
.
.
.
Selena dan Joe tertawa senang bersama dengan para mahasiswa yang lain. Daniel menolak untuk memulangkan mereka sekarang, jadi Daniel membawa mereka berlibur menggunakan kapal pesiar selama beberapa hari kedepan.
Daniel datang membawa sepiring gurita bakar dan diberikan kepada Selena. Selena tersenyum sembari berterima kasih kepada Daniel karena sudah membuatkan gurita ini untuknya.
“Punyaku mana?” tanya Joe mengembungkan pipinya.
“Ada didapur tuh, ambil sendiri sana” dingin Daniel.
“Kau ini pilih kasih sekali!!”
“Mau makan tidak?!” kesal Daniel.
Joe memajukan bibirnya dan pergi kedapur mengambil makanannya. Daniel duduk disebelah Selena yang tengah sibuk memakan guritanya.
“Makan pelan-pelan, Joe tidak akan merebutnya darimu” ucap Daniel.
Para mahasiswa lain tersenyum malu melihat perlakuan Daniel kepada Selena. Sangat berbeda jauh dengan perlakukan Daniel kepada Joe.
Puluhan pelayan datang membawa minuman untuk semuanya. Selena tersenyum senang ketika diberikan jus blueberry kesukaannya.
“Sesuka itu dengan jus blueberry ya?” ucap Daniel sembari tersenyum.
“Ini enak! Kau mau coba?” tanya Selena memberikan gelas minumannya, Daniel mengambil dan meminumnya. Enak, pantas jika Selena sangat menyukainya. Selena mengambil jus blueberrynya dari tangan Daniel sebelum pria itu menghabiskan jusnya.
“Wahhhh kalian benar-benar pasangan yang romantis” ucap rektor langsung membuat Selena menyemburkan jus yang baru ia minum tepat mengenai wajah Daniel.
Daniel menghembuskan nafasnya, ini kesekian kalinya ia diperlakukan seperti ini oleh Selena. Selena yang panik langsung mengambil kain dan membersihkan wajah Daniel.
“Ahhhh…aku minta maaf” ucap Selena tak enak.
“Tak pa, makanlah lagi. Aku akan mandi” ucap Daniel beranjak pergi masuk kedalam kamar mandi.
“Kau bersama dengan Tuan muda Jasson? Kukira kau bersama dengan Tuan Georgino” ucap senior Seo mengejutkan semuanya tanpa terkecuali.
“Kenapa kau berpikiran seperti itu?” tanya Joe yang baru datang dengan membawa gurita asam manisnya.
“Ya…karena aku melihat Tuan Georgino sepertinya menyukai Selena. Kau tidak ingat saat beliau datang dan menarik Selena keluar dari kelas hari itu?” ucap senior Seo.
Selena menelan ludahnya dengan kasar, ternyata perilaku Hans waktu itu membuat para mahasiswa curiga jika merekapunya hubungan…
Joe yang melihat raut wajah panik sekaligus tak enak dari Selena mengerutkan kening.
“Dia istri Tuan muda Iskandar, Leonardo” datar Joe membuat semuanya langsung blank seketika.
“Joe…kenapa kau mengatakannya?” bisik Selena.
“Biar, biar mereka tau kau itu milik siapa”
“Serius?!!! Kapan kau menikah?!!! Kenapa kami tidak tau!!!” ucap senior Seo dan lainnya bersama-sama.
“Serius?!! Kau sedang tidak bercanda kan?!!” ucap semuanya lagi.
__ADS_1
Selena menunjukan cincin yang berada di jari manisnya. Para mahasiswa langsung terdiam membeku, ternyata…idola mereka sudah menikah…sakit ya…
“Rektor ini…saya minta maaf” ucap Selena menundukan kepalanya.
“Aduh…kenapa minta maaf? Wajar jika Tuan Iskandar menikahi gadis sepertimu. Mengenai peraturan kampus, kau tenang saja…” ucap rektor membelai kepala Selena.
“Beasiswa saya…tidak dicabut kan?” tanya Selena.
“Tentu tidak, kenapa kami harus mencabut beasiswa mahasiswa unggul sepertimu? Jika beasiswamu dicabut oleh Tuan Hans nanti, aku akan bertanggung jawab atas pendidikanmu” ucap rektor sembari tersenyum.
“Wahhhh terima kasih!!” ucap Selena.
Drtttttt drttttttt…
Ponsel Joe berdering, Joe menatap nomor asing dilayar ponselnya. Dengan rasa curiga ia mengangkat telfon itu.
“Selena bersamamu?”
“Iya, kau…siapa?”
“Hendrick”
“APA?!” ucap Joe sontak berdiri dengan terkejut.
“Iya ini aku, berikan ponselmu kepada Selena”
“Selena, Pamanmu ingin bicara denganmu” ucap Joe.
“Tidak mau! Tutup saja telfonnya!”
Joe menghembuskan nafasnya dan melemaprkan ponselnya kepada Selena lalu langsung berlari kesembarang arah. Ia lebih baik kabur daripada maju kena mundur kena.
“Selena, Paman ingin bicara denganmu sebentar sayang…”
“Hmph! Kenapa Paman ingin bicara kepadaku?!” kesal Selena.
“Sayang, galak sekali dengan Paman…masih marah ya dengan Paman? Kenapa memblacklist nomor Paman lagi?”
“Terserahku lah, ponsel ponselku. Terserahku mau kuapakan” jawab Selena memakan guritanya dengan kesal.
“Ayolah sayang…Paman juga kan tidak bisa berbuat banyak”
“Ya sudah! Kalau begitu jangan telfon aku lagi!”
Tut…
Selena mematikan telfon itu sepihak.
Drtttt drtttttt…
Hendrick kembali menelfon ponsel Joe, Selena menatap kesal ponsel itu. Ia menolak panggilan dari Hendrick namun Hendrick kembali menelfon membuatnya benar-benar kesal. Dengan kesal ia mengangkat telfon itu.
“Dasar orang yang tidak peka! Aku tidak mau bicara dengan Paman lagi!!!”
Setelah mengatakannya Selena membuang ponsel Joe ke laut.
Hendrick yang berada di sebrang sana meminjat pelipisnya dengan kesal. Hanya Selena dan Ruvelis yang berani memperlakukannya seperti ini. Ayah dan anak itu benar-benar membuatnya kehabisan akal…
__ADS_1
“Kenapa lagi? Selena masih marah kepadamu?”
“Kau tau itu, Deon”
“Kirim saja Leo kesana” ucap Deon. Gara-gara nomor Hendrick diblacklist oleh keponakannya, Hendrick memarahi semua staff dan para Jenderal tanpa tau waktu dan kondisi. Bahkan para Jenderal yang tak tau apa-apa ikut terkena imbasnya.
“Kau coba telfon Selena”
“Nomorku juga diblacklist, nomor adik-adikku juga begitu. Bahkan Liekai memarahi semua staffnya karena hal itu” jawab Deon menghembuskan nafasnya.
“Dasar Ayah dan anak! Sama-sama keras kepala!” kesal Hendrick.
“Oh ya, kau sudah tau beritanya?”
“Apa?”
“Dion, mantan bawahan Liekai. Dia diperintahkan keluarga Georgino untuk mempermalukan Selena dihadapan semua mahasiswa. Bahkan secara khusus, Yeni memerintahkannya membunuh Selena” ucap Deon kepada Hendrick. Jika saja Dion masih memiliki hubungan dengan kemiliteran hukuman mati akan langsung dijatuhkan kepadanya. Sayangnya, semenjak kematian kakaknya setengah peraturan yanga da di ubah. Salah satunya, seseorang yang keluar dari kemiliteran dan menjadi pengkhianat maka sepenuhnya semua unit kemiliteran tidak akan memperdulikan orang itu dan semua masalah yang menimpanya maka kemiliteran tidak akan ikut campur tangan.
“Maksudmu?”
“Dia menyamar sebagai Jenderal Dion dan datang ke Royal University untuk memberikan test militer kepada para mahasiswa termasuk Selena”
“Apa?!! Apa Selena baik-baik saja?! Apa gadis itu terluka?!” ucap Hendrick berdiri dari tempat duduknya.
“Tidak, Selena berhasil menanganinya tadi sebelum bawahanku datang”
“Apa yang Selena lakukan?”
“Menggunakan posisinya tentu saja” jawab Jeff membuat Hendrick kembali duduk ditempatnya. Tidak Ruvelis tidak Selena, 2 orang itu…benar-benar membuatnya sering sakit kepala. Dan sialnya! Ia tidak bisa melakukan apapun bahkan untuk menegur 2 orang itu!!!. Untung saja ia menyayangi Selena, jika tidak…ia akan menyeret gadis kecil itu masuk ke kemiliteran sekarang juga.
“Dia tau bagaimana cara menangani orang yang tidak tau berterima kasih” dingin Jeff.
“Entah apa yang diinginkan Jenssica selama ia mengandung Selena. Anaknya benar-beanr mirip dengan Ruvelis”
“Hehehe, itu berarti tidak akan ada yang meragukan bahwa Selena adalah anak kandung kakakku” jawab Louis.
“Kalian ber-3 semakin hari semakin melunjak ya didepanku! Sana pergi! Kerjakan tugas kalian!”
“Tugas kami sudah selesai”
“Benarkah? Kalau begitu, kirimkan brangkas yang ada di peti untuk Selena”
“Ha?! Apa?!” ucap Deon, Jeff, Dan Louis bersamaan.
“Itu adalah hak milik Selena, aku akan mengajarinya cara menggunakan barang itu nanti”
“Apa otakmu sudah hilang?! Kak Ruvelis pernah merobohkan beberapa keluarga besar karena hal itu!”
“Ya, dan semoga…keluarga Georgino bisa hancur lebur ditangan Selena” ucap Hendrick dengan senyum sinisnya. Ia yakin, keponakan kesayangannya tidak mungkin membuang kesempatan baik seperti itu. Kapan lagi bisa menghancurkan keluarga Georgino dalam satu malam?. Ia harap…dalam hal ini Selena akan mewarisi bakat Ruvelis.
.
.
.
" Wanita adalah kaum lemah dan lembut hatinya, tapi sekalinya dia terluka maka sikap iblisnya akan melebihi laki-laki "
__ADS_1