Tuan muda keluarga Jasson lenyap jika berhadapan dengan Leo. Hanya berhadapan dengan pria itu\, harga dirinya bisa turun drastis.
“Masih tidak mau pergi?” sinis Hans.
“Dih, tanpa kau minta aku juga akan pergi sial*n! Tapi sebelum pergi aku ingin mengatakan sesuatu, Selamat ya…atas pertunanganmu Hans…semoga kalian hidup bahagia”
“Enyahlah!!!”
“Keluar kalian”
“Hans…” lirih Jansen.
“Keluar!!!!” teriak Hans membuat sahabat-sahabatnya langsung keluar dari ruangan mewah itu.
Hans membuka laci mejanya, ia mengambil foto Selena dari dalam sana. Entah kenapa, hatinya benar-benar merindukan istri kecilnya ini.
.
.
.
Selena membuka matanya dengan perlahan, melihat kearah jendela…langit sudah gelap? Sudah berapa lama ia tidur? Dan di mana suaminya? Apa Leo tidak menemaninya malam ini?.
“Kau sudah bangun?”
__ADS_1
“Daniel?”
Daniel menutup pintu dan membantu Selena berbaring. Ia duduk dan memberikan obat kepada Selena. Selena menerima obat dari Daniel dan meminumnya.
“Leo…dia di mana?”
“Tadi siang dia mendapat telfon dari Jenderal besar. Katanya kamp 3 mengalami masalah”
“Kamp 3? Mengalami masalah?” tanya Selena.
“Iya, jadi tadi siang setelah mendapat telfon Leo langsung berangkat”
Selena menghembuskan nafasnya, ternyata kamp 3 mengalami masalah. Pantas saja Paman Hendrick tidak menelfonnya dan memberitau hal ini.
“Oh ya, kau tidak ikut menyusul Leo ke kamp 3?”
“Kamp 3 bukan tempatku Daniel”
“Bukan tempatmu, maksudnya?”
“Leo memang ditempatkan di kamp 3 bersama dengan Paman Liekai dan Jeff, aku akan berada di kamp utama bersama dengan Paman Hendrick dan lainnya”
“Beda kamp?” tanya Daniel bingung. Ia pikir semua calon Jenderal, Jenderal muda, dan Jenderal besar di masukan di kamp yang sama.
“Iya, bukankah kau juga masuk di kamp utama?” jawab Selena dengan pertanyaan.
“Hah? Kapan? Kenapa aku tidak tau?”
Selena menghembuskan nafasnya, sepertinya Daniel belum pernah menginjak kamp sama sekali. Itu berarti untuk mendapatkan posisi Jenderal muda Daniel memerlukan waktu 5 tahun, jika mau lanjut pasti butuh waktu sekitar 7-8 tahun.
“Tunggu Daniel, bukankah seharusnya tahun lalu kau sudah mulai masuk kamp? Kau mengundur waktu?”
“Yah…mau bagaimana lagi, aku lebih tertarik kepada dunia bisnis dan medis”
“Hahahaha, tapi itu sudah kewajibanmu masuk kamp”
“Iya aku tau, aku akan masuk jika kau masuk saja”
“Terserahlah, di mana Joe?”
“Tidak tau, mungkin tidur diruangan Alex”
.
__ADS_1
.
.