Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 122 : 3 keluarga yang bersaing ketat!


__ADS_3

.


.


.


“Melihatmu sadar, Papamu benar-benar senang. Dia mulai menjalankan pekerjaannya seperti biasa, namun karena kau harus dirawat di Jerman, Papamu memutuskan untuk menetap disana. Tentu saja Tuan besar merasa keberatan dengan itu, namun Papamu tetap bersikers agar tetap tinggal di Jerman dan menolak kembali ke Skotlandia…


…Setelah melalui beberapa kali pertimbangan, akhirnya Tuan besar memperbolehkan Papamu menetap di Jerman. Di saat itulah, kekacauan baru mulai muncul. Ketidak hadiran Papa mu didalam kamp utama selama beberapa karena kau sakit menimbulkan beberapa masalah baru. Disaat itu, keluarga Georgino meminta agar keluarga mereka dimasukan ke kamp utama namun hal langsung ditolak mentah-mentah oleh Tuan besar. Tapi keluarga Georgino tetap bersikers ingin keluarganya mendapat posisi di kamp utama…


…Hari itu juga, Papamu langsung terbang ke Skotlandia dan turun tangan mengatasi masalah ini. Keluarga Georgino datang menghadap Papamu, Papamu tidak senang dengan sikap keluarga Georgino yang seenaknya dihadapannya. Dan hal itu membuat Papamu meminta Tuan besar mengeluarkan perintah dan juga sebuah ancaman. Papamu berkata kepada Tuan besar bahwa jika sampai Tuan besar memasukkan keluarga Georgino kekamp utama. Keluarga Alexandra akan lepas tangan secara keseluruhan terhadap semua kamp…


…Mendengar ancaman yang dilontarkan Papamu membuat Tuan besar langsung memberikan perintah bahwa selamanya keluarga Georgino tidak akan pernah bisa masuk kedalam jejeran kamp. Entah itu kamp utama maupun kamp unitnya…dan setelah itu, Papamu langsung kembali ke Jerman. Memberikan identitas baru kepadamu, dia membuat namamu menjadi Selena Yunki Leonardo untuk menghindarkanmu dari masalah saat itu…dan fakta lain Paman temukan, ternyata saat kami berada di wilayah asing hari itu. Terdapat sebuah drone yang memotret kami ber-4 sedang bertemu…


…Foto itu mungkin foto biasa, namun untuk musuh…foto itu adalah harta karun yang besar. Jika sampai media tau mengenai foto itu, keberadaanmu, Leo, dan juga Daniel akan terancam. Mendengar kabar itu, Jennifer memerintahkan anak buahnya untuk mencari drone itu dan memusnahkan fotonya dan juga Ruvelis meminta kami semua…merahasiakan ini darimu”


Selena terdiam mendengar cerita dari Hendrick. Semua pertanyaannya ketika melihat foto itu terjawab sudah oleh cerita Hendrick. Hanya dengan sebuah foto, ada 1 rahasia yang terungkap. Itu berarti…sejak awal…keluarga Georgino bukanlah bagian dari 4 keluarga besar! Mereka menggunakan stempel rahasia kamp utama untuk bisa masuk ke dalam 4 keluarga besar! Pantas Pamannya begitu muak dengan keluarga Georgino!.


“Lalu…siapa ke-3 orang asing di foto itu?”


“Dari penyelidikan George, mereka adalah mata-mata keluarga Georgino. Darisana Paman tau kenapa hari itu terjadi begitu banyak kekacauan. Ternyata itu semua disebabkan oleh keluarga Georgino yang berencana menerobos masuk kedalamderetan keluarga besar. Dan ke-3 mata-mata itu, langsung dieksekusi sendiri oleh Papamu. Mau lihat kepala mereka? Kepala mereka diawetkan dan berada di ruangan Paman” ucap Hendrick.


“Tidak, terima kasih”


“Paman bisa keluar sekarang, panggil Daniel masuk”


“Hanya itu? Kau membuat Paman datang jauh-jauh dari kamp utama kemari dan sekarang ini perlakuanmu kepada Paman?”


“Panggil Daniel atau panggil suamiku kemari”


“Daniel, masuklah. Selena ingin bicara denganmu” ucap Hendrick membuka pintu dna menutupnya. Sudah diacuhkan Selena, jika memanggil Leo bisa-bisa ia diintrogasi oleh Tuan besarnya.


Daniel masuk membawa buah-buahan yang sudah dikupas. Selena menatap senang buah-buahan yang sudah dikelupas itu, mereka terlihat mengiurkan.


“Mau?” tanya Daniel sembari tersenyum.


Selena menganggukkan kepalanya dengan semangat, Daniel memberikan semangkuk buah yang dikupas itu kepada Selena. Selena memakan buah-buahan itu dengan semangat.


“Makan yang banyak, nanti kalau sudah sembuh…aku akan mengajakmu liburan”


“Serius?! Kemana?”


“Hmmmm terserahmu, kau mau kemana?”

__ADS_1


“Jeju!” jawab Selena dengan semangatnya.


“Baiklah, aku akan menyiapkan semuanya. Jadi…cepat sembuh ya”


“Pasti! Bosan terus dirumah sakit”


Daniel hanya tersenyum mendengar ucapan Selena. Mengemaskan…ia benar-benar gemas dengan Selena. Bagaimana bisa ada gadis semengemaskan ini? Dan juga ingin sekali ia menggigit pipi itu.


“Hmmm…bagaimana kalau kita jalan-jalan menjelajahi Korea? Bukan hanya Jeju saja”


“Ide bagus!”


Daniel mengacak rambut Selena dan merapikannya kembali. Ia menatap ponselnya yang mendapat pesan masuk, tumben Sekretarisnya mengirimnya pesan di jam ini.


“Selena, aku akan keperusahaan cabang sebentar. Tidak jauh dari rumah sakit ini, kalau ada apa-apa telfon aku ya”


“Hmmmm, bisakah kau berikan ini kepada Paman Hendrick?” tanya Selena sembari mengeluarkan sebuah kotak kecil dari laci dan memberikannya kepada Daniel.


“Apa ini?”


“Hadiah untuk Leo, minta Paman Hendrick ke kamp 3 untuk memberikan ini. Bilang saja sebagai balasan karena berbohong” jawab Selena sembari tersenyum.


“Bisa-bisanya dia yang memerintah Jenderal besar…”


Daniel keluar dari ruangan Selena dan memberikan bingkisan kecil itu kepada Hendrick. Hendrick menatap bingung kotak kecil ditangannya ini, kenapa Daniel memberinya hadiah?.


“Itu dari Selena bilang bahwa anda harus memberikannya kepada Leo sebagai balasan karena berbohong” datar Daniel setelah itu pergi begitu saja.


“Hah…sudah kuduga…Selena tidak akan melepaskanku begitu saja setelah menutupi ini semua”


Hendrick memasukkan hadiah keicl itu kedalam saku coat coklatnya. Lebih baik ia menuruti permintaan Selena daripada gadis itu tiba-tiba muncul di kamp utama dan mengobrak-abrik brangkasnya dan mengambil semua uangnya sebagai ‘Oleh-oleh’.


“Asahi, kau disini saja. Kau jaga Selena sampai gadis itu pulih, aku akan menemui Jennifer. Sudah waktunya emmbuat perhitungan kepada wanita itu”


“Paman jangan macam-macam dengan Mama, Mama masih punya urusan denganku! Kutemukan Mama tergores sedikit saja karena ulah Paman! Aku akan menganggal kepala Paman!” ucap Selena.


“Kenapa pendengaranmu tajam sekali?!” tanya Hendrick terkejut.


“Bukan urusan Paman! Pergi sana! Jangan lupa berikan hadiahnya kepada suamiku! Tidak sampai ditangan Leo, aku akan membuat Paman berlutut diatas kulit durian!”


Deon menahan tawanya melihat wajah pucat Hendrick. Nyali mereka mungkin berani melawan ucapan Hendrick, tapi mereka tidak punya keberanian sebesar itu untuk menghukum Hendrick.


“Gen kakakku memang hebat bukan?” bisik Deon.

__ADS_1


Para Mafia langsung mengacungkan jempol mereka secara bersamaan setelah mendengar ucapan Deon.


.


.


.


Daniel membuka pintu ruangannya, ia menatap dingin seorang pria yang kini tengah duduk santai disana. Ia menatap para Sekretaris dan Assistant pribadinya yang tengah gemetar.


“Untuk apa kau kemari Hans?” dingin Daniel sembari berjalan duduk dikursinya.


Hans menatap dingin para tangan kanan Daniel, perlu ia akui. Daniel adalah pembisnis monster dikelasnya, merekrut lulusan-lulusan terbaik dari seluruh kampus di dunia untuk dijadikan tangan kanan. Namun sayangnya, Daniel adalah seorang pembisnis baru, masih cukup mudah untuk dirobohkan.


“Jauhi Selena”


“Punya hak apa kau menyuruhku melakukan itu?”


“Hak apa? Jangan lupa Daniel…kapanpun…aku bisa membuat satu persatu orang disamping Selena lenyap”


Daniel mengerutkan keningnya seketika, apa maksud Hans…Hans akan menyingkirkan orang-orang yang memihak pada Selena?.


“Jangan pikir aku akan membiarkanmu melakukan itu?”


“Daniel, jangan lupa…kemampuan berbinisku lebih tinggi darimu. Mudah untukku menghancurkanmu dengan hal itu”


“Hans, jangan terlalu sombong. Aku pewaris tunggal keluarga Jasson, keluarga Iskandar dengan senang hati akan membantuku. Dan jangan lupa…Selena adalah…Nyonya muda Iskandar yang terhormat. Kau pikir Leo akan membiarkanmu menyakiti istri tercintanya?”


Tangan Hans langsung mengepal penuh kegeraman seketika. Panas…dadanya panas ketika mengingat status yang disandang Selena sekarang.


“Kau tau bagaimana kejamnya seorang Tuan muda Iskandar Hans…jangan main-main dengan mengancamnya menggunakan nama istrinya. Keluarga Iskandar, keluargaku, dan keluargamu…sama kuatnya sekarang. Ancam Leo sesukamu menggunakan nama Selena. Tapi jangan harap…setelah itu, keluargamu akan dipandang lagi”


“Apa maksudmu breng*ek?!” emosi Hans mulai memuncak.


“Hmph, hanya dengan kata-kata seperti ini kau sudah marah? Memang pantas…pantas Selena tidak mau kembali bersamamu”


Bugh!


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2