Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 130 : Wanita tak tahu malu!


__ADS_3

.


.


.


Flashback On!


Emerland (19) dan Jenssica (16) tertawa senang ketika memasuki sebuah kampus yang megah dengan berbagai fasilitas canggih. Emerland tersenyum senang melihat keceriaan sahabatnya yang baru saja mengalami jatuh cinta.


Tiba-tiba seorang wanita menghadang jalan mereka. Senyuman Emerland serta Jenssica memudar seketika melihat orang yang benar-benar mereka benci berada di hadapan mereka. Yeni (26), untuk apa wanita ini menghadang jalan mereka?.


“Yeni! Menyingkirlah! Tidak bisakah kau tidak mengganggu Jenssica sehari saja?!” kesal Emerland. Ia benar-benar benci dengan wanita didepannya ini karena selalu saja mengganggu Jenssica.


“Ada apa lagi? Mau memintaku melakukan apa lagi?” dingin Jenssica.


“Hmph, kudengar kau berkencan dengan Ruvelis ya…”


“Kalau memang iya kenapa? Cemburu?”


“Kau tau aku menyukai Ruvelis sejak lama! Seharusnya kau sadar diri! Kau tak pantas bersanding dengan Ruvelis! Kau bahkan tidak unggul sedikitpun dariku!”


Jenssica mengepalkan tangannya, Apa wanita ini tidak punya malu?! Wanita ini sudah berumur 26 tahun tapi masih saja suka mengganggu anak kuliahan. Jika bukan karena ayahnya adalah rektor disini, sudah lama ia meminta adiknya menghabisi wanita ini. Lagipula kenapa wanita ini terus menunggu Ruvelis?! Bukankah wanita ini sudah punya suami dan anak?!.


“Jadi kuharap…kau mundur, sebelum aku melakukan hal diluar batas kepadamu”


“Kau-!” ucap Emerland terhenti.


“Dari segi mana aku tidak unggul darimu? Prestasiku jauh lebih tinggi daripada dirimu, aku lebih berpendidikan daripada dirimu. Jika bukan karena kau anak rektor, aku sudah menendangmu keluar dari sini dengan prestasiku”


“Beraninya kau!”


“Kenapa?! Masalah?! Ruvelis belum buta sampai-sampai dia mau mengencani wanita yang tidak punya etika dan moral sepertimu! Wajarlah dia menyukaiku, aku lebih beretika daripada dirimu. Dan perlu kau ketahui, aku muak! Dengan wanita yang merendahkan seseorang dari segi keluarga!” sinis Jenssica. Ia dan Ruvelis saling menyukai, dan wanita ini datang-datang menginginkannya menjauh dari Ruvelis? Hah! Jangan harap! Prianya…ia tak akan memberikan prianya kepada siapapun!.


Plakkkkk!!!


Yeni menampar keras pipi Jenssica hingga membuat sudut bibir gadis itu mengeluarkan darah, Emerland yang melihat itu langsung memasang badan untuk Jenssica.


“Wanita sial*n! Jaga ucapanmu saat dihadapanku! Jika aku mau, aku bisa mengeluarkanmu dari kampus ini!” geram Yeni.


Jenssica tiba-tiba memegangi kepalanya yang mendadak pusing, Emerland yang melihat itu segera mengambil ponselnya. Namun sebelum ia berhasil menghubungi bodyguardnya seseorang terlebih dulu menggendong Jenssica.


“Bukankah aku sudah bilang untuk istirahat saja?” dinginnya.


Jenssica tersenyum melihat siapa yang menggendongnya, ia memeluk leher pria itu membuat Yeni seketika mengeraskan rahangnya.


“Saya baik-baik saja, kepala saya hanya sedikit pusing. Terima kasih sudah datang, Jenderal muda…” bisik Jenssica.

__ADS_1


Ruvelis menatap dingin wanita di gendongannya ini, wanita yang keras kepala. Bisa-bisanya ia tertarik dengan wanita seperti ini.


“Jaga kedua tanganmu, sekali lagi kau melukainya. Aku tak akan menyisahkan sedikitpun diantara mereka” ucap Ruvelis dengan tatapan sinisnya.


“Ruvelis! Aku menyukaimu!” ucap Yeni. Emerland menutup mulutnya melihat keberanian Yeni berkata seperti itu dihadapan Ruvelis. Apa sampai saat ini wanita itu masih belum tau dari keluarga mana Ruvelis berasal?!.


Ruvelis mengerutkan keningnya tak suka mendengar ucapan Yeni. Apa wanita itu sudah gila hingga mengatakan hal ini kepadanya?.


“Tapi aku sama sekali tidak menyukaimu”


“Pfttt!” Emerland sontak menahan tawanya mendengar jawaban dingin dari Ruvelis.


Yeni mengepalkan tangannya penuh kegeraman. Pria itu…beraninya dia menolaknya.


“Kenapa?! Kau jelas-jelas tau aku menyukaimu sejak lama?! Dari segi manapun jelas-jelas aku lebih unggul dari sampah itu! Kenapa kau tidak mau melihatku sedikitpun?!”


“Karena…aku membencimu. Banyak alasanku membencimu, dan juga…aku belum buta sampai-sampai menyukai wanita seperti dirimu. Ubah sifatmu, jangan sampai menyesal”


Ruvelis membalikkan badannya dan pergi begitu saja. Ruvelis memasukkan Jenssica kedalam mobilnya, sejak pertama kali mereka bertemu di kota Amsterdam hari itu, ia sudah tertarik kepada Jenssica karena dia satu-satunya wanita yang berani merebut barang miliknya (Lampion).


“Mau Mafia?”


“Untuk?” tanya Jenssica. Apa Ruvelis ingin membayar orang untuk membunuh Yeni?!.


“Untuk berada di sisimu”


“Jika tangannya menyentuh tubuhmu lagi…bukan dia yang kuhukum, tapi kau…”


“A-apa?! Kenapa aku?!”


“Wanita milik Ruvelis…harus bisa melindungi dirinya sendiri” bisik Ruvelis tepat ditelinga Jenssica. Tubuh Jenssica seketika gemetar dibuatnya, seram…pria ini benar-benar menyeramkan.


“Kau mengerti?”


“A-aku mengerti, aku akan menjaga diriku lebih baik lain kali”


“Bagus, besok kita bertemu orang tuaku. Setelah kau berumur 17 tahun, kita menikah”


“A-apa?! Kenapa tiba-tiba?! Aku tak punya persiapan apapun!”


“Apa aku terlihat peduli? Aku ingin menikahimu, setelah bertemu keluargaku. Aku akan menemui keluargamu, setelah itu. Kita datang ke kemiliteran, kau harus mengenal teman-temanku”


“Ahhhhh!!! Bisakah anda tidak membuat keputusan sepihak?!”


Senyum sinis terukir dibibir Ruvelis, keputusan sepihak?. Ruvelis mengeluarkan ponselnya dan menunjukan hasil chat antara Jenssica dan Emerland yang membahas tentang pernikahan.


Blussss…

__ADS_1


Wajah Jenssica seketika merona, ba-bagaimana bisa Ruvelis mengetahui pesannya bersama Emerland kemarin malam. Malu…ia benar-benar malu sekali.


Ruvelis menatap intens Jenssica yang memalingkan wajah sembari menggigit bibir bawahnya serta tangan yang menggenggam erat ujung pakaiannya.


“Ah, sial!”


Ruvelis meraih dagu Jenssica dan perlahan mendekatkan wajahnya, Jenssica diam membeku ketika Ruvelis tiba-tiba menempelkan bibir mereka. Dengan lembut Ruvelis mencium bibir Jenssica dan Jenssica hanya diam tanpa bisa merespon.


“Jangan khawatirkan apapun, Mama Papa pasti menyukaimu” ucap Ruvelis masih dengan suara datarnya namun ekspresi wajahnya mulai melembut.


“Tapi…”


“Kenapa? Sepertinya ada yang kau sembunyikan dariku”


Jenssica menggenggam tangan Ruvelis sembari menundukan kepalanya. Akankah Ruvelis masih mau menikahinya jika mengetahui hal ini?.


“Katakanlah”


“Jenderal muda…sebenarnya, saya tidak bisa mengandung” formal Jenssica.


Ruvelis langsung terdiam mendengar ucapan Jenssica. Tangan Jenssica semakin menggenggam erat tangannya.


“Maaf…anda tidak boleh menikahi wanita mandul seperti saya. Dokter bilang, bahwa kemungkinan saya bisa mengandung sangatlah kecil. Keluarga Alexandra begitu terpandang, anda memerlukan wanita yang bisa memberikan keturunan untuk keluarga anda. Apalagi Tuan dan Nyonya Alexandra…mereka pasti juga menginginkan seorang cucu”


“Lihat aku”


Jenssica menggelengkan kepalanya, ia tak akan berani menatap mata Ruvelis.


“Jenssica lihat aku!” ucap Ruvelis sembari mendongkakan dahu Jenssica. Memaksa wanita itu untuk menatap kedua mata dinginnya.


“Kau wanitaku, kau akan menjadi istriku. Apapun yang terjadi, kau akan tetap menjadi istriku. Bukankah dokter hanya bilang bahwa kemungkinan kau mengandung sangat kecil? Aku yakin dengan adanya keajaiban, suatu saat…kita pasti akan mempunyai seorang anak. Kita bisa melakukan semua hal yang kita bisa untuk mendapatkannya. Jangan berkecil hati, dan jangan harap. Aku akan merubah keputusanku untuk menikahimu”


Mata Jenssica seketika berkaca-kaca mendengar ucapan Ruvelis, dengan erat ia memeluk tubuh Ruvelis untuk pertama kalinya.


“Terima kasih…”


Ruvelis membalas pelukan Jenssica, ia mencium puncak kepala Jenssica lama. Ia memang sangat membutuhkan seorang anak untuk menjadi penerus keluarganya, tapi…dengan perlahan. Ia akan menjelaskan hal ini kepada keluarganya, ia harap keluarganya tidak membenci Jenssica jika mengetahui hal ini.


“Kau…akan menjadi satu-satunya wanita milikku. Aku percaya, suatu saat…anakku akan tumbuh dirahimmu”


.


.


.


Maaf ya author baru bisa Up sekarang, lagi ujian juga soalnya. Buat para readers yang juga dalam tahap ujian, tetap semangat ya!

__ADS_1


__ADS_2