
.
.
.
“Hiks…aku menginginkannya…”
.
.
.
Leo memeluk erat Selena yang terisak dipelukannya. Sejak dulu, Selena sangat menyukai anak kecil apalagi seorang anak laki-laki. Menjadi seorang ibu adalah salah satu impian Selena, dulu Selena pernah berkata kepadanya jika mereka menikah nanti Selena ingin memiliki banyak anak laki-laki yang mirip seperti dirinya.
“Aku tak akan pernah mundur untuk mendapatkanmu” batin Leo.
Leo mendorong pelan bahu Selena, ia menghapus air mata kekasihnya. Ia harus mencari tau apa saja yang sudah terjadi kepada kekasihnya selama dia tidak ada. Ia harus tau semuanya, sekecil apapun itu.
“Hiks…maafkan aku…”
“Jangan minta maaf lagi…kau tidak salah…”
Selena kembali masuk kedalam pelukan hangat kekasihnya. Kini Hans jauh dari pikirannya, sekarang ia hanya ingin melepas kerinduannya dengan kekasihnya.
Selena menatap senang ribuan kembang api yang menghiasi senja yang indah. Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-16. Dan kekasihnya memberikan hadiah yang romantis untuknya.
Jembatan yang dipenuhi oleh bunga mawar berwarna warni serta balon udara membuatnya benar-benar terpukau oleh kekasihnya yang bisa menyiapkan semua ini dengan sangat detail.
Leo, pria itu hanya bisa tersenyum melihat kekasihnya yang tengah sibuk melihat kembang api. Ia memakaikan syal dileher kekasihnya dan mengecup singkat pipi kekasihnya.
“Terima kasih…”
“Masih ada hadiahku yang lain untukmu”
Selena mencium bibir kekasihnya dengan lembut. Leo tersenyum dan memeluk pinggang ramping kekasihnya. Lama berciuman akhirnya Leo melepaskan pinggang Selena. Ia berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak cincin dari sakunya.
Selena langsung menutup mulutnya melihat itu. Para bodyguard langsung berjajar rapi dan mengeluarkan setangkai bunga mawar dari jaz mereka.
“Selain karirku sekarang yang dulu ku perjuangkan mati-matian, ada satu hal lagi yang ingin kuperjuangkan hingga aku mati. Kamu. Will you marry me, Selena Yunki Medeltoon Maria Margareth Jhon Alexandra?”
Selena mengusap air matanya dan langsung memeluk kekasihnya dengan erat.
“Aku tak pernah bisa menolak permintaanmu…”
Leo tersenyum senang, ia langsung menggendong Selena dengan tawa yang menyertai. Para bodyguard tersipu malu melihat itu. 15 tahun bersama akhirnya dilamar juga.
Leo mencium bibir Selena dengan lembut setelah itu memasangkan cincin dijari manis calon istrinya.
__ADS_1
“Aku berjanji, setelah semua urusanku selesai aku akan menikahmu. Jadi, siapkah kau menungguku?”
“Aku akan selalu menunggumu”
.
.
.
Leo mengusap lembut pipi Selena yang tengah terlelap disampingnya.
“Aku mencintaimu…”
Dengan perlahan Leo turun dari tempat tidurnya. Ia duduk disofa dan memanggil pengurusnya untuk masuk.
“Ada yang anda butuhkan Tuan muda?”
“Kecilkan suaramu, jangan sampai membangunkan Dear”
“Aku ingin kau mengirim seseorang menyelidiki apa saja yang terjadi kepada Dear selama ini. Jangan sampai terlewatkan sekecil apapun informasi itu”
“Baik…”
Alex masuk kedalam ruangan berniat untuk memeriksa Leo. Tapi matanya membulat ketika melihat Assistantnya tengah tidur di ranjang pasien.
“Duh…ini bocah, disuruh mengantarkan makanan malah tidur”
Alex mendekati Selena, berniat untuk membangunkan gadis itu. Namun saat tangannya hendak menyentuh bahu Selena. Leo langsung mencekal tangan itu.
“Siapa yang memberimu izin menyentuhnya?!”
“Sa-saya hanya ingin membangunkan Assistant saya…” ucap Leo gemetar.
Leo melepaskan tangan Alex, Alex langsung memundurkan langkahnya menjadi jauh dari Selena. Leo kembali duduk disofa.
“Dia…Assistantmu?”
“Be-benar, ka-kalau boleh saya tau…apa Selena kenal dengan anda? Karena setau saya, Selena jarang bisa dekat dengan orang asing”
“Dia itu kenal denganku? Jangankan kenal, dia saja hafal bagaimana kebiasaanku. Dia bahkan nafal betul bagaimana seleraku”
“What?!”
“Ma-maksud anda?”
“Dia, dia tunanganku”
Jdarrrrr!!!
Alex langsung membeku mendengar ucapan dingin Leo. Bukankah Selena istrinya dari Hans?! Lalu kenapa bisa menjadi tunangan Leo?! Apa ada cinta segitiga disini?!.
“Eugene, Daniel, Tuan muda Hans, dan sekarang Tuan muda Leo?! Mantap sekali anda Selena” batin Leo ingin bertepuk tangan untuk kehebatan Assistant kecilnya ini.
“2 tahun lalu aku melamar Selena, namun aku harus pergi menyelesaikan pendidikanku. Mengenaskan bukan? Aku kembali dan harus menerima kenyataan bahwa calon istriku sendiri sudah dinikahi pria lain”
Alex hanya diam tanpa berani berkata apa-apa. Jadi sebelumnya Selena adalah istri Tuan muda Leo namun dinikahi oleh Tuan muda Hans?. Sebenarnya siapa Selena sampai bisa mendapatkan status di ke-3 keluarga besar?.
“Sekarang, kuminta kau menjawab jujur. Apa saja yang kau ketahui tentang kehidupan Selena selama ini”
Glek!
“Ini…”
“Jawab jika tidak…”
__ADS_1
“Hilang sudah harga diriku didepan pria ini” Leo kembali berbicara didalam hatinya.
Leo menelan ludahnya kembali. Entah kenapa pria ini jauh lebih menyeramkan daripada Daniel. Meskipun wajahnya manis tapi kenapa sifatnya 11/12 dengan Joe begini?!.
Melihat Alex yang tak kunjung membuka suara membuat Leo mengeluarkan kartu namanya. Alex menerima kartu nama yang diberikan Leo dan langsung keluar dari ruangan itu menuju ruangannya sendiri.
Alex menghembuskan nafasnya lega dan menatap kartu nama ditangannya.
“Iskandar?!!!”
Mata Alex membulat tak percaya mengetahui marga yang dipakai pasiennya itu.
"Tuan muda Georgino, Tuan muda Jasson, lalu Tuan muda Iskandar. Eugene…sainganmu berat-berat, cari saja wanita lain…”
Alex ingin menangis mengetahui siapa saja yang berhubungan dengan Selena. Sepertinya ia tidak bisa main-main dengan Assistant kecilnya itu. Sekarang Selena menjadi istri dari pewaris utama keluarga Georgino ( Hans ), cinta pertama pewaris utama keluarga Jasson ( Daniel ), dan menjadi calon istri dari pewaris tunggal keluarga Iskandar ( Leo ).
.
.
.
Selena membuka matanya perlahan, Leo tersenyum dan mengecup dahi Selena.
“Dear…lepaskan aku…”
“Tidak mau…”
“Dear…aku harus pulang…Hans akan mencariku nanti”
“Biar, biarkan saja dia tau hubungan kita Dear. Toh bukan aku yang menjadi orang ke-3”
Selena memukul pelan bibir Leo. Pria ini kalau bicara benar-benar tidak bisa disaring. Ia harus pulang, Hans pasti belum makan…ia harus menyiapkan makanan untuk suaminya.
“Dear…Hans masih suamiku, jangan manja begini” kesal Selena.
“Kita tidak bertemu 2 tahun Dear…apa kau tidak merindukanku?”
“Aku merindukanmu, sekarang biarkan aku pulang”
Leo memajukan bibirnya dan melepaskan dekapannya pada tubuh Selena. Selena turun dari tempat tidur dan mengecup singkat pipi Leo sebelum keluar dari kamar mewah itu.
Leo bangun dan duduk bersandar ditempat tidurnya. Beberapa orang masuk kedalam ruangannya, salah satu diantara mereka memberikan sebuah berkas.
Leo menerima berkas itu dan membacanya dengan teliti. Sudut bibir pria itu terangkat, namun beberapa detik setelahnya rahangnya mengeras.
“Dederick Hans Georgino…beraninya kau melukai wanitaku…”
Leo melemparkan berkas itu kepada pengurusnya. Kurang ajar! Pria breng*ek itu berani-beraninya melukai wanitanya.
“Yeni…berani sekali kau menampar gadisku…”
“Tuan muda, apa kami perlu bertindak?”
“Tidak, lebih baik kau main pintar. Aku tak mau Dear curiga”
Orang-orang itu menganggukkan kepala mereka. Leo meremas selimutnya dengan kuat, ternyata calon istrinya sudah terikat kontrak pernikahan selama 1 tahun dengan Hans. Tapi tak masalah, Selena mampu menunggunya 2 tahun, ia hanya perlu menunggu Selena sampai diceraikan oleh Hans.
“Kalian yang berani menyakiti Dear…akan kubalas ratusan kali lipat…”
.
.
.
__ADS_1