
.
.
.
Joe menatap dingin Jennifer yang tiba-tiba mengajaknya pergi secara tiba-tiba. Apa sedang direncanakan wanita
ini? Apa wanita ingin membunuhnya karena selalu bertanya identitas Selena yang sebenarnya? Tapi wanita ini tidak mungkin berpikiran sempit bukan?.
“Aku tidak tertarik membunuh bocah ingusan sepertimu, aku akan membawamu membereskan Yeni”
“Yeni? Ada apa lagi?”
“Wanita itu belum jera, dia masih ingin mencoba melukai putriku”
“Tsk! Wanita gila itu, awas saja!” kesal Joe.
Tiba-tiba Joe teringat tentang permintaan Selena kepadanya. Sial*n! Ia belum pergi kepengadilan! Ia belum membahas perjanjian kontrak nikah Selena dengan Hans kepada Daniel! Ia tak mau membuat Selena kecewa jika sampai ia gagal memenuhi hal itu. Ia harus kepengadilan secepatnya.
“Kau urus Yeni sendiri dulu, aku harus menyelesaikan urusanku”
“Sebutkan tempatnya, aku akan mengantarmu”
“Pengadilan pusat”
“Untuk apa kau ingin kesana?”
“Kau tak perlu tau, aku akan memberitaumu nanti”
Jennifer hanya menganggukkan kepalanya. Ia menambah kecepatan mobilnya menuju kepengadilan pusat. Sepertinya ini masalah penting, apa ini juga berhubungan dengan putrinya?.
Saat sampai Joe langsung turun sedangkan Jennifer langsung mengemudi menuju tempatnya.
Joe memasuki pengadilan itu, semua pengacara, hakim, serta polisi langsung berjingkat kaget melihat kedatangan Joe. Joe mengeluarkan pistolnya dan langsung menodongkan tepat dikepala hakim.
“No-nona mu-muda?” ucap hakim gemetar.
“Berikan aku, salinan kontrak nikah Selena dan Hans. Atau…kuhancurkan kepalamu”
“No-nona…a-anda tenang dulu. Ki-kita bicarakan baik-baik”
Joe menurunkan pistolnya, ia mengambil kursi dan duduk di depan hakim dengan kedua kaki yang terlipat.
“Nona…i-itu berkas pribadi. Ka-kami tidak bisa memberikannya kepada anda”
“Oh, kenapa?” tanya Joe dengan senyum sinis.
“Tu-Tuan Hans bi-bilang, tak seorangpun boleh menyentuh berkas itu selain beliau”
“Jadi?”
“Ji-jika saya memberikan sa-salinan i-itu kepada anda, ma-maka saya…”
“Apa aku perlu memanggil kakakku kemari? Apa perlu aku memintanya untuk mengambil berkas itu sendiri? Seharusnya kau tau…bagaimana tabiat seorang Daniel…”
__ADS_1
Seisi ruangan langsung menelan ludah seketika, sekarang maju atau mundur pun pasti akan celaka. Jika mereka memberikan salinan itu kepada Joe, maka Hans akan membunuh mereka. Jika tidak mereka berikan, maka Daniel akan membunuh mereka.
Melihat hakim yang tak kunjung memberikan jawaban membuat Joe mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor kakaknya. Hakim langsung menggenggam tangan Joe menghentikan gadis itu agar tidak menelfon Daniel.
“3…3 hari! Berikan kami waktu 3 hari untuk memikirkannya!”
“3 jam dari sekarang, aku ingin jawaban hari ini. Jika tidak, kalian akan kehilangan pekerjaan kalian”
Joe berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari pengadilan itu. Para hakim langsung lemas seketika. Joe menelfon kakaknya, meminta kakaknya itu itu mengambil salinan kontrak pernikahan Selena dengan Hans. Jika ia tidak menggunakan ancaman itu, para hakim itu pasti tidak akan menyetujui permintaannya. Sebetulnya ia juga penasaran dengan isi kontrak pernikahan Selena dan Hans.
“Ada apa Joe?” ~ Daniel.
“Kak, bisa kau ambil salinan kontrak pernikahan Selena dan Hans?”
“Hm? Kenapa tiba-tiba?” ~ Daniel.
“Selena yang memintanya”
“Hm, kau sudah kepengadilan? Apa kata mereka?” ~ Daniel.
“Sepertinya mereka menolak”
“Aku tak bisa mengambilnya, aku sedang berada di Sydney. Kau ambil saja sendiri, kunci brangkasnya ada di laci kamarku” ~ Daniel.
“Oh, ada disana? Okey”
Tut…
Joe menghubunggi bawahannya. Ia tak membawa mobil sendiri saat kemari, ia tak mau memesan taxi. Bisa-bisa kejadian perampokan itu terulang lagi nanti.
“Dalam 5 menit, bawa kunci yang ada di laci kamar kakakku ke pengadilan pusat”
Tut…
.
.
.
Esoknya…
Hans memeluk pinggang ramping istrinya yang tengah memasak makanan. Ia memberikan beberapa ciuman lembut di bahu serta leher jenjang istrinya. Hans mendongkakkan kepalanya, melihat istrinya masih fokus memasak. Pergi tidak ya? Istrinya cantik begini…
Selena menelan ludahnya, hari ini ada pesta besar di rumah Jasson. Ia ingin meminta izin kepada Hans untuk pergi kesana, tapi apa suaminya akan mengizinkannya pergi kesana?. Tapi ia benar-benar ingin pergi kesana.
“Sayang…malam ini aku tidak pulang ya? Ada acara penting…aku harus datang” ucap Hans.
“Hmmmm pergilah…jika itu penting kau harus menghadirinya”
“Aku ingin membawamu kesana…tapi aku tak bisa melakukan itu”
“Kenapa?”
Hanya terdiam, ia tak bisa menjawab pertanyaan istrinya. Jika ia menjawab yang sejujurnya, maka ia akan tidur disofa selama 1 minggu. Tidak tidak! Ia tak boleh mengatakan itu, ia tak mau Selena kecewa lagi kepadanya.
__ADS_1
“Aku hanya tak ingin istriku dilihat banyak orang…” jawab Hans menenggelamkan wajahnya di leher jenjang Selena.
Selena menghembuskan nafasnya, ia harus tahan. Ia tak boleh kesal hanya karena hal ini, ia yakin bukan itu alasan Hans tak mau mengajaknya. Ia hanya seorang istri kontrak dan Hans adalah seorang pewaris dari keluarga besar. Tak pantas baginya bersanding dengan Hans diacara besar. Ia sadar dengan posisinya saat ini.
“Sudah selesai? Aku lapar…” ucap Hans.
“Sebentar lagi akan selesai…”
Setelah masakan selesai Hans langsung menyantap masakan istrinya. Selena tersenyum melihat Hans yang menyukai masakannya, Hans hampir sama seperti Leo sekarang. Leo juga sangat menyukai masakannya, namun sering kali Leo yang meminta pelayan menyiapkan makanan dengan alasan tak mau ia terluka saat memasak makanan.
“Selena…kuharap kau tak tau apa yang kulakukan dibelakangmu…maaf…” batin Hans.
“Hmmmm…aku ingin tau, apa Leo juga akan hadir atau tidak” batin Selena.
Setelah selesai makan Hans langsung berangkat kekantor. Selena kembali masuk kedalam kamarnya dan melakukan video call kepada Joe.
“Selena!! Bagaimana?! Kau bisa hadir?” tanya Joe antusias.
“Hm, Hans tidak pulang malam ini. Jadi aku bisa menginap!” ucap Selena.
“Yey!!! Mama!! Papa!!! Selena akan datang!!!” teriak Joe.
“Benarkah?!! Wahhh…Mama akan mengirimkan gaun yang cantik untukmu!” ucap Emerland mengambil ponsel putrinya.
“Terima kasih ma!”
“Sama-sama sayang…Mama akan menyiapkan makanan kesukaanmu untuk perjamuan makan malam. Nanti kau harus makan yang banyak ya!” ucap Emerland sembari memperlihatkan dekorasi rumahnya yang hampir selesai.
“Wah! Cantik ma! Maaf ya ma…aku tak bisa membantu Mama”
“Aduh…kenapa minta maaf? Ada Joe yang membantu Mama, kau harus istirahat dengan baik. Jangan sampai sakit lagi ya” ucap Emerland.
“Siap Boss!”
“Aduh…cantiknya anak Papa yang satu ini” ucap Tuan Jasson mengambil ponsel Joe dari tangan istrinya.
“Pa! Papa selalu memuji Selena tapi tidak pernah memujiku cantik!” kesal Joe.
“Hahahaha!! Putri cantik Papa yang ini cemburu hm? Kalian berdua anak Papa…kalian sama-sama cantik” ucap Tuan Jasson.
“Sayang…gaunnya sudah Mama antar, sebentar lagi akan sampai. Jika tidak muat bilang ya” ucap Emerland.
“Mama mengejekku gendut?” ucap Selena sembari tertawa pelan.
“Aduh bukan begitu sayang…ukuran gaun itu sama dengan tubuh Joe. Nanti kalau kebesaran bilang ya” ucap Emerland.
“Mama mengejekku gendut begitu?!” kesal Joe.
Selena tertawa pelan melihat Joe dan Mamanya sedang berdebat masalah ukuran tubuh. Sekarang ia akhirnya tau kenapa Daniel dan Joe jarang akur.
.
.
.
__ADS_1
Yeni John Margareth aka Nyonya Georgino.