
.
.
.
“Baik, terima kasih untuk pertanyaannya. Untuk pertanyaan ini mungkin sedikit privasi, jadi saya tidak bisa menjelaskan banyak mengenai hal ini. Tapi tentu saja, apa yang saya dapat sekarang tak lepas dari keluarga, mungkin karena keluarga Iskandar adalah seorang pembisnis jadi bakat itu mengalir dalam diri saya”
“Baik…jawaban yang bagus Tuan. Mari kita lanjut kepertanyaan ke-2, disini ada yang bertanya, apa ada hal yang sangat anda inginkan untuk sekarang?”
“Hmmm, hal yang saya inginkan sekarang? Sepertinya keinginan saya yang sekarang, adalah sebuah privasi”
“Baik, kita lanjut ke pertanyaan ke-3. Tapi sebelumnya, apa anda mengetahui bahwa kami melakukan siaran live?”
Leo menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, jika bukan karena siaran live ini mana mungkin ia mau menerima ajakan wawancara ini?. Tapi sejujurnya, ia lebih ingin menemani istrinya tercintanya di rumah sakit.
“Baiklah, ini pertanyaannya. Apa anda sudah memiliki seorang kekasih?”
Leo seketika tersenyum mendengar ucapan wartawan, akhirnya. Pertanyaan yang ia tunggu-tunggu keluar juga.
“Hmmm, saya tidak memiliki kekasih”
“Hahaha, ucapan anda sungguh tidak bisa di percaya Tuan Iskandar” ucap wartawan sembari tertawa kecil. Mana mungkin seorang Tuan muda Iskandar yang memiliki pesona luar biasa belum memiliki seorang kekasih?.
“Saya tidak memiliki kekasih, karena saya sudah mempunyai istri sekarang” jawab Leo sembari tersenyum.
“Apa?! Benarkah?!” semua orang di ruangan itu seketika terkejut dengan begitu banyak pertanyaan di kepala mereka.
“Benar, saya sudah menikah sekitar…3 atau 4 bulan yang lalu di Jepang”
“Anda sedang tidak bercanda?”
“Tidak, saya sedang tidak bercanda. Saya sudah mempunyai istrinya, jadi…untuk kekasih…tidak”
Wartawan itu seketika canggung dengan Tuan muda di depannya ini. Sungguh…ia sangat terkejut. Tuan muda Iskandar sudah menikah? Dan tak ada satu mediapun yang berhasil mendapatkan beritanya?.
“Kalau begitu, bisa anda memberitau kami seperti apa wanita yang sudah berhasil memikat hati anda?”
“Istri saya orang yang sederhana, dia bukan seorang yang bekerja dibawah entertainment. Dia seorang mahasiswi disalah satu universitas kebanggan. Usianya akan segera menginjak 19 tahun, dia cantik dan manis. Dia bahkan bisa mengurus semuanya dengan baik. Dan juga, saya sangat mencintainya”
__ADS_1
Semua orang di ruangan itu seketika tersipu malu oleh jawaban Leo. Seorang Tuan muda Iskandar yang juga menjadi monster bisnis yang bersaing dengan perusahaan Georgino dan Jasson bisa selembut ini? Wahhh…istrinya benar-benar beruntung!.
“Di mana pertama kali anda bertemu dengan istri anda?”
“Kami pertama kali bertemu saat di rumah sakit. Dia masih menjadi seorang bayi yang baru lahir saat itu. Dan bisa dibilang, kami sudah di jodohkan sejak dia masih bayi”
“Wahhhh…anda pasti sangat mengenal betul bagaimana istri anda. Kalau begitu, apa istri anda berasal dari kalangan atas? Karena setahu saya, hanya keluarga terpandang yang bisa bersama dengan keluarga Iskandar”
“Ahhhh, pertanyaan ini. Akan dijawab sendiri oleh istri saya nanti, saya juga belum meminta izin kepadanya untuk melakukan wawancara ini”
“Hahahaha, baiklah…boleh saya tau seperti apa istri anda? Barang kali anda membawa foto istri anda untuk ditunjukan kepada kami semua?”
“Haha, ponsel saya penuh dengan fotonya. Tapi demi keamanan istri saya sendiri, saya mohon maaf…saya tidak bisa memberikan foto istri saya untuk sekarang”
“Wahhhh sayang sekali ya…”
“Tapi saya akan memberitau namanya, namanya Selena. Dia mahasiswi kedokteran di Royal University dan mahasiswi hukum di UDI, dan di mendapatkan beasiswa sampai S3 disana. Sejak kecil istri saya ingin menjadi dokter bedah dan pengacara”
“Wahhhh, hebat sekali istri anda. Royal University, itu berarti dia berada di kampus yang sama dengan Nona muda Jasson?”
“Yah, bisa dibilang dia dan Joe berteman baik. Mereka sering berpergian bersama”
“Aku akan memperlihatkanmu fotonya, tapi kau harus berjanji untuk tidak mempublikasinya” ucap Leo.
“Baiklah!” jawab wartawan itu dengan senang hati.
Leo mengeluarkan ponselnya, menunjukan foto pernikahannya bersama dengan Selena. Wartawan itu seketika menutup mulutnya. Gadis ini…bukankah gadis ini yang memenangkan juara pertama olimpiade sains yang mewakili UDI hari itu?!. Dia istri Tuan muda Iskandar?!.
“Wahhhhh…saya tak menyangka jika beliaulah wanita yang bisa memikat hati anda”
“Cantik kan? Jika kau bertemu istriku secara tidak sengaja, jangan menyapanya. Bodyguardnya menyeramkan” ucap Leo sembari menatap kearah Daniel yang tengah memasang tatapan dingin seperti biasa.
“Baiklah, cukup untuk hati ini. Dan terima kasih atas waktu anda Tuan Iskandar”
“Baik, kalau begitu saya permisi”
Daniel berdiri dari tempat duduknya dan pergi bersama dengan Leo keluar dari ruangan itu. para wartawan dan reporter segera mematikan kamera mereka.
“Tapi…bukankah gadis itu pernah dikenalkan oleh Tuan muda Jasson sebagai pacarnya? Tapi kenapa sekarang menjadi istri Tuan muda Iskandar?”
__ADS_1
Leo masuk kedalam mobil Daniel untuk pergi ke perusahaan Daniel. Dalam perjalanan Leo terus menatap dingin keluar jendela. Meskipunia melakukan hal ini tanpa persetujuan dari istrinya, tapi ia sudah mendapatkan persetujuan dari Hendrick dan para Alexandra bersaudara.
“Hans…ini baru permulaan, selama keluargamu tidak berhenti mengusik ketenangan istriku. Kupastikan…kau akan segera hancur dengan rasa cemburumu”
.
.
.
Hans membanting ponselnya dengan kesal, sial sial sial! Ia kalah telak dengan Leo! Bagaimana bisa pria itu bertindak seperti ini?! Sial*n! Jika terus seperti ini, ia benar-benar tak punya kesempatan mengambil Selena dari Leo.
“Kenapa lagi Hans?” tanya Jansen yang masuk kedalam ruangan Hans.
“Leo sial*n! Dia benar-benar menutup semua jalanku!” geram Hans.
“Kenapa kau marah dengan itu? Wajarlah Leo mempublikasihan hubungannya dengan Selena, dengan begitu bukankah Selena sudah mulai dikenal media dengan gelar Nyonya muda Iskandar?” dingin William. Entahlah, ia sudah lelah dengan kelakuan Hans. Jika memang Hans menyukai Selena, seharusnya pria ini bisa melindungi wanitanya bukan malah menyakiti.
“Kau membela Leo, William?!” geram Hans.
“Sekarang kutanya, apa salahnya Leo melakukan hal itu? Selena istri sahnya, Selena wanita yang sangat dia cintai, wanita yang akan menjadi Ibu dari anak-anaknya. Bukankah wajar jika Leo melakukan hal itu? Lalu kenapa kau marah? Apa kau marah karena kau terlambat melakukan yang seharusnya kau lakukan? Lihat kehidupan Selena sekarang, dia benar-benar bahagia bersama Leo. Leo memberikan apa saja yang menjadi kebahagiannya. Sudahlah, lepaskan saja Selena. Kau bisa mencari wanita lain di luar sana”
“Tutup mulutmu!! Selama Jennifer belum membayar nyawa adikku, aku tak akan melepaskan Selena begitu saja!”
Plakkkkk!!!
Tamparan mendarat mulus di pipi Hans. Bukan William maupun Jansen, tamparan itu berasal dari Peter. Pria itu dengan wajah merah padamnya menatap Hans.
“Jennifer yang membunuh adikmu dan kau melampiaskannya kepada Selena yang tidak tau apa-apa?! Di mana otakmu hah?! Jika Jennifer yang membunuh Alice, maka lampiaskan amarahmu kepada Jennifer! Orang yang sudah membunuh adikmu! Bukan kepada Selena!”
“Kau berani menamparku?!”
“Kenapa tidak?! Karena kebodohanmu! Karena hasrat balas dendammu! Kau menghancurkan segalanya! Kau menghancurkan semua yang akan kau miliki! Perlu kau tau Hans! Kau sudah kehilangan 2! 2 hal yang berharga demi ambisimu! Sudahlah! Lupakan!”
Setelah mengatakan hal itu William pergi begitu saja meninggalkan Hans bersama dengan Jansen. Hans terdiam, apa maksud perkataan William barusan? 2 hal yang berharga demi ambisinya? Hal apa lagi yang sudah ia lewatkan?!.
.
.
__ADS_1
.