Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 118 : Pesan tersembunyi


__ADS_3

.


.


.


Selena dan Leo saling berpelukan erat di bandara. Jika hari itu Selena yang sangat tidak menginginkan Leo pergi maka sekarang Leo yang sangat tidak menginginkan istrinya untuk pergi apalagi dalam keadaan hamil seperti ini.


Sebuah pesawat pribadi mendarat dibandara itu. Demi keamanan, Hendrick mengosongkan bandara ini agar keponakannya tidak terluka.


Leo menciumi seluruh permukaan wajah istrinya, ia bertekuk lutut dihadapan istrinya dan mencium lembut perut datar istrinya.


“Jaga Mamanya baik-baik ya sayang…jangan menyusahkan Mamamu”


“Kau ini bicara apa? Seharusnya aku yang menjaga Ryumu” jawab Selena sembari tersenyum.


Leo berdiri dan memberikan penghormatan kepada istrinya.


“Selamat jalan Jenderal muda Nara!”


Selena tersenyum, ia membalas penghormatan uang diberikan suaminya.


“Sampai jumpa lagi…Letnan muda Iskandar”


“Sudah? Ayo berangkat sekarang” ucap Daniel memberikan jaznya kepada Selena.


“Tunggu Daniel”


Selena meloncat memeluk suaminya, ia memberikan beberapa ciuman di pipi suaminya.


“Apa kau lupa? Hari ini…adalah hari anniversary kita, bukan kejutan romantis…tapi perpisahan sementara yang kita dapatkan”


Leo langsung memeluk erat istrinya, ia menyembunyikan kesedihannya dibahu sempit istrinya. Mana mungkin…ia melupakan hari penting ini?.


“Hadiahku sudah menunggumu disana, jaga diri baik-baik ya sayang…aku akan mencoba mengunjungimu, walaupun tidak sering…maaf ya…dan terima kasih untuk hadiahnya, aku sangat menyukainya…”


“Mencoba?” ucap Selena sembari menatap salah satu Jenderal disamping Hendrick. Jenderal Morgan yang ditatap seperti oleh Selena langsung bertekuk lutut seketika. Ia benar-benar tidak berani dengan anggota keluarga Alexandra, bukan hanya karena mereka mempunyai pengaruh besar tapi lirikan tajam mereka bagai sebuah pedang yang membelah tubuh menjadi dua. Sangat menyeramkan, ditambah lagi ia masih sedikit syock mengenai kejadian kemarin.


“Awas saja kau tidak memperbolehkan suamiku menemuiku! Kau tidak akan menghadap kepada Jenderal besar Hendrick, tapi langsung berurusan denganku”


“Sudah…pulang sana, cuaca disini sudah mulai dingin. Tubuhmu harus tetap hangat”


“Kau juga, kau harus memakai lebih banyak pakaian”


“Iya…aku mematuhimu” jawab Leo sembari tersenyum.


Secara diam-diam Leo memasukkan beberapa Black card di saku jaz Daniel. Ia mencium lembut bibir istrinya sebelum istrinya pergi bersama dengan Daniel.


“Jaga dia baik-baik Daniel…aku mempercayakan dia sepenuhnya kepadamu”


“Kita akan sampai malam nanti, bagaimana jika mendarat di Negara lain dulu? Sekalian USG” ucap Daniel.


“Hmmmm boleh!”


“Kau tidak cemburu istrimu dekat dengan pria lain?” tanya Deon, ia keheranan dengan Leo. Dulu mereka bahkan tidak bisa sembarangan menyentuh keponakan mereka sendiri jika ada pria ini disampingnya. Tapi kenapa sekarang pria ini seolah-olah tidak marah sama sekali ketika istrinya dekat dengan pria lain?.

__ADS_1


“Cemburu? Selama dia bahagia…itu sudah cukup untukku”


Pesawat pribadi Daniel pun take off, tanpa disadari air mata Leo dan Selena jatuh mengenai tangan mereka. Leo menghapus air matanya, menyakitkan ya…


“Apa kau ingin sesuatu? Kebab? Bebek? Burger? Pizza? Cake? Jika kau ingin sesuatu bilang saja”


“Hmmmm…bisakah kita pergi memakan sesuatu? Ryu sedang ingin memakan sesuatu yang lezat” jawab Selena sembari tersenyum.


“Ryu?” tanya Daniel mengerutkan keningnya.


“Ya, itu nama yang diberikan Leo jika anak didalam perutku sudah lahir nanti” jawab Selena sembari tersenyum.


“Baiklah, kau ingin apa?”


“Hmmmm…bagaimana jika kue bulan dan sesuatu yang lain?”


“Nanti malam bisa? Kita akan mendarat di Swiss terlebih dulu. Kita akan take off lagi nanti siang, jadi baru bisa sampai di Tiongkok malam hari”


“Hmmmmm tidak bisa ya?”


Melihat raut wajah sedih Selena membuat Daniel seketika menelan ludahnya. Terpaksa, ia harus mendarat di Tiongkok dulu baru terbang ke Swiss.


“Ke Tiongkok, bumil satu ini ingin makan kue bulan” ucap Daniel ke salah satu pramugari.


“Baik Tuan muda”


“Wahhhh ternyata dia adalah Nyonya muda Iskandar, kukira akan jadi Nyonya muda Jasson. Dia benar-benar cantik dan elegant…”


.


.


.


“Hmmmm perasaanku atau bagaimana ya? Selena jauh lebih cantik sekarang…apa ini efek kehamilannya? Atau karena efek bertemu dengan Leo?”


“Makan pelan-pelan, tidak akan ada yang merebutnya darimu”


“Ini benar-benar enak! Aku menyukainya!”


“Bayinya sudah kenyang belum?”


“Sudah! Aku mau tidur sekarang”


“Kau hanya makan 3 kue bulan, kau belum makan siang. Mau makan apa?”


“Tidak mau, mau tidur saja”


“Kau memang keras kepala, kita terbang ke Swiss sekarang. Bawa beberapa makanan dari sini, jangan sampai nanti putar balik lagi” ucap Daniel kepada Assistantnya sembari menatap Selena dengan senyuman. Sang Assistant pribadi hanya menganggukkan kepala menjalankan perintah.


*


Hans membuka matanya dengan perlahan, ia bangun dari posisi tidurnya dan menatap kamarnya yang begitu luas. Lagi-lagi…ia kesepian seperti ini. Selain dirinya, tidak ada yang tinggal disini, ia memecat Bibi Na dan bodyguard yang sebelumnya berjaga.


Hans turun dari tempat tidurnya dan masuk kedalam kamar mandi, setelah membersihkan diri ia membuka lemari pakaiannya. Ia menatap pakaian-pakaian istrinya yang masih lengkap didalam sana.

__ADS_1


Hans menyentuh pakaian Selena, air matanya menetes tanpa aba-aba. Sebelumnya, ada wanita yang selalu menyiapkan kebutuhannya. Mulai dari pakaian sampai makanan, ia hanya perlu menikmati saja…dan sekarang? Ia harus melakukan semuanya sendiri termasuk memasak.


“Jika aku memperlakukanmu lebih baik saat itu, mungkin hal ini tidak ada terjadi…”


Mata Hans bergulir menatap sebuah kotak yang terdapat di lipatan baju, ia mengambil kotak itu dan membukanya. Foto-foto Selena bersama Leo…


“Ternyata…sejak kecil Leo dan Selena sudah bersama. Pantas jika Selena menolakku tanpa berpikir panjang…”


Hans terus menatap foto-foto itu hingga terdapat sebuah foto yang membuat sudut bibirnya terangkat.


“Aku akan mendapatkanmu kembali…apapun caranya, aku akan melakukan segala cara agar kau kembali bersamaku. Dan kau Jennifer…tunggu saja pembalasanku…kematian adikku, kau harus membayarnya sesegera mungkin”


.


.


.


Jennifer menatap dingin para bawahannya. Benci…ia membenci hal semacam ini. Sampai kapanpun, ia tidak akan membiarkan putrinya bersama kembali dengan Hans. Ia tidak akan membiarkan putrinya diambil lagi oleh Hans.


“Boss, bukankah Nona besar sudah tidak memiliki hubungan lagi dengan Tuan Hans? Kenapa anda tidak kunjung bergerak?”


“Wei, kontrak pernikahan putriku dan Hans mungkin tidak sah. Tapi namaku tertulis jelas di kontrak perjanjian, hubungan putriku dan Hans tidak akan mempengaruhi perjanjian yang sudah kutandatangani”


“Hanya tinggal beberapa bulan lagi Boss, apa anda masih ingin tetap diam seperti ini?”


“Memainkan catur harus mempunyai strategi agar menang Wei. Hans mungkin tandinganku, tapi dia bukan tandingan Nona besarmu. Keturunan keluarga besar Iskandar sedang tumbuh dirahim Nona besarmu saat ini. Sampai sekarang, yang terpenting hanyalah menjaga Nona besarmu”


Wei, pria itu berpikir sejenak mendengar perkataan atasannya. Sudah 22 tahun lamanya ia berada di sisi Jennifer, membantu wanita ini untuk mendapatkan kekuasaan besar di dunia hitam


“Boss, anda harus lebih berhati-hati”


“Aku tau Wei, Wei…ingat pesanku. Jika sesuatu terjadi kepadaku, kekuasaanku akan kuberikan secara keseluruhan untuk Selena. Kalian semua yang berada disini, kedepannya harus menghormati Selena sebagai atasan kalian yang baru. Dan…jika sampai kalian berani mengkhianatinya. Biar dia membunuh kalian dengan tangannya sendiri”


Ratusan orang yang berada di ruangan itu seketika tercengang mendengar ucapan Boss mereka. Mereka tidak salah dengar kan?! Kedepannya mereka akan menjadi kaki tangan dari Jenderal muda Nara?! Gadis kesayangan kemiliteran?! Putri kesayangan dari Jenderal besar Ruvelis akan menjadi atasan mereka kelak?! Wahhhhh…mereka bisa mencium bau kematian mereka sekarang.


.


.


.


*Ruvelis




*Henderick



Maaf, masih belum ada pemiliknya. Bisa di order bagi yang mau /canda


*George (Papa Leo)

__ADS_1




__ADS_2