
.
.
.
Joe dan Selena menghampiri kedua orang tua mereka hendak meminta izin untuk kelaut bermain jet sky.
“Pa! boleh ya?!” tanya Joe.
“Memangnya Selena bisa?”
“Haish pa, Selena pasti bisa. Ayo!”
“Hei!”
Belum sempat berbicara, Joe langsung menarik Selena masuk kedalam villa untuk mengambil jet sky. Namun saat hendak mengeluarkan jet sky Daniel terlebih dulu mencekal tangan Joe.
“Aku ikut, bahaya jika membiarkanmu sendirian bersama Selena”
“Kenapa begitu?!” kata Joe tak terima.
“Kau kan bocah liar! Sudah! Jangan membantahku!”
Joe mengucurkan bibirnya kesal. Daniel, Joe, dan Selena pun mengeluarkan jet sky dan langsung memainkannya hingga hampir ketengah laut. Saat tengah asik bermain tiba-tiba sekawanan lumba-lumba muncul dan menabrak ke-3 jet sky yang ada membuat Daniel, Joe, dan Selena langsung terjatuh kedalam air.
Para bodyguard yang melihat itu langsung menghampiri menggunakan speed boat. Joe langsung naik ke speed boat sedangkan Daniel menyelam mencari Selena. Selena tak bisa berenang, itulah yang membuat Daniel khawatir saat Joe mengajak Selena bermain jet sky tadi.
Daniel melotot melihat Selena yang sudah pingsan, ia menarik tangan Selena dan naik keatas speed boat.
“Kak! Bagaimana ini?” panik Joe.
“Aku juga tidak tau!”
__ADS_1
“Berikan nafas buatan, cepat!”
“A-apa?!”
“Kau mau Selena mati hah?! Cepat berikan nafas buatan!!” bentak Joe kesal. Jika Selena kenapa-anpa mereka bisa tinggal kepala nanti.
Daniel menatap Selena gelisah, pada akhirnya ia memberikan CPR. Joe menutup matanya melihat kakaknya yang tengah melakukan nafas buatan kepada Selena. Ini namanya mencari kesempatan didalam kesempitan.
“Cough cough!!”
Selena duduk sembari mengeluarkan air didalam tubuhnya. Wajahnya yang pucat membuat Joe sontak mengambil selimut dan memeluk tubuh Selena memberikan kehangatan.
“Kau baik-baik saja?” tanya Joe.
“A-aku ba-baik-baik saja” jawab Selena.
Daniel mengambil handuk dan mengeringkan rambutnya. Ia tersenyum malu ketika bibirnya menyatu dengan bibir Selena. Joe tersenyum melihat gelagat aneh kakaknya.
“Ciuman pertamaku…” guman Daniel merona.
“Sudah cukup bermain airnya, bawa Selena dan Joe untuk berendam air panas. Jangan sampai mereka demam”
Beberapa pengurus berdatangan dan membawa Selena dan Joe kepemandian air panas. Sedangkan Daniel memilih untuk langsung pergi kekamarnya.
Daniel menatap kesal dirinya dari cermin. Ia mencium Selena disaat Selena tak sadarkan diri, entah kenapa ia merasa bersalah akan hal itu. Tapi jika ia tidak melakukan CPR Selena bisa mati, ada rasa senang juga bersalah dalam dirinya. Ia akan meminta maaf kepada Selena nanti.
.
.
.
Daniel berjalan menghampiri kamar Joe yang juga menjadi kamar Selena. Ia mengetuk pintu beberapa kali hingga mendengar suara Joe yang memperbolehkannya masuk.
__ADS_1
“Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?” tanya Daniel.
Selena menganggukkan kepalanya perlahan, kondisinya sudah lebih baik berkat Joe yang terus menemaninya disini.
“Kak, kau mau coklat panas? Malam ini dingin”
“Tidak, terima kasih. Bisa tinggalkan aku dan Selena sendiri”
“Mau apa kau?! Janganlah macam-macam!” sinis Joe.
Daniel tersenyum, tangannya dengan cepat menarik kearah baju belakang Joe dan melemparkan tubuh itu keluar dari kamar. Sejak pagi Joe benar-benar membuatnya kehabisan kesabaran.
Selena menatap binggung Daniel yang tiba-tiba ingin bicara berdua kepadanya.
“Selena, aku…ingin minta maaf kepadamu” kata Daniel.
“Untuk?”
“Ta-tadi a-aku memberikan nafas buatan untukmu”
Selena terdiam mendengar ucapan Daniel. Sepertinya, seru juga jika menggoda kakak laki-lakinya ini.
Daniel menelan ludahnya melihat Selena yang hanya diam tanpa mengatakan apa-apa. Habislah, pasti Selena marah kepadanya. Ia salah seharusnya ia meminta izin dulu tadi. Tapi Selena pingsan, mau izin bagaimana?.
“Marah ya? Maaf…” kata Daniel.
Selena tertawa kecil mendengar ucapan Daniel, ia belum mengatakan apapun tapi Daniel sudah 2 kali mengucapkan maaf kepadanya. Kelak, wanita yang berhasil mendapatkan Daniel pasti beruntung mendapatkan suami seperti Daniel.
“Daniel, tak perlu meminta maaf. Aku berterima kasih kepadamu karena sudah menyelamatkanku. Jika kau tak ada aku mungkin sudah mati tenggelam. Jadi tak perlu meminta maaf” kata Selena sembari tersenyum.
Daniel tersenyum lega mendengar ucapan lembut Selena. Untunglah Selena tak marah kepadanya. Perasaannya sedikit tenang sekarang. Untunglah Selena mau memaafkannya.
.
__ADS_1
.
.