Our Last Love

Our Last Love
The Our Last Love (10) : Mrs. Natara


__ADS_3

.


.


.


Daniel berkutik dengan laptopnya sembari menunggu kedatangan Assistantnya yang datang dari Negara tetangga. Jika informasi pribadi Arkan dan juga Mona tidak bisa didapatkan, maka ia akan meretas salah satu perusahaan yang pastinya mempunyai sangkut paut dengan hal ini.


“Tuan muda, maafkan keterlambatan kami” beberapa pria masuk dengan tergesa-gesa dan langsung meletakkan beberapa berkas ditangan Daniel.


“Dikondisi seperti kalian tak lupa ya menyuruhku mengerjalan bisnis ini lagi” sinis Daniel.


“Haha…anda bisa saja Tuan muda”


“Duduklah, lembur denganku malam ini”


“A-apa?!”


“Kenapa?”


“Ti-tidak…”


“Bantu aku mencari data Ibu dan anak ini”


Daniel menyodorkan sebuah foto ketika para Assistantnya sudah duduk, ke-9 pria itu mengerutkan kening melihat


foto dihadapan mereka. Bukankah ini…apa Tuan muda mereka serius ingin mencari informasi Ibu dan anak ini?.


“Tuan muda”


“Hn?”


“Anda tidak mengenali wanita ini?” tanya salah satunya.


“Tidak”


“Di-dia kakak dari mantan tunangan anda…Nona Mona dan putranya Arkana”


Jari-jemari Daniel yang tengah mengetik langsung terhenti seketika, apa? Wanita ini adalah kakak dari Arwin? Itu berarti, ia harus menyekap Tuan River dan membiarkan mulutnya berbicara dengan jujur.


“Bawa River dan anaknya ke markas, aku akan menangani mereka sampai mereka mengaku”


“Baik!”


“Tapi Tuan muda, kenapa anda tiba-tiba…”


“Wanita itu mengaku bahwa Arkan adalah anak dari Leo”


“Apa?! Putra mendiang Tuan muda Iskandar?! Itu tidak mungkin!”


Daniel mengangkat alis kirinya meminta penjelasan dari Assistantnya kenapa mengatakan hal seperti itu, sepertinya orang-orang ini mengetahui sesuatu hingga berkata seperti itu.


“Cepat katakan sebelum putraku bangun”


“A-ah i-itu karena…”


Drttttt….drttttt


Daniel mengangkat tangannya meminta Assistantnya untuk diam, ia mengangkat telfon yang berasal dari Hendrick. Kenapa Hendrick tiba-tiba menelfonnya? Dijam seperti ini pula.


“Ada yang bisa saya bantu Jenderal besar?”


“Apa yang sudah terjadi dikediaman Iskandar?! Kenapa Tuan besar sampai memintaku membakar surat perjanjian antara Ruvelis dan George?!”


“Ini…”


“Jawab!!”


“Hasil tes DNAnya, 99,999% Arkan adalah anak Leo”


“Apa?! Apa kau yakin tidak ada kesalahan?! Aku akan mengirim Asahi kesana sebelum Tuan besar memintaku melakukan hal yang lain!”


“Baik”


Tut…


Daniel menghembuskan nafasnya, jika ia bisa meminta bantuan Charles ia akan segera menghubungi pria itu, tapi masalahnya…ia tak punya nomor ponsel Charles!.


“Tuan muda, jika saya tidak dengar tadi anda mengatakan bahwa hasil tes DNA 99% mereka adalah Ayah dan anak? Tapi apakah hasilnya sama dengan hasil dari rumah sakit yang lain?”


“Oh iya! Kenapa aku tidak kepikiran! Pintar kau memang!”


“Saya S3 kedokteran Tuan muda”


Suara mobil sports terdengar melaju kencang membuat Daniel dengan sontak berdiri dan memutar kepalanya, mobilnya?! Siapa yang membawa mobilnya pergi?! Apa itu Selena?!.


“Tuan muda Jasson!!”


Seorang bodyguard berlari kearah Daniel membuat Daniel langsung menanyakan siapa yang membawa pergi mobil sportsnya.


“Tuan besar Leonardo sedang kritis! Nona sedang pergi ke rumah sakit pusat sekaang!”


Blarrrrrr!!!


Bagai petir yang menyambar di siang bolong, Daniel langsung menjatuhkan laptop yang ada di tangannya. Cobaan apa lagi ini?! Disaat kondisi masih memanas seperti ini kenapa hal ini harus terjadi!? Jika seperti ini ia harus menyiapkan ruang VVIP untuk Selena menginap di rumah sakit!.


“Aku akan menyusul Selena, kalian jaga anak-anak!”


“Baik!”


“Xil, ikut aku!”


“Baik Tuan muda”


.


.


.


Selena dengan panik langsung bertanya kepada resepsionist di mana kakeknya dirawat, saat sudah mengetahui di mana kakeknya berada Selena langsung bergegas menuju ICU dan menatap keluarga Alexandra yang sudah berkumpul didepan ruangan intensif itu.


“Apa yang terjadi?! Bukankah kakek baik-baik saja saat sampai disini?!”


“Tuan besar mengelami serangan jantung Nona, namun dokter berhasil menyelamatkan beliau”


“Siapa yang memberitau kakek masalah ini?!!” tanya Selena sembari mengepalkan tangannya dengan erat.


Tak seorangpun berani menjawab pertanyaan Selena sekarang, duhhh duhhhh duhhhh…dijawab mati kalau tidak dijawab juga mati. Maju salah mundur kena.


“Selena! Apa yang terjadi?!” tanya Daniel yang baru saja tiba.


Dokter keluar dari UGD membuat Selena langsung masuk kedalam UGD itu dan menghampiri kakeknya yang sudah sadarkan diri. Selena mengenggam tangan Tuan besar Leonardo dengan erat.


“Nara…sayang…”


“Ini Nara kek…bagaimana keadaan kakek?”


“Kakek sudah baik-baik saja…kenapa…?”

__ADS_1


“Hum?”


“Kenapa Nara tak mau cerita kepada kakek…kakek bisa bantu Nara…”


“Nara tak ingin membuat semuanya khawatir…Nara baik-baik saja, Nara bisa selesaikan ini sendiri”


“Tapi kakek tidak bisa melihat Nara terus-terusan bersedih karena Leo…”


“Kakek tenang saja…Nara pastikan Leo tak akan membuat kakek kecewa…Nara yakin dia bukanlah anak dari Leo…Nara yakin…”


“Kakek tak bisa mempercayai ucapanmu sayang…Nara…bisakah kakek meminta sesuatu?”


“Tentu, kakek bisa mengatakan apapun yang kakek inginkan…Nara akan mengambulkannya”


“Kakek ingin melihat Nara menikah lagi…sebelum kakek meninggal…hanya itu keinginan kakek…”


Selena seketika terdiam mendengar ucapan kakeknya, ternyata masalah ini tak luput dari pemikiran kakeknya. Seharusnya kakeknya tidak perlu khawatir mengenai masalah itu, karena ia bisa berdiri menggunakan kakinya sendiri tanpa bantuan dari pria lain lagi.


“Kakek istirahat…kakek harus sembuh…”


“Nara…”


“Baiklah…Nara akan menikah lagi sesuai permintaan kakek…tapi kakek harus janji bahwa kakek tidak akan pergi sebelum Nara mengizinkan…”


Tuan besar Leonardo mengangguk sembari membelai pipi halus cucunya, ia ingin melihat cucunya mendapatkan kebahagiaan dari pria lain. Ia ingin cucunya membuka lembaran baru dalam hidup, cucunya masih begitu muda untuk terus menderita, jika seorang pria berdiri disamping cucunya itu bisa meringankan beban yang ditanggung cucunya.


“Nara akan keluar, kakek istirahat ya…”


Selena keluar dari ICU dengan wajah masamnya, haihhhhh tidak sahabatnya tidak kakeknya! Kenapa semuanya ingin ia menikah lagi sih?! Ia malas membuka hati untuk pria lain lagi, ohhhh atau ia sewa pria saja untuk menjadi suami pura-puranya saja. Ide bagus!.


“Salam Tuan muda…”


“Kemana saja kau…?”


“Hm?” Selena mendongkakan kepalanya melihat siapa yang baru saja berbicara dengannya, suara menjengkelkan yang familiar, suara yang ia hindari selama 8 tahun lamanya kenapa bisa ada disini?.


Rahang Selena seketika mengeras melihat kehadiran orang yang sudah 8 tahun tidak pernah menemuinya yang kini berada didepannya. Untuk apa orang ini mencarinya lagi? Tidak cukupkah peringatannya 8 tahun lalu? Dan lagi…gara-gara pria ini…


“Jonathan del Natara, bagaimana bisa kau ada disini?” tanya Selena sembari melipat kedua tangan.


“Kau belum menjawab pertanyaanku Nyonyadel Natara”


“Cih! Bukan urusanmu aku kemana”


“Bukan urusanmu juga kenapa aku bisa ada disini”


Daniel mengerutkan keningnya melihat pria tinggi nan tampan yang berani berbicara seperti itu kepada Selena, cihhhh siapa lagi ini? Apa ia punya saingan baru lagi? Tidak bisakah jalannya mengejar Selena diperlancar?! Kenapa harus ada saingan baru lagi?!.


“Pergilah, aku tak ingin melihatmu”


“Kau sudah kalah taruhan denganku, sesuai ucapanmu…”


“Diam! Aku sedang tak ingin membahas itu! Pergilah sebelum aku memenggal kepalamu”


“Aku akan pergi tapi dengan membawamu” pria itu mendekati Selena dan hendak meraih tangan Selena namun Daniel langsung dengan kasar menepis tangan itu.


“Jika Selena bilang pergi, maka pergilah”


“Ini tak ada hubungannya denganmu, jangan ikut campur” sinis pria itu kepada Daniel.


“Tundukan pandanganmu dihadapan Daniel. Jonathan” dingin Selena.


“Kenapa? Apa ini calon suami barumu? Curang sekali kau, kau melanggar janjimu sendiri sebanyak 3 kali”


“Bukan urusanmu, dan jangan menyinggung masalah Leo denganku”


“Kenapa? Kau tak suka? Kubilang juga apa, jangan menikah dengan Leo…menikahlah denganku. Aku tak akan pernah menyakitimu apalagi sampai berani mengkhianatimu”


Pria itu mengepalkan tangannya dengan erat dan langsung mencengkram kedua bahu Selena, Daniel mengeraskan rahangnya melihat itu namun saat ia ingin bertindak Deon langsung menghentikan.


“Jangan ikut campur masalah mereka, ini masalah Selena sendiri. Jangan sampai nyawamu terancam, itu hanya akan membuat masalah baru untuk Selena”


“Lalu?! Lihat apa yang terjadi padamu sekarang! Pria itu bilang dia akan menjagamu dengan baik tapi apa!? Itu hanya omong kosong belaka! Jika bukan karena janjiku padamu! Aku sudah membunuh Hans dan Leo sejak dulu!”


“Jonathan del Natara!! Jangan membuatku membencimu!! Jangan lampaui batasmu terhadapku!!”


“Batas?! Kau membicarakan masalah batas sekarang?! Selena del Natara, tak kusangka seorang Jenderal muda sepertimu bisa mengingkari janji!”


“Pergi!”


“Tidak! Sekarang ayo! Kita menikah!”


Pria itu langsung menarik tangan Selena namun Daniel dengan sigap langsung menahan tangan kanan kiri Selena yang bebas. Pria itu menatap tak suka kepada Daniel.


“Tuan, saya mohon lepaskan tangan anda. Sekarang juga” sinis Jonathan.


Daniel langsung menarik tangan Selena dan memeluk tubuh itu dengan erat, Zachery dan Mikayra hanya bisa diam melihat hal itu. Jika bukan karena putra mereka, Jonathan pasti sudah mati sekarang. Tapi yang lebih penting…bagaimana bisa aura Daniel lebih mengerikan daripada cucu mereka?!.


“Pergilah” sinis Daniel.


“Ada apa dengan anda Tuan, saya hanya ingin membawa calon istri saya pergi”


“Aku tak ingin menikah denganmu! Aku tak ingin terlibat dengan semua urusan gilamu itu! Jadi tolong, pergilah sekarang!” ucap Selena mencengkram lengan Daniel dengan erat.


“Saya lihat anda masih punya telinga Tuan, sebelum saya bertindak kasar…lebih baik anda pergi” sinis Daniel.


“Selena del Natara! Jangan lupakan janjimu 10 tahun yang lalu”


Selena langsung menggigit bibir bawahnya mendengar suara dingin dari Jonathan\, sial*n…lagi-lagi janji sial*n yang keluar dari mulutnya.


Daniel menatap Selena yang tengah menggigit bibir bawahnya, sebenarnya apa yang disembunyikan Selena darinya? Apa hubungan Selena dengan pria ini? Kenapa Tuan besar sampai tak mau ikut campur tangan?.


“Selena del Natara! Kemarilah, aku tak akan melukaimu”


“Jonathan del Natara! Kumohon pergilah sekarang! Jangan membuatku semakin kacau!”


“Kenapa aku harus pergi? Aku datang untuk menagih janji seseorang yang sampai saat ini belum ditepati. Kemarilah, aku benar-benar tak akan menyakitimu” pria itu mengulurkan tangannya kearah Selena.


“Pergi, aku tak akan pergi denganmu”


“Jonathan, pergilah terlebih dulu. Nara dalam kondisi yang tidak stabil, kau pulanglah terlebih dulu” ucap Zachery.


“Tuan besar, ini bukanlah urusan keluarga Alexandra”


Daniel menekan leher Selena membuat sang empu seketika tak sadarkan diri. Daniel menggendong tubuh itu menatap dingin kearah Jonathan yang tengah mengepalkan tangannya dengan erat.


“Kau calon suami Selena? Perkenalkan, aku Daniel…calon suami Selena”


“Apa?! Sejak kapan kau!?”


“3 tahun lalu, jangan coba macam-macam…jika kau tak ingin Selena membencimu”


“Tuan, Nyonya…saya akan membawa Selena kembali. Assistant saya akan tetap berada disini untuk menjaga Tuan besar Leonardo”


“Terima kasih atas perhatianmu Daniel” jawab Zachery.


“Sudah seharusnya”


Daniel membawa Selena pergi dari kerumunan orang-orang itu, namun saat melewati Jonathan ia membisikan sesuatu.

__ADS_1


“Kau kalah telak…aku sudah punya anak bersama Selena…mundurlah, jangan menghancurkan harga dirimu sendiri” bisik Daniel tepat ditelinga Jonathan yang langsung membuat sekujur tubuh pria itu gemetar.


Zachery dan Mikayra menatap punggung Daniel yang perlahan menjauh, sejak kapan Daniel belajar cara membuat orang panas dingin seperti itu? Jika seperti ini Jonathan pasti akan benar-benar marah, dan selain cucu mereka siapa yang bisa meredakan amarah Jonathan.


“Kurang ajar!!!! Berani-beraninya pria itu merebut Selena dariku!” geram jonathan sembari memukul jendela disebelahnya.


“Tuan! Anda terluka”


“Cepat cari identitas pria itu sekarang juga! Dan cari apa penyebab kematian Leo!”


“Baik!”


“Selena…kali ini kau benar-benar menguras habis kesabaranku, jadi jangan salahkan aku sedikit memaksamu kali ini”


Jonathan berbalik dan hendak melangkah pergi, namun sebelum pria itu benar-benar pergi dari sana suara Zachery membekukan semua orang yang mendnegarnya.


“Aku masih menghormatimu sebagai salah satu tangan kanan kepercayaan putraku, tapi…jikalau kau berani merusak kebahagiaan cucuku…kau akan tau akibat dari mengusik Zachery, JONATHAN”


“Anda tak perlu ikut campur Tuan besar”


“Aku akan ikut campur jika kau berani mengusik cucuku dan juga Daniel”


Jonathan melangkah pergi tanpa memperdulikan ucapan Zachery, meskipun ia tau…ucapan pria berwibawa itu tak perah main-main. Apa yang diucapkannya akan menjadi kenyataan, tapi ia tak akan mundur hingga Selena bersedia menikah dengannya.


Assistant Daniel yang mendengar perintah dari Jonathan untuk bawahannya segera menghubungi rekan kerjanya untuk menutup semua data umum maupun pribadi Tuan mudanya, sepertinya pria ini bisa menjadi ancaman besar bagi Tuan mudanya ditambah lagi, ia tak akan membiarkan pria ini mengambil calon Nyonyanya.


“Bagaimana?” tanya Zachery kepada tangan kanannya.


“Izin menjawab Tuan! Saya sudah mendapatkan informasi yang anda perlukan”


“Katakan”


“Izin mengatakan!! Hasil tes DNA menunjukan bahwa…”


.


.


.


.


.


.


Daniel menatap Selena yang terlelap di kamar hotelnya, kamar Selena dipakai anak-anak jadi ia membawa Selena ke kamarnya daripada harus memesan kamar lain ditengah malam seperti ini.


“Cantik…” guman Daniel sembari menyingkirkan rambut nakal yang mengganggu wajah Selena.


Daniel membuka kotak P3K yang dibawakan oleh Assistantnya, ia mengeluarkan suntikan serta cairan dari dalam


sana lalu menyuntikan cairan itu ke lengan Selena sembari menatap jam tangannya.


“Maaf…jika aku tidak melakukan ini…kau akan dalam bahaya”


“Tuan muda” seorang pria masuk dan membungkuk hormat kepada Daniel.


“Tutup informasi tentangku dan anak-anak, buat salinan akta kelahiran anak-anak dan ubah nama Leo menjadi namaku dna juga cek hasil tes DNA dari berbagai rumah sakit”


“Saya menerima perintah anda”


Daniel membelai kepala Selena dengan lembut sembari berguman beberapa kali, pekerjaannya masih menunpuk…tapi kenapa ia malah memandangi Selena seperti ini? Tapi biarlah, pekerjaan bisa diurus nanti.


“Andai Jenderal besar masih hidup, aku akan bertanya kepadanya bagaimana cara beliau mendapatkan putri secantik ini”


“Selamat malam cantik…mimpi indah” bisik Daniel sebelum keluar tatkala melihat Assistantnya yang mengetuk pintu.


“Ada informasi?”


“Tuan muda, pria yang anda temui dirumah sakit…saya sudah mendapatkan informasi lengkapnya”


“Aku akan membacanya nanti, bagaimana tentang tes DNAnya? Sama?”


“Ini…ada beberapa hasil dari rumah sakit yang hasilnya sama seperti yang diberikan bodyguard, namun selebihnya ada yang tidak akurat. Saya akan memastikannya sekali lagi”


“Naik gaji bulai minggu depan”


“Saya akan bekerja dengan baik! Terima kasih Tuan muda!”


“Hn, aku sudah meminta Sekretaris menyiapkan hadiah untuk anak keduamu yang baru lahir. Kau ambilah”


“A-ah anda ti-” belum sempat menyelesaikan ucapannya Daniel langsung masuk kedalam kamar sembari membawa berkas.


Daniel duduk di balkon sembari membaca Document yang diberikan Assistantnya secara teliti, tangan kanan barunya ini bisa diandalkan juga ternyata. Mereka mampu membagi tugas dengan baik.


“Jonathan del Natara? Selena del Natara, sebenarnya apa hubungan Selena dengan pria ini?”


“Daniel…”


“Selena?! Kau bangun?!” ucap Daniel langsung menyembunyikan berkas itu diantara tumpukan berkas lain.


“Hiks hiks hiks…”


“Hei hei hei, kenapa? Kenapa menangis?” tanya Daniel langsung menghampiri Selena dan duduk disebelah wanita itu.


Selena langsung memeluk Daniel dengan begitu erat, menyembunyikan kesedihannya di dada bidang pria itu.


“Akhhh hik hiks hiks, aku mimpi buruk…benar-benar buruk…”


“Ada apa? Katakan kepadaku”


“Aku bermimpi Leo masih hidup dan dia mengatakan bahwa anak itu memang anaknya, dia bahkan berkata bahwa dia tidak akan lagi memperdulikanku dan anak-anak…dia juga bilang dia akan menceraikanku…hiks hiks akhhhh”


Daniel menghembuskan nafasnya dan membelai kepala Selena dengan lembut


“Itu hanya sebuah mimpi…kau tak perlu memikirkannya, itu hanya sebuah mimpi yang akan berlalu. Sudah, kembalilah istirahat”


“Aku tidak mau…aku tidak mau tidur lagi”


“Akan kubuatkan teh sebentar…itu bisa membuatmu sedikit lebih tenang”


Daniel melepaskan pelukan Selena dan keluar dair kamar hotel dan tak berselang lama datang kembali membawa secangkir teh ditangannya.


“Minumlah, setelah minum kita bicara”


Selena mengangguk dan meminum teh itu dengan perlahan, hm? Teh apa ini? Teh yang benar-benar berkelas, seperti ada bunga yang mekar dimulutnya.


“Itu teh bunga, saat kecil Mama sering membuatkan ini ketika aku susah tidur. Bagaimana perasaanmu? Sudah lebih baik?”


“Hemmm…”


“Sekarang ceritakan semua yang kau pendam selama ini”


“Apa yang kupendam? Perlukah aku menceritakannya?”


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2