Our Last Love

Our Last Love
Chapter 86 : Mengunjungi orang tersayang


__ADS_3

.


.


.


“Ack! Leo!!!”


Leo langsung mendobrak pintu kamar mandi mendengar teriakan istrinya, ia menatap tak percaya istrinya yang terduduk di lantai kamar mandi dengan darah yang keluar dari sudut dahinya. Ia langsung menggendong istrinya dan menelfon Bei agar segera kemari.


“Uhh, apa itu sakit? Kenapa bisa begini?” tanya Leo sembari membersihkan luka istrinya.


“Lantainya licin, kepalaku terbentur closet…”


Bei masuk kedalam kamar dengan wajah paniknya begitupun dengan seluruh keluarga Jasson. Bei yang melihat luka dikepala Selena langsung mendekati gadis itu dan mengobati lukanya.


“Kenapa bisa luka begini?” tanya Emerland membelai kepala Selena dengan tatapan sendu.


“Lantainya licin ma…” ucap Selena.


“Lukanya tidak menyebabkan cidera serius, kalian tidak perlu khawatir”


Bei menatap Leo sembari memberikan kode mata, Leo yang paham langsung pergi bersama Bei meninggalkan istrinya bersama dengan Emerland serta para Alexandra.


Leo duduk disamping Bei yang mengeluarkan sebuah rekam medis, apa itu hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan beberapa hari ini?. Bei menyerahkan rekam medis itu kepada Leo, Leo membacanya dengan teliti.


“Tak ada yang salah dengan adik ipar, namun sepertinya dia mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mempengaruhi kinerja otaknya. Tapi kau tidak perlu khawatir, obat itu mungkin memiliki efek samping. Tapi efek sampingnya bekerja dengan lambat, dan mungkin efeknya baru terjadi setelah beberapa minggu atau bulan setelah adik ipar mengonsumsinya”


“Jadi tidak ada yang serius?”


“Seharusnya tidak ada, tapi mulai sekarang dia harus mengonsumsi vitamin. Itu akan membuat tubuhnya normal seiring berjalannya waktu”


Leo menganggukkan kepalanya, untunglah tidak ada hal serius yang terjadi kepada istrinya. Ah, lebih baik ia menganti pakaiannya dan segera menyiapkan pesawat.

__ADS_1


“Bei, aku akan mengunjungi Papa Mama. Kau mau ikut?”


“Mau! Sudah lama aku tidak mengunjungi mereka” jawab Bei.


Leo menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar istrinya. Ia menatap Deon yang tengah membalut luka istrinya menggunakan perban, ia masuk kedalam ruang ganti baju dan keluar beberapa saat kemudian.


“Kalian mau ikut?” tanya Leo.


“Kemana?”


“Amsterdam, mengunjungi Papa Mama”


“Ikut!” jawab semuanya serempak.


Leo menganggukkan kepalanya, ia menggendong istrinya untuk segera berangkat ke bandara agar tiba saat pagi hari. Saat sampai di bandara semuanya langsung masuk kedalam pesawat pribadi milik Leo.


.


.


.


Saat pesawat sudah tiba di bandara semuanya langsung masuk kedalam mobil menuju hotel untuk membersihkan diri. Semuanya memakai pakaian serba hitam, setelah siap semuanya langsung menuju ke pemakaman pribadi yang terletak cukup jauh dari hotel tempat mereka akan menginap.


Saat sampai dipemakaman, Selena menatap pria-pria berseragam militer sedang melakukan sebuah upacara. Ya, hari ini ia datang bertepatan dengan upacara peringatan hari kematian kedua orang tuanya.


Leo menggenggam tangan istrinya mencoba memberikan kekuatan, semoga kedatangan istrinya kali ini bisa mengusir semua rasa trauma yang ada didalam benak istrinya.


Daniel dan Joe menutup mulut mereka tak percaya, sebenarnya apa posisi kedua orang tau Selena di kemiliteran?.


Salah seorang pria tiba-tiba menoleh kebelakang, ia langsung membungkukkan badan kepada Selena.


“Saya memberi hormat kepada Jenderal muda”

__ADS_1


Ucapan pria itu membuat semua pria berseragam ikut menoleh dan memberikan hormat kepada Selena.


"Kami memberi hormat kepada Jenderal muda"


Daniel dan Joe total blank! Mereka tidak salah dengar kan!? Pria-pria ini tadi memanggil Selena dengan sebutan Jenderal muda?!.


Selena berjalan mendekati makam Papanya, ia menatap sendu makam Papanya. Air matanya kembali menetes, dadanya benar-benar sesak.


“Papa hiks…” Selena menunduk dan mencengkram rumput dengan kuat, Leo hanya bisa mengepalkan tangannya melihat itu.


Selena mengusap air matanya dengan kasar, ia membelai nisan Papanya yang begitu bersih tanpa debu sedikitpun.


“Pa…Papa tau? Sejak Papa Mama tidak ada, aku selalu merasa kesepian…aku selalu merasa tidak aman, hanya saat aku tidur aku bisa melupakan apa yang sudah terjadi. Papa pernah bilang kepadaku, apapun yang terjadi…aku harus menggapai cita-citaku. Aku janji pa, aku akan memenuhi permintaan terakhir Papa untuk terus melanjutkan pendidikanku…


…Papa tau? Aku sedih…kenapa Papa tidak menjemputku bersama Mama? Papa tau aku tak bisa hidup sendiri tanpa kalian…kenapa Papa tidak menjemputku? Aku pernah mencapai titik terendahku pa…kenapa Papa masih belum menjemputku? Aku ingin hidup bersama dengan kalian lagi, aku tak ingin disini tanpa kalian…apa karena aku belum menggapai cita-citaku maka Papa tidak menjemputku? Apa saat aku sudah menggapai cita-citaku Papa akan datang menjemputku?...


…7 tahun Papa meninggalkanku, 6 tahun Mama meninggalkanku. Aku ingin bersama kalian lagi hiks…aku tak ingin disini, aku tak kuat jika hidupku terus begini…aku ingin dengan Papa dan Mama…aku ingin hidup bersama kalian lagi…aku lelah pa…aku benar-benar lelah, aku tak tau apa yang harus kulakukan saat ini…aku ingin dengan kalian, bisakah Papa menjemputku? Bisakah Papa membawaku pergi dari dunia ini? Papa Mama meninggalkanku sendirian disini, aku ketakutan…aku tak punya rasa semangat lagi. Pa…anakmu lelah pa…anakmu sudah lelah pa…bisakah Papa datang menjemputku? Aku lelah terus berpura-pura kuat menahan ini semua, maaf jika aku mengecewakan Papa…tapi aku benar-benar lelah…


…Papa ingin aku menjadi anak yang kuat? Maaf pa…aku menyerah…aku tak bisa memenuhi keinginan Papa…aku lelah pa, hatiku benar-benar lelah pa…saat Papa Mama masih ada, hidupku benar-benar bebas. Sayapku tidak terkekang, tapi saat ini…sayapku terpotong habis pa...aku tak punya keinginan lain selain bersama Papa Mama…Papa menyayangiku kan? Maka aku minta Papa jemput aku sekarang, bawa aku pergi…bawa aku pergi…kali ini saja pa…kumohon, jangan menolak permintaan putrimu ini…putrimu benar-benar sudah lelah, kali ini saja pa…kumohon. Kali ini…kali ini aku datang meminta sesuatu agar Papa menjemput Nara…Nara lelah pa…benar-benar lelah…sedikitpun…sedikitpun Nara tak mempunyai keinginan lain selain Papa datang menjemputku…Naramu lelah pa…sangat-sangat lelah…sebentar saja…biarkan aku memeluk Papa dan mengadukan semua yang terjadi setelah Papa tidak ada…


Tangis semuanya pecah mendengar ucapan Selena, Leo mendekat dan memeluk istrinya dari belakang memberikan kekuatan. Istrinya putus asa…kali ini istrinya benar-benar putus asa…


…Aku ingin mengadukan semuanya…aku ingin mengadukan semuanya kepada Papa Mama…aku ingin menangis dan mengadukan semuanya kepada Papa Mama…biarkan aku mengucapkan apa yang kutahan, aku ingin menceritakan segalanya…aku…sebagai putri Jenderal besar Ruvelis benar-benar merasa putus asa…aku ingin dengan Papa Mama…aku tak ingin berada disini…dunia ini benar-benar kejam, dia merengut semua yang menjadi semangatku pa…dia merengut Papa Mama…kakek nenek…dan calon anakku…calon anakku pa…calon anakku sudah tidak ada, kenapa mereka begitu kejam kepadaku pa? Bahkan janin yang tidak berdosa mereka ambil begitu saja…aku kedinginan pa…peluk aku, selimuti aku dengan kehangatan pelukan Papa…aku tak kuat pa jika begini…aku putus asa…Papa Mama tidak ada begitupun dengan calon anakku…


…Apalagi yang akan menjadi alasanku hidup pa? Katakan kepadaku…katakan kepadaku apa yang harus kupertahankan di dunia ini…aku lelah terus menahan ini semua, ini begitu menyakitkan…jemput aku pa, biarkan aku bersama kalian…biarkan aku bertemu dengan anakku…hancur pa…hatiku benar-benar sudah hancur…segala sesuatu yang kumiliki, satu persatu pergi meninggalkanku sendiri…aku benar-benar lelah pa…kapan Papa datang menjemputku? Hiks…aku benar-benar tak tahan lagi pa…apa tuhan membenciku? Apa itu alasannya tidak membawaku bersama kalian?...


Selena memeluk makam Papanya sembari menangis tersedu-sedu, semuanya tak mampu berkata-kata lagi mendengar ucapan gadis kesayangan sang Ruvelis.


…Untuk saat ini…hanya Leo pa…hanya Leo alasanku tetap bertahan dengan semua ini…apa yang harus kulakukan saat Leo juga pergi meninggalkanku bersama Paman? Kenapa saat itu Papa lebih memilih Negara Papa daripada anak Papa? Negaramu tak akan cemburu jika kau mementingkan anakmu…tapi anakmu cemburu jika kau mementingkan Negaramu…aku ingin bertemu tuhan juga pa…aku ingin mengadukan segalanya…aku ingin bertanya kepada dia kenapa mengambil Papa Mama dariku…aku sudah mencoba merelakan kepergian Papa Mama…tapi aku tak bisa pa, aku tak bisa…tak ada yang bisa melindungiku selain Papa…tak ada pa…tak ada…kenapa Papa Mama meninggalkanku sendirian disini…aku ingin ikut kalian juga…”


Selena memeluk erat foto Papanya yang berada di atas makam. Hancur…sekarang hatinya benar-benar hancur lebur tak terbentuk. Akhirnya…setelah sekian lama akhirnya semua yang tertahan dihatinya selama ini terucapkan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2