Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 198 : I'm Queen


__ADS_3

.


.


.


Semua orang yang berada di pengadilan itu tercengang melihat Selena yang ditampar keras oleh Lucio, Selena mengusap sudut bibirnya yang berdarah karena tamparan Lucio. Wah, pria itu ini berani sekali ya menamparnya dihadapan keluarganya. Wait…sejak kapan Kakeknya membawa pedang?.


Bugh!!!


Daniel memukul pipi Lucio dengan keras dan langsung memeluk erat Selena, Selena tentu terkejut mendapati Daniel yang dengan beraninya memukul pipi Lucio yang menyebabkan pria itu langsung tersungkur.


“Siapa yang memberimu hak menampar Selena hah?!” geram Daniel kepada Lucio yang jatuh tersungkur sembari mengeluarkan darah dari mulutnya.


“Apa yang kau lakukan Daniel?!!” bentak Hans geram, ia membantu Papanya untuk berdiri.


Nahl dan Nike menahan Hendrick yang hendak berandak dari tempatnya begitupun dengan Deon, Jeff, Alexa, dan Liekai yang tengah menahan Zachery, Rafindra dan juga Tuan besar Leonardo yang hendak turun tangan. Mereka semua bisa berada dalam masalah jika ke-4 pria ini turun tangan langsung.


“Setelah sidang ini selesai! Laksanakan hukuman penggal untuk Lucio!! Tapi sebelum itu, siksa dia dikursi listrik lalu kuliti dia sebelum dipenggal” geram Zachery.


“Siap laksanakan!” jawab beberapa orang jaksa langsung membuat tubuh Yeni lemas.


“Apa yang anda lakukan Tuan?! Jelas-jelas Selena yang terlebih dulu memancing keributan ini dengan menghina keluarga kami!! Papa saya hanya menamparnya sebagai tanda agar dia menjaga ucapannya! Lagipula Tuan muda Jasson sudah memukul Papa saya sebagai balasan!” ucap Arion.


“Tak ada yang perlu dijaga dari ucapannya!” bentak Mikayra.


“Kau baik-baik saja? Ayo pergi, biar kuobati dulu bibirmu” ucap Daniel merangkup kedua pipi Selena.


“Aku baik-baik saja, terima kasih”


Plak!


Selena menepis tangan Hans dengan spontan ketika tangan pria itu hendak memukul Daniel. Selena langsung menatap tajam kedua mata Hans membuat pria itu langsung mengurungkan niatnya untuk memukul Daniel. Sial…bagaimana bisa ia sekarang tidak bisa berkutik sedikitpun dihadapan Selena?.


“Kau sentuh Daniel…”


“Dia sudah memukul Papaku! Lalu atas dasar apa dia menjatuhkan hukuman mati untuk Papaku? Jawab aku Selena!” ucap Hans mengepalkan tangannya.


“Kau tak terima? Papamu menamparku, kau tak ingin membelaku? Ahhhh, jika dipikir kau memang jarang mau membelaku”


“Itu-”


“Aku membencimu” bisik Selena langsung membuat Hans diam seribu bahasa.


“Kita lanjutkan sidangnya”


Suasana mulai menjadi tenang meskipun tampak raut wajah Hendrick, Zachery, Nahl dan juga Rafindra yang masam, mereka tidak terima, bisa-bisanya Lucio menampar Selena dihadapan begitu banyak orang.


Menit demi menit berlalu, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam dan 5 jam kemudian akhirnya beberapa bukti telah selesai diputar dan saksi-saksi didatangkan yang langsung membuat pengacara keluarga Georgino tak berani melakukan eksepsi terhadap semua pertanyaan yang diberikan Selena serta saksi yang dihadirkan. Kini hanya perlu menyelesaikan dakwaan mengenai kematian Alice dan penyabotasean pesawan George.


“Sebelum kita sampai di 2 dakwaan terakhir, saya ingin mengajukan satu pertanyaan untuk Yeni yang mulia”


“Dipersilahkan”


“Yeni, jika kau berlutut dihadapanku dan dihadapan keluargaku sembari meminta maaf dan mengakui semua kesalahanmu, maka aku tak akan melakukan apa yang sedang kupikirkan saat ini”


“Tidak akan!! Aku tidak akan pernah meminta maaf kepada wanita ****** seperti dirimu!” bentak Yeni dengan wajah piasnya. Sialn! Ia kebobolan banyak! Bisa-bisanya wanita ini mendapatkan begitu banyak bukti dan saksi atas kejahatan yang sudah disimpan rapi oleh suaminya selama bertahun-tahun?! Jika bukan karena Rafindra dan Dion yang berkhianat keluarganya tak akan menjadi seperti ini! ia tak akan mengampuni 2 orang yang tak tau berterima kasih itu!.


“YENI!!!” teriak Mikayra tak mampu lagi menahan emosinya, ia sudah cukup bersabar mendengar ucapan kasar Yeni kepada cucunya, ia tidak bisa menoleransi ucapan wanita itu lagi, ini pertama kalinya ia mendengar dan melihat dengan sendiri bagaimana orang luar memperlakukan cucu kesayangannya. Ia akan membunuh wanita itu setelah sidang selesai!.


“Redakan amarah Oma, Nara bisa menanganinya”


“Baiklah, kalau begitu mari kita buka kembali…kasus mengerikan 10 tahun lalu, yang menimpa putrimu hingga membuatmu membunuh Mama angkatku” ucap Selena.


“Yeni, bukankah kau membunuh Mama angkatku karena Mama angkatku telah membunuh anak kesayanganmu sekaligus putri satu-satunya keluarga Georgino? Tapi jika aku mengatakan bahwa bukan Mama angkatku yang membunuh anakmu bagaimana?” tanya Selena sembari mendekatkan wajahnya pada wajah Yeni.


“A-apa?” ucap Yeni dan Hans secara bersamaan.


“10 tahun lalu, Nona ke-2 keluarga Leonardo, Jennifer Maria Leonardo mendekam dipenjara selama beberapa hari karena tuntutan yang dibuat oleh keluaga Georgino yang berisikan data bahwa Nona ke-2 keluarga Leonardo telah membunuh putri keluarga Georgino, Alice. Tapi jika sampai kasus ini terbukti tidak benar adanya, aku akan menambahkan tuntutan palsu kepada keluarga Georgino”


“Apa maksudmu Selena?! Kenapa kau berbicara seolah-olah bukan Jennifer yang membunuh adikku?!” tanya Hans.


“Turunkan nada bicaramu” geram Daniel.


“Kau jangan ikut campur Daniel! Ini tidak ada hubungannya denganmu! Ini urusanku dengan Selena!” bentak Hans.


“Ada! Selena sekarang menjadi tanggung jawabku! Dan jika sampai kau membentaknya sekali lagi, jangan salahkan aku main tangan”


“Kenapa?! Kau ingin bertarung denganku?!” bentak Hans yang tak mampu mengendalikan emosinya lagi.


“Hans, keluarlah jika kau masih tidak bisa diam. Aku tidak main tangan terhadapmu bukan berarti aku mengasihanimu, tapi aku masih menghormati anakku yang gugur. Camkan itu”

__ADS_1


DEGH!!


Hans kembali terdiam bungkam atas ucapan Selena, sial…kenapa dadanya lagi-lagi sakit begini?.


“Mari kita lanjutkan”


“10 tahun yang lalu, terjadi pembunuhan tragis yang membuat media gempar bahkan beberapa tangan kanan dari Jenderal muda harus turun tangan. Itu adalah kematian dari Alice, putri keluarga Georgino yang mati dengan tubuh terbelah menjadi 2, kepala terpenggal, organ dalam tercecer, dan juga potongan tubuh yang dibuang di sembarang tempat. Saya harap para hadirin tidak melupakan hal itu”


Lucio mengerutkan keningnya, bagaimana bisa wanita ini tau kondisi mayar putrinya saat itu? Padahal ia sudah menutup rapat-rapat berita itu dan menggantinya dengan berita bahwa anaknya hanya mati dengan kondisi tubuh yang terbelah.


“Dari laporan polisi, pembunuh Alice adalah seorang wanita bertangan kidal dan memiliki golongan darah AB. Tapi, Nona Jennifer Maria Leonardo, bukanlah orang yang bertangan kidal dan golongan darahnya adalah O. Jadi, darimana polisi mendapatkan laporan seperti itu?” tanya Selena sembari memberikan data pribadi milik Mamanya kepada ketua hakim.


Keringat dingin langsung mengucur deras dari kening Yeni, gawat…ini adalah topik pembahasan yang sama sekali tak ingin ia buka kembali, ia sama sekali tak punya persiapan menghadapi maslaah ini. Sial*n…siapa yang orang dalam yang berada dibelakang Selena hingga wanita itu memiliki keberanian sebesar ini?! Bahkan pengacaranya pun tak mampu melawan Selena!.


“Tapi Hans, bagaimana jika aku mengatakan kepadamu bahwa aku adalah seorang wanita bertangan kidal?” ucap Selena sembari mendekatkanwajahnya pada wajah Hans.


“Tidak mungkin! Kau bukan wanita kidal! Jangan membuat ucapan seolah-olah kau yang telah membunuh Alice!” tegas Hans.


“Sthhhhh,  sebelum sampai dipembahasan itu, mari kita lihat rekaman CCTV bandara ini”


Rekaman CCTV diputar, Selena menghentikan rekaman itu dan memperbesar ukurannya dan tampak jelas seorang wanita yang keluar dari sebuah pesawat, setelah gambar sedikit diperjelas semua mata langsung membulatkan matanya melihat itu.


“Ini adalah perawat pribadi milik Tuan besar Iskandar yang saat itu berada di Sydney. Pesawat yang jatuh dan meledak karena terdapat masalah pada sistem pengoprasionalnya. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata wanita difoto ini adalah Alice, orang yang telah menyabotase pesawat tersebut menggunakan bantuan dari pihak bandara”


“Tidak mungkin!!! Putriku adalah gadis baik-baik!! Tidak mungkin dia melakukan perbuatan seperti itu?!”


“Baik-baik? Apakah seorang gadis yang baik-baik memberikan obat tidur berniat untuk membuatnama baik seseorang tercela dan memaksanya menikahi gadis baik-baik itu sebagai bentuk pertanggung jawaban?”


“Siapa yang kau maksud hah!?” bentak Lucio.


“Putri yang kau bangga-banggakan itu. pernah mencampurkan obat perangsan kedalam minuman Tuan muda Iskandar yang saat itu menjadi tunanganku, dia mengajak tunanganku pergi kesebuah hotel dengan tujuan agar tunanganku bercinta dengannya dan bertanggung jawab terhadapnya”


“Jangan membual Selena!! Adikku tak mungkin selicik itu!!”


“Kalau Ibunya saja Yeni, mana mungkin tidak licik? Kau, Alice dan Lie sama-sama licik” sindir Selena.


“Apa buktinya jika putriku melakukan hal itu?!” bentak Lucio.


“Biar aku yang bicara, hotel yang menjadi tempat dinggah mereka berdua adalah hotel milikku. Aku masih memiliki laporannya dan aku membawanya saat ini, tapi aksi itu berhasil digagalkan oleh Ayah dari Selena dan juga Jenderal besar Hendrick. Saat itu, kondisi didalam kamar terdapat banyak kamera dan juga kondisi Alice yang sudah tak memakai sehelai benangpun namun Tuan muda Iskandar masih memakai pakaian yang lengkap, belum sempat dilucuti” jelas Rey, pria itu berjalan kearah hakim dan memberikan sebuah data serta rekaman CCTV lalu memutar kepalanya dan mengedipkan sebelah matanya kepada Selena membuat Selena bergidik ngeri.


Ketua hakim memutar rekaman CCTV itu dan menganggukkan kepalanya.


“Apa yang dikatakan oleh Nona Selena dan Tuan ini benar adanya, Nona Alice pernah menjebak Tuan muda Iskandar di dalam kamar sebuah hotel di Swiss” ucap penuntut umum.


“Lalu apa hubungannya hal itu dengan sabotase pesawat?!” bentak Arion.


“Alice jatuh cinta kepada tunanganku, tapi tunanganku sama sekali tidak menyukainya. Jadi berulang kali dia menolak Alice dan hal itu membuat Alice melampiskan amarahnya kepada Tuan George Iskandar. Dan setelah melakukan hal itu, dia mengadakan pesta disebuah bar hingga mabuk berat”


“A-apa?”


“Aku sebagai tunangan yang baik tidak tega melihat calon suamiku yang terus menerus bersedih karena kehilangan ayahnya. Jadi….aku meminta bantuan Aiden serta Ray untuk melacak keberadaan Alice. dan setelah kudapat informasi itu aku meminta Ray untuk membawa Alice ke tempat yang sepi di ujung kota yang saat itu kondisi lingkungannya benar-benar sepi karena merayakan liburan pergantian musim”


Mata keluarga Georgino langsung membulat sempurna mendengarnya, i-itu berarti…


“Akulah yang membunuh Alice. Menggunakan tangan ini” lanjut Selena sembari memainkan tangan kirinya.


Tubuh Hans langsung gemetar dengan hebat begitupun dengan Yeni, jika mengingat perbandingan umur Alice dan Selena seharusnya Selena melakukan hal mengerikan itu diusianya yang ke-9 tahun. Ti-tidak mungkin...


Wei mendekat, memberikan sebuah samurai yang dibungkus oleh kain berwarna putih.Selena menerima itu dan membuka lain yang menutupi samurainya. Samurai berharganya dari Ray yang ia gunakan untuk membunuh Alice.


Selena mengusap samurai itu menggunakan jari lentiknya, samurai yang indah…ia benar-benar menyukai samurai pemberikan Ray ini. Barang terbaik yang pernah Ray berikan kepadanya.


“Canberra 999. Kenapa kalian bisa berpikiran bahwa Mama angkatku yang telah membunuh Alice? Padahal kalian tau sendiri bahwa Mamaku sangat enggan mencari masalah dengan keluarga besar”


“Se-selena…ka-kau” ucap Hans tak percaya, jadi…pembunuh adiknya adalah wanita yang ia cintai? Pembunuh adiknya selama ini berada di sampingnya? Ya tuhan…ti-tidak, tidak mungkin Selena yang telah membunuh adiknya.


“Kenapa? Tidak percaya? Aku membunuh Alice di ulang tahunku yang ke-9 tahun, pada bulan 9, pada tanggal 9 dan pukul 9 malam. Itulah kenapa aku menulis 999 di dinding. Masih tidak percaya? Aku punya rekaman videonya, tolong putar” ucap Selena.


Ketua hakim menelan ludahnya dan memutar reakman video yang di tunjukan oleh Hendrick. Namun baru 5 menit video itu di puta ketua hakim sudah menghentikan video itu, bahkan beberapa orang yang berada di sana berlarian ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut mereka.


“Aku memotong video itu, durasinya terlalu panjang…jadi kuambil sesaat sebelum aku menggores tubuhnya. Jika ada yang mau, akan kukirimkan video lengkapnya” ucap Selena.


“Kau!!!!”


Liekai dengan sigap langsung menahan tangan Yeni yang hendak memukul keponakannya. Mata dingin Selena melirik kearah Yeni, heh…apa wanita itu pikir ia adalah seorang wanita berhati hello kitty? Sayangnya ia adalah seorang wanita berhati chuky.


“Dasar pela*ur sial*n!!! Ternyata kau yang sudah membunuh putriku!!!”


“Kenapa? Kaget? Atau kesal rugi banyak karena salah sasaran?” tanya Selena.


“Bodoh sekali ya, mana tidak bisa menyadari musuh disamping tubuh sendiri”

__ADS_1


“Hmmmmmm…”


Daniel langsung menghampiri Jeff yang menggendong Leon, ia menggendong anak laki-laki yang terbangun dan siap untuk menangis itu begitu pula Leona yang langsung di gendong oleh Rey.


“Shhhhh anak Papa…jangan menangis sayang…jangan menangis, Papa disini” ucap Daniel langsung membuat Selena menatap tajam Yeni.


“Kau membangunkan anakku…”


“Kenapa?! Kau seorang Ibu! Dan aku juga seorang Ibu! Kau marah hanya karena aku membangunkan anakmu?! Lalu bagaimana denganku yang anaknya kau bunuh?! Anakmu hanya menangis! Bukan mati!” bentak Yeni.


Mendengar hal itu Selena terdiam, namun sesaat kemudian senyum sinis terukir di wajah cantik itu.


“Hahaha, kau wanita yang konyol Yeni. kau masih bisa membahas tentang ‘Ibu’ disaat yang seperti ini? Dibandingkan denganku, rasa sakit yang kau terima masih belum ada apa-apanya. Bisa-bisanya adu nasib denganku” sinis Selena yang langsung membuat keluarga Alexandra, Leonardo dan Iskandar terdiam bungkam begitupun dengan Hendrick.


“Apa maksudmu sial*n?!” bentak Yeni.


“Kau membunuh orang-orang yang kusayangi, jadi jangan salahkan aku yang membunuh orang-orang yang berharga bagimu…” bisik Selena.


“Georgino!! Kalian pikir kalian bisa seperti ini karena siapa? Bisa-bisanya kalian menyombongkan diri dengan apa yang kalian miliki saat ini. Seharusnya kalian berterima kasih karena kelahirankulah yang membuat kalian mendapat hormat dari beberapa keluarga besar”


“Hahahaha!!! Apa kau bercanda?! Lalu apa menurutmu kami harus senang atas kelahiran orang yang membawa bencana bagi keluargaku?!” bentak Lucio.


“Tentu, karenaku…peraturan mengenai siapa yang pantas masuk ke jajaran keluarga terhormat dihapus. Secara otomatis, itu membuat keluarga-keluarga yang ingin masuk ke jajaran keluarga besar lebih mudah”


“Hahahahaha!!! Kau berbicara seolah-olah kau adalah anak dari mendiang Jenderal besar Nami yang terhormat! Kau tak pantas bicara seperti itu Selena! Karena kau! Hanyalah anak dari seorang murahan!!” ucap Lucio sembari tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Selena. Wanita itu sedang berhalusinasi menjadi putri dari orang yang paling berpengaruh! Memang! Ia harus berterima kasih karena entah kenapa Jenderal besar Nami menghapus peraturan mengenai siapa yang pantas masuk ke jajaran keluarga terhormat yang membuat keluaganya lebih mudah menerjang masuk ke posisi keluarga besar.


“Kau benar suamiku! Bagaimana mungkin anak haram ini mempunyai keberanian berkata seolah-olah dialah dalang dari masuknya keluarga kita ke jajaran keluarga besar” tambah seorang wanita disamping Yeni.


“GEORGINO!!!!!” teriak Tuan besar Leonardo berdiri dari tempat duduknya.


“Beraninya kau menghina putri kebangganku…”


Tawa Lucio berserta istri-istrinya langsung terhenti, ada apa dengan Tuan besar Ardo? Kenapa pria itu tiba-tiba marah? Dan kenapa Tuan besar Ardo mengarakan putri kebanggannya? Memang siapa?.


Kini Hendrick berdiri dari tempat duduknya dan berdiri dibelakang Selena yang langsung membuat pandangan istri-istri Lucio ke bawah.


“Sudah cukup saya diam mendengar penghinaan kalian terhadap keponakan saya. Mari saya perkenalkan secara resmi, dia adalah Selena. Jenderal muda Nara dari kamp utama sekaligus pewaris tunggal dari keluarga Leonardo dan juga calon Jenderal besar yang akan segera mengisi jabatan Jenderal besar Nami yang notabenenya adalah Ayah kandungnya” jelas Hendrick langsung membuat semua mata anggota keluarga Georgino membulat sempurna.


“Jika tidak percaya lihat disana”


Para penjaga segera menurunkan kain-kain hitam yang menutupi beberapa foto. Keluarga Georgino semakin tak percaya melihat foto Selena bersanding dengan foto Jenderal besar Nami, ti-tidak mungkin…i-itu berarti mata pedang yang sering dibicarakan oleh Peter dan William yang dirumorkan sebagai calon pengganti Jenderal besar Nami a-adalah…


“Heh, memang tidak tau diuntung. Bisa-bisanya memilih wanita rendahan dan membuang anak Jenderal besar” cibir Rey mendekati Selena.


“Kau pikir siapa keluargamu hingga seorang Selena sudi menginjakkan kakinya di kediamanmu? Jika bukan karena dia memiliki etika anak raja, dia sudah lama mendepak keluar keluargamu dari jajaran 5 keluarga besar” tambah Said.


“Tidak mungkin!! Mustahil dia adalah anak Jenderal besar Nami!!” bentak Lucio, ia tidak percaya ini! Ia tak akan mempercayai ini! Banyak orang yang mirip di dunia ini! Ya, pasti ini hanya kebetulan! Ditambah dengan rumor yang beredar bahwa istri dari mendiang Jenderal besar Nami adalah wanita mandul!.


“Tidak percaya? Tunjukan semua foto yang ada didalam sana” ucap Aiden.


Satu persatu foto ditampilkan, kini tak hanya mata anggota keluarga Georgino, mata keluarga Jassonpun ikut membulat melihat hal itu. Foto-foto Selena bersama dengan…


“Dengan foto-foto itu? Apa kau pikir, putra yang kau bangga-banggakan ini layak menjadi salah satu pria disamping Selena? Tentu saja TIDAK!”


“Mana mungkin selera seorang Nona besar Nara dari seorang Mafia terkenal dari Italy dan juga Tuan muda berbakat keluarga Iskandar bisa turun ke Dederick Hans Georgino? Pria pengecut yang tidak bisa membela wanitanya dihadapan orang lain mau menjadi salah satu pria didekat Selena? Mimpi! Sadarlah Hans…kau hanya dijadikan pelampiasan oleh Selena” ucap Said langsung membuat Hans terduduk di tempatnya.


Selena mengerutkan keningnya mendengar ucapan Said, pria ini sedikit tidak tau diri, mungkin karena bertemu dengan Daniel yang juga sering berbicara seenaknya didepan dirinya.


“Bukankah sama sepertimu?” ucap Selena langsung membuat wajah Said murung seketika. Sial*n, ia baru sadar jika hanya dijadikan bahan pelampiasan Selena jika Selena sedang bosan.


“Kau kejam…”


Yeni tak mampu mengatakan apapun, ia baru sadar jika Jenssica memiliki marga Leonardo yang sama dengan Selena, ia juga baru menyadari jika Selena adalah satu-satunya wanita lahir di generasi XX. Ya…generasi itu dijuluki Empire karena dalam tahun itu, para sultan mendapatkan pewaris mereka…dan Selenalah yang terakhir lahir sebelum generasi itu berganti. Dan foto tadi, adalah foto teman-teman dari Selena yang semuanya adalah pewaris keluarga ternama bahkan para sultan mudapun bisa menjadi teman Selena. Ya tuhan, ia benar-benar salah memilih musuh.


“Satu-satunya wanita di gen XX Empire hina miskin? Berasal dari keluarga rendahan? Jika Selena seperti itu, apalagi kau?” sinis Aiden.


“Yeni Yeni…kau adalah wanita yang paling bodoh yang pernah kutemui, bisa-bisanya kau menganggap putri dari seorang Jenderal besar Nami sebagai anak haram dan sampah yang tidak berguna. Sekarang, jika dibandingkan dengan semua pewaris yang hadir disidang ini, Mereka tak bisa dibandingkan sedikitpun dengan Selena, bahkan suamimu itu…jauh berada dibawah Selena” hina Ray.


“Hahhhhh…mau dijadikan suami asli tapi malah selingkuh, ya dibatalkan” tambah Aiden


“Bodoh ya, membuang berlian karena kotoran” cibir Rey.


Suasana pengadilan kembali hening ketika ketua hakim mengetukan palu, semua orang kembali ketempat duduk masing-masing kecuali keluarga Georgino yang masih diam bergeming dan tak berkedip sekalipun.


“Kasus ini sudah berada diluar jangkauan pengadilan, terlalu banyak kasus kejahatan yang dapat dibuktikan. Maka dengan ini saya membuat keputusan bahwa…”


.


.


.

__ADS_1


Yeni enaknya dikasih hukuman apa ya wkwkwkwk


__ADS_2