
.
.
.
“Kau dan Joe…bukan adik kakak kandung kan?”
Daniel seketika bungkam oleh pertanyaan Selena. Darimana Selena mengetahui hal itu? Apa Selena mencurigai sesuatu?.
“Ka-kau…da-darimana ka-kau ta-tau?”
“Ah…ternyata benar kalian bukan adik kakak kandung”
“Duduklah, aku akan menjelaskannya kepadamu”
Selena duduk disebelah Daniel, Selena menatap lekat-lekat wajah sendu Daniel. Apa ia salah sudah menanyakan hal ini?.
“Kau benar…Joe bukan adik kandungku…kami berbeda Ayah…”
“Oh? Maksudnya?”
“Dan juga Ibu…” lanjutnya.
“Apa?! Bagaimana bisa itu terjadi?!” tanya Selena tak percaya.
“Ya…Papa dan Mamaku adalah pewaris utama keluarga Jasson, kakak dari Ayah Joe”
“Tunggu-tunggu, jadi maksudmu Papa dan Mama adalah Paman dan Bibimu? Dan Joe adalah adik sepupumu?” tanya Selena.
Daniel menganggukkan kepalanya, semua yang ditebak Selena…benar adanya.
“Ya, setelah kematian Papa dan Mama…kakek mengumumkan bahwa aku adalah pewaris tunggal keluarga Jasson”
“Pewaris tunggal? Bukankah seharusnya pewaris utama? Kan ada Joe sebagai adik sepupumu” ucap Selena mengerutkan keningnya.
“Joe…Joe adalah anak diluar pernikahan. Karena peraturan keluarga, Paman baru bisa menikahi Bibi Emerland saat Joe sudah dilahirkan. Kakek dan nenek yang tidak mengetahui hal ini sama sekali sangat marah ketika Paman menceritakan semuanya, jadi dia mencabut gelar pewaris bagi anak-anak Paman dan Bibi Emerland. Bahkan jika aku matipun, keluarga Jasson tak akan pernah jatuh ketangan Joe. Itu sudah menjadi persyaratan keluarga, meskipun keluargaku sangat menyukai anak perempuan”
Selena menutup mulutnya tak percaya, ia pernah membaca buku tentang sejarah keluarga Jasson. Mereka sangat ketat dalam pernikahan, yang bisa menjadi pewaris hanyalah anak pertama. Tapi itu bisa diubah jika wali sah dari anak pertama itu ingin mencabut gelar pewaris tunggal/utama dari anak mereka. Keluarga Jasson tak peduli pewaris mereka laki-laki ataupun perempuan, yang terpenting anak itu dihasilkan dari pernikahan resmi/sah yang disetujui oleh seluruh anggota keluarga besar.
“Joe…anak diluar pernikahan?”
“Benar…itu yang membuatnya, tak bisa menyandang gelar pewaris. Kekayaan yang dimiliki keluarga Jasson, dia tidak akan mendapatkan seperpun…itulah kenapa, aku membangun kekuasaan dibidang hukum agar tak seorangpun…bisa menghina Joe. Dan juga itu kulakukan sebagai balasan terima kasih karena Paman dan Bibi sudah mengurusku. Aku memberikan kebebasan kepada Joe bertindak dalam bidang hukum, dan itu adalah kesalahan terbesarku”
Daniel berkata dengan tubuh yang gemetar, Selena menggenggam erat tangan Daniel. Daniel langsung memeluk erat tubuh Selena membuat gadis itu terkejut.
“Aku gagal…aku gagal mendidik Joe…aku kehilangan Papa dan Mama…mereka meninggalkanku sendirian…aku kesepian…jangan pergi…kau tidak boleh pergi dari sisiku…” lirih Daniel menyembunyikan wajahnya di bahu Selena.
Selena menghembuskan nafasnya, ia membelai punggung Daniel dengan lembut membiarkan pria ini mengucapkan apa yang tertahan dihatinya.
“Aku hanya ingin kau berada disisiku…jangan meninggalkanku seperti Papa dan Mama…aku tak ingin kehilanganmu…”
“Daniel…jangan menangis lagi…semuanya baik-baik saja”
__ADS_1
“Kau dan aku tidak baik-baik saja…jangan membohonggi dirimu sendiri…aku tau kau juga tidak baik-baik saja” ucap daniel
Air mata Selena luruh begitu saja, tubuhnya gemetar dengan hebatnya. Dengan spontan ia memeluk Daniel dan meluapkan kesedihannya.
“Hiks hiks hiks…aku merindukan Papa Mama…aku ingin bertemu dengan mereka…aku sangat merindukan mereka” ucap Selena.
Daniel semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Selena. Posisi mereka sama, kehilangan kedua orang tua, menanggung beban sebagai pewaris tunggal, disembunyikan dari publik, dan diincar banyak orang untuk dibunuh agar mendapatkan sebuah kekayaan keluarga.
Daniel membelai kepala Selena dengan lembut. Keluarga Alexandra, keluarga Iskandar, keluarga Jasson, dan keluarga Georgino adalah 4 keluarga besar yang memiliki aturan masing-masing dalam menentukan ahli waris mereka. Seketat-ketatnya peraturan keluarga Iskandar, Jasson dan Georgino, lebih ketat lagi keluarga Alexandra. Pewaris keluarga Alexandra dituntut untuk bisa melakukan semua hal yang diminta oleh keluarga, bahkan yang bisa menjadi pewaris mereka adalah anak yang dihasilkan oleh pewaris utama. Tak perduli bahwa itu adalah anak keberapa. Contohnya seperti Selena, kedua orang tuanya meninggal. Maka disaat itu juga, keluarga Alexandra akan sepenuhnya menjadi milik Selena sebagai anak tunggal, anggota keluarga yang lain tidak diperbolehkan ikut campur sebelum sang pewaris mengizinkan untuk ikut campur. Apalagi jika pewaris mereka adalah anak perempuan, anak perempuan itu harus dirahasiakan dan disembunyikan dari media maupun publik dan akan diumumkan disaat umurnya sudah cukup untuk memimpin keluarga Alexandra.
.
.
.
Lelah menangis…Selena terlelap dalam pelukan hangat Daniel. Pelukan Daniel benar-benar hangat seperti pelukan Leo kepadanya, itu membuatnya nyaman dan aman berada di dekat Daniel. Ia merasa seperti sedang dipeluk oleh suaminya, Leo.
Dengan perlahan Daniel membaringkan tubuh Selena ditempat tidurnya, ia mengecup lama dahi Selena. Ia sadar...beban yang ia pikul seorang diri, tidak bisa dibandingkan dengasn beban yang berada di pundak Selena.
“Aku sangat mencintaimu…kapan kau sadar dengan perasanku…?”
Daniel menghapus kasar air matanya, ia berdiri dan duduk disofa membaca buku. Pintu kamarya diketuk bdberapa kali oleh seseorang.
“Siapa?”
“Ini aku Daniel, apa Selena ada dikamarmu?”
“Ya, dia sedang tidur. Jangan khawatir”
Drttttt drtttttt…
Daniel menatap ponselnya yang berdering, ia melihat nomor tak dikenal di layar ponselnya. Siapa yang menelfonnya?.
“Hallo? Daniel! Aku Leo!”
“Leo?! Ini kau?!” ucap Daniel berdiri dari tempat duduknya karena terkejut.
“Iya ini aku, aku sedang berada diluar kamp 3. Bagaimana keadaan istriku? Apa dia baik-baik saja?”
“Dia baik-baik, dia sedang tidur sekarang?”
“Syukurlah jika Dear baik-baik saja, aku benar-benar mengkhatirkannya”
“Dia baik-baik saja, bagaimana kabarmu?”
“Kau tau aku sedang tidak baik-baik saja”
“Yahhh, berpisah dengan istri tercinta memang tidak menyenangkan”
“Hei hei hei! Oh ya, apa istriku makan dengan baik? Tidak ada masalah dengannya kan?”
“Dia baik-baik saja, dia makan dengan baik”
__ADS_1
“Syukurlah jika begitu, Daniel…aku titip istri dan anakku ya, jaga mereka baik-baik. Aku harus kembali ke kamp sekarang”
“Iya…aku akan menjaga istri dan anakmu”
“Terima kasih!”
“It’s okay”
Tut…
Daniel menghembuskan nafasnya, untuk bisa menelfon harus menunggu saat keluar dari kamp dan itupun hanya bisa beberapa detik saja. Ia tak bisa membayangkan jika sampai Selena masuk ke kamp utama nantinya, tapi benar apa yang dikatakan Selena…tugas kemiliteran, adalah hal yang wajib untuk mereka lakukan.
.
.
.
Semua mahasiswa beserta dosen tertawa riang sembari menikmati alunan musik yang diputar. Keindahan malam ditambah dengan sebuah permainan piano dari Selena membuat malam ini terasa sempurna bagi mereka.
Daniel dengan kameranya memotret Selena yang tengah menikmati permainan pianonya, dari sisi manapun…Selena benar-benar sempurna. Seorang Nona besar dari keluarga ternama yang sangat bertalenta.
“Leo…sayang…aku sangat ingin menemuimu, tapi aku sadar…dengan aku menemuimu. Itu hanya akan membuatmu semakin berat menjalankan tugasmu. Maaf…bukan aku tidak mencintaimu, tapi lebih baik…kita tidak saling bertemu untuk sesaat”
Diakhir permainannya, Selena menyanyikan sebuah potongan lagu yang sering dinyanyikan Leo diakhir permainan pianonya.
“Selena! Itu lagu yang indah! Bisa kau katakan kepadaku apa arti dari lagu tadi?”
“Cinta yang gugur dimusim dingin namun bersemi saat musim panas, sebuah langit indah yang dihiasi dengan auroranya, Canopus akhirnya bertemu dengan Siriusnya, malam…jangan menyentuhnya dengan kedinginanmu. Itu arti potongan liriknya”
“Woah…lalu apa arti kata-katamu barusan?” tanya Joe lagi.
“Tuhan, seketika…aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya. Selama aku hidup…aku hanya akan mencintaimu, Dearku. Malam…sampaikanlah kepadanya, bahwa aku merindukannya disini” jawab Selena sembari tersenyum.
Joe bertepuk tangan mendengar jawaban lembut Selena, ia yakin…lagu itu adalah lagu cinta dari Leo untuk Selena.
Daniel melambaikan tangannya meminta Selena mendekat kearahnya, Selena berdiri dan menghampiri Daniel. Daniel menunjukan beberapa photo yang ia ambil tadi.
“Wahhh bagus! Coba kulihat!” ucap Selena mengambil kamera Daniel dan melihat photo-photo yang diambil oleh Daniel. Ia tak menyangka Daniel bisa memotret dengan begitu baik.
“Kamera ini bagus!” ucap Selena.
“Kau menyukainya? Aku bisa membelikan pabriknya jika kau mau”
“Hah?!” ucap semuanya tak percaya atas kata-kata Daniel.
“Hahaha, kau bisa saja Daniel” ucap Selena pergi membawa pergi kamera itu menuju kamarnya.
Daniel mengerutkan keningnya, apa Selena tidak percaya dengan ucapannya? Apa ucapannya terkesan bercanda untuk Selena? Apa Selena tidak percaya jika ia benar-benar akan membelikan Selena pabrik membuat kamera itu?.
.
.
__ADS_1
.