Our Last Love

Our Last Love
Chapter 18 : Liburan bersama


__ADS_3

.


.


.


 


Hans membuka matanya perlahan. Ia menetralkan pandangannya. Merasakan sebuah pelukan hangat membuatnya sontak melihat Selena. Ia tersenyum melihat wanita itu sedang memeluk erat tubuhnya. Sekarang, bukan ia yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Melainkan istrinya sendirilah yang membuat api menyala dalam dirinya.


“Imut…” guman Hans tersenyum tipis sembari memainkan rambut bergelombang istrinya.


Mata Hans bergulir menatap bibir merah Selena. Ia mendekatkan wajahnya, ******* bibir itu dengan lembut. Tangan Hans menyibakan rambut yang menutupi wajah cantik Selena. Ia mengambil ponselnya dan mengambil beberapa potret wajah tidur Selena. Lumayan, jika ia sedang berada di luar negeri ia bisa melihat foto ini jika sedang merindukan istri kecilnya.


Selena membuka matanya perlahan. Ia langsung berjingkat kaget mengetahui bahwa tangannya sedang memeluk tubuh Hans. Apa yang ia lakukan semalam? Apa ia duluan yang memeluk Hans?. Matanya bergulir menatap batas yang ada, sepertinya benar. Ia memeluk Hans tadi malam.


“Haha, pipimu merona. Untuk apa malu dengan suami sendiri?”


“Sa-saya ingin mandi”


Selena langsung turun dari tempat tidur dan berlari masuk kedalam kamar mandi. Ah bodoh sekali ia, bisa-bisanya ia memeluk Hans. Hans pasti marah saat tadi mengetahui ia memeluk tubuh pria itu.


Hans terkekeh pelan melihat raut wajah malu istrinya. Ia beranjak untuk memanggil pelayan hotel agar menyiapkan makanan untuk mereka. Selama 3 hari ini, ia hanya ingin bermain dengan Selena dan ia tak akan membiarkan Selena melakukan pekerjaan apapun. Ia akan memecat seluruh dosen yang berani menganggu harinya.


Tok tok tok


Hans mengerutkan keningnya. Mana mungkin pelayan datang secepat ini? tapi jika bukan pelayan hotel siapa yang mengetuk kamarnya?.


“Masuk”


Seorang pria masuk dan membungkuk hormat. Hans menghembuskan nafas kesal, kenapa Assistantnya ini selalu tau dimana ia berada?. Assistantnya ini, jika sampai pria itu berani menanggu momentnya bersama Selena ia benar-benar akan menghabisi pria menjengkelkan ini.

__ADS_1


“Ada apa?”


“Tuan muda, ada berita penting untuk anda”


“Apa itu?”


“Perusahaan di Korea mengalami masalah, anda harus terbang kesana sekarang”


“Berapa hari aku disana?”


“Sekitar 1 minggu Tuan…”


Hans memijat pelipisnya. Ia belum mendapatkan jatahnya tapi sekarang malah ia harus pergi selama 1 minggu. Sia-sia sudah ia tidak bisa menemani Selena selama 3 hari ini.


“Ayo pergi sekarang” kata Hans keluar dari kamar hotel itu.


Selena keluar dari kamar mandi. Ia menatap kamar yang kosong, dimana Hans? Apa pria itu sudah pergi bekerja?. Selena duduk ditepi tempat tidur sembari memasang tatapan sendu. Ia kira ia bisa mengajak Hans jalan-jalan dihari liburnya.


Ting!


|| Maafkan aku\, tiba-tiba aku harus pergi ke Korea untuk beberapa hari. Maaf aku tidak sempat berbicara denganmu secara langsung. Jika urusanku di Korea sudah selesai aku akan segera pulang dan menemanimu ||


Selena hanya bisa tersenyum tipis melihat isi pesan dari Hans. Sekarang ia harus melakukan apa selama 3 hari kedepan?. Jika hanya bekerja pasti akan membosankan.


Drttttt drttttt…


Selena mengangkat telfon yang berasal dari Joe.


“Ya Joe?”


“Hei! Kudengar kau libur 3 hari?! Ayo pergi jalan-jalan” ~ Joe.

__ADS_1


“Jalan-jalan?! Kemana?” tanya Selena semangat.


“Hmmmm…bagaimana kalau kita liburan dipantai? Lumayan, ada pria tampan disana” ~ Joe.


“Hmmmm…tapi pekerjaanku bagaimana?”


“Kan ada kakakku, dia bisa mengizinkanmu! Kujemput ya? Kau dimana?” ~ Joe.


“Hotel XXX”


“Baiklah! 30 menit lagu kujemput! Bye bye!” ~ Joe.


Tut…


*


Joe tersenyum berhasil menyakinkan Selena agar mau liburan dengannya. Ini sebuah permulaan yang bagus untuk mendekatkan Selena kepada Daniel. Jujur, ia tidak menyukai suami Selena yang berperilaku kasar kepada Selena. Ia ingin Selena menjadi kakak iparnya!.


Daniel geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya. Apalagi yang ingin dilakukan adiknya itu?, semoga itu tidak akan membuat masalah untuknya nanti.


“Nah! Kak! Siap-siap sana! Ayo pergi liburan! Kita kepantai!”


“Tidak! Pergi saja sendiri” tolak Daniel mentah-mentah. Kulitnya bisa belang jika liburan ke pantai.


“Selena ikut, yakin tidak mau? Ya sudah, aku akan mengajak senior Seo saja” kata Joe.


“Mau-mau! Aku akan siap-siap”


Daniel langsung pergi kedalam kamarnya. Jika Selena ikut ia tidak bisa menolak, ada untungnya juga punya adik seperti Joe.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2