Our Last Love

Our Last Love
Chapter 19 : Bagian dari keluarga


__ADS_3

.


.


.


Selena melambaikan tangannya melihat mobil temannya. Joe menghentikan mobilnya dan menurunkan kaca mobil. Selena terkejut mendapati Joe tidak sendirian melainkan bersama dengan Daniel.


“Ayo masuk” kata Joe keluar dari mobil.


Selena menatap ragu Joe, ia mungkin sudah terbiasa satu mobil dengan Daniel. Tapi…


Karena kesal Joe langsung menarik tangan Selena masuk kedalam mobil dan segera menyetir menuju bandara. Saat sampai tanpa basa-basi lagi Joe langsung membawa Selena masuk kedalam pesawat pribadi keluarga.


Selena menatap kagum pesawat mewah ini. Joe dan Daniel hanya bisa terkekeh pelan melihat itu, Selena seperti seorang anak kecil yang melihat sekotak permen.


“Kalau kau suka, kita akan sering liburan dengan pesawat ini”


“A-ah?! Bu-bukan begitu” gugup Selena.


“Tak perlu malu, kita keluarga” sahut Daniel tersenyum.


Selena hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Ia belum izin kepada Hans, jika Hans tau ia liburan tanpa izin darinya, apa pria itu akan marah kepadanya?. Tapi ia sangat ingin jalan-jalan, jika ia izin Hans pasti tidak akan mengizinkannya.


Joe pun mengajak Selena untuk duduk, saat memilih tempat duduk Selena terkejut mendapati kedua orang tua Joe pun ikut liburan. Senang tentu saja.


“Hallo Selena, maaf ya kami ikut. Kami juga ingin liburan”


“Bibi, jangan bicara seperti itu” kata Selena tak enak.


Kedua orang tua Joe hanya tersenyum. Selena seorang gadis yang baik dan lemah lembut, sayang sekali mendapatkan suami yang kasar. Keputusan mereka benar-benar sudah bulat, mereka harus menjadikan Selena


bagian dari keluarga. Tak peduli siapa yang akan menentangnya nanti.

__ADS_1


“Selena, kemarilah. Duduk disamping Bibi”


Selena menganggukkan kepalanya dan duduk disamping ibu Joe.


Wanita yang berusia 43 tahun itu menggenggam tangan Selena. Ia mengeluarkan sebuah Document dari tasnya membuat Joe berjingkat senang namun Daniel langsung menendang pinggul adiknya agar duduk. Tidak sadar apa jika pesawat sudah lepas landas?.


Selena menatap heran berkas yang disodorkan ibu Joe kepadanya. Dengan perasaan campur aduk ia menerima berkas itu dan membacanya, tubuhnya gemetar. Ia menatap ibu Joe tak percaya.


“Bagaimana? Kau mau menjadi adik Joe?”


“Bi-bibi se-serius?” tanya Selena tak percaya.


Kedua orang tua Joe tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Selena langsung memeluk ibu Joe erat, wanita itu hanya tersenyum dan membalas pelukan hangat gadis yang sudah menjadi putri bungsunya ini.


“Bibi, terima kasih…”


“Kenapa masih panggil Bibi? Panggil Mama seperti Daniel dan Joe dong”


“Baik, ma…”


“Daniel!! Lepaskan aku!!!” berontak Joe.


“Oh, melunjak sekarang kau ya kepada kakakmu”


“Halah! Cuma selisih 3 tahun! Lepas tidak?!”


Selena tertawa kecil melihat pertengkaran Daniel dan Joe. Kedua adik kakak itu selalu saja bertengkar hanya karena masalah sepele.


“Mulai sekarang, jangan keluar sendirian. Kalau mau keluar telfon Joe atau Daniel. Jika suamimu kasar kepadamu, jangan sungkan menghubungi kami” kata Papa Daniel.


“Ya, pa…” jawab Selena.


.

__ADS_1


.


.


Joe dan Selena menatap senang villa mewah didepan mereka. Daniel menatap kesal Joe yang selalu mendominasi Selena, ingin sekali ia melempar Joe dari pesawat sejak tadi.


“Kalian ganti baju dulu, setelah itu makan” kata Daniel.


“Iya iya, berisik” cibir Joe.


Ctak!


Daniel memukul kepala Joe kesal. Bisa-bisanya seorang bocah ingusan seperti ini mengejeknya didepan Selena.


“Cih, mentang-mentang ada Selena seenaknya kepadaku. Awas kau kalau sudah dirumah nanti!”


Joe menatap kesal Daniel dan langsung membawa Selena masuk kedalam villa megah itu. Saat sudah mandi dan makan Joe dan Selena langsung bermain air dipesisir pantai.


“Entah kenapa aku senang melihat senyum diwajah cantik Selena”


“Aku juga, dia punya masa lalu yang kelam. Tapi ayo hapus itu”


Daniel menatap datar kedua orang tuanya. Pantas saja sifat Joe seperti itu, ternyata memang sudah mendarah daging. Tapi benar, ada rasa bahagia yang tiba-tiba ketika melihat senyum diwajah cantik Selena. Ia berharap, semoga tak ada lagi kesedihan diwajah cantik Selena.


“Sayang juga ya sudah jadi istri orang. Patah hati nih”


“Pa!!!” teriak Daniel kesal.


Pria berumur 45 tahun itu hanya bisa tertawa melihat wajah kesal dan malu dari putranya. Siapa suruh menyukai istri orang. Harus bekerja lebih giat kalau mau mendapatkannya. Tapi untung Selena sudah menikah, jika masih lajang maka akan ada banyak pira yang menjadi saingan putranya. Kalau sudah menikah kan saingannya cuma 1, suaminya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2