Our Last Love

Our Last Love
Chapter 84 : Kau sudah menjadi milikku, sekarang dan selamanya!


__ADS_3

.


.


.


Tangan Leo dengan lembut membelai punggung sexy istrinya dengan bibir yang terus menyatu dengan bibir istrinya. Leo melepaskan ciumannya membiarkan istrinya mengambil oksigen terlebih dulu.


“Sayang…aku mencintaimu”


“Aku juga Dear…”


Leo bangkit dan langsung menekan kedua tangan istrinya di tempat tidur, tubuh Leo menindih tubuh kecil Selena, Selena tak tinggal diam. Tangannya dengan perlahan melepaskan jaz yang dipakai suaminya serta melonggarkan dasi suaminya.


“Kau nakal sayang…” bisik Leo seraya menjilat telinga Selena.


“Leo aku tak kuat…”


Leo melepaskan kemeja istrinya, ia menatap lapar buah dada istrinya yang tertutupi oleh bra. Tuhan…istrinya benar-benar menggoda. Ia melepaskan bra istrinya dan meremas dada istrinya dengan lembut, tubuh Selena mengelinjang hebat…tubuhnya gemetar dengan hebatnya. Ia mencapai ******* pertamanya.


Leo menyelipkan satu kakinya diantara kaki istrinya agar istrinya tak menutup kedua kakinya. Selena dengan nafas tersengal sengal mencium bibir Leo agar Leo tak menghentikan permainan yang dia lakukan.


Tangan Leo dengan cekatan langsung menurunkan rok yang dikenakan istrinya, ia memasukkan jarinya kedalam area terlarang istrinya membuat tubuh Selena sekali lagi mengelinjang hebat dibuatnya.


“Kau benar-benar basah sayang…”


“Leo…jangan mengodaku lagi, aku tak kuat…”


Leo hanya tersenyum, ia memeluk erat tubuh istrinya. Istrinya benar-benar mengemaskan, siapa yang tidak semakin cinta kalau begini?. Ia tak ingin langsung bermain ke inti, ia lebih ingin memberikan kenikmatan terlebih dulu kepada istrinya.


“Nanti….jika sakit…tolong katakan ya”


“Dear…aku mencintaimu” bisik Leo sembari mencium lembut bibir istrinya.


.


.


.


Fajar mulai menampakan sinarnya tapi tidak membuat Leo dan Selena menghentikam aktivitas panas mereka. Di hari itu, Leo benar-benar memperlakukan istrinya dengan begitu lembut dan penuh rasa cinta.


“Hgghhhh!! Ahhhh Leo….”


“Hghn…Dear…aku mencintaimu…” bisik Leo.


Untuk kesekian kali, tubuh Selena bergetar dengan hebatnya. Leo memeluk erat istrinya dan mempercepat gerakannya, Leo mencium bibir istrinya dengan kuat ketika kembali mencapai ambang batasnya. Leo menghembuskan nafasnya dan menatap kearah jendela. Fajar sudah muncul, dengan perlahan ia mengeluarkan miliknya dan berbaring di sebelah istrinya yang sepertinya benar-benar kelelahan.


“Terima kasih…” ujar Leo sembari mengelus pipi istrinya dengan perlahan.


Selena mengatur nafasnya dan memeluk tubuh polos Leo dengan erat, ia benar-benar lelah. Ia tak punya tenaga lagi untuk melakukan sesuatu sekarang.


“Aku lelah…”


“Istirahatlah sayang…aku akan menjagamu”


Dengan perlahan mata Selena terpejam, Leo mencium pelipis mata istrinya.


“Mimpi indah pelangiku…”

__ADS_1


*


Selena membuka matanya dengan perlahan, ia duduk dengan terkejut dan langsung merasakan sakit disekujur tubuhnya terutama bagian vitalnya. Apa yang terjadi? Kenapa tubuhnya telanjang begini?.


Leo membuka pintu kamar dengan perlahan, pria itu meletakkan sarapan diatas kabinet dan mencium pelipis mata istrinya yang sudah bangun dari tidurnya.


“Leo…a-apa yang terjadi?” tanya Selena, apa ia melakukan hal itu dengan Leo kemarin malam!?.


Leo memaksakan senyumannya, istrinya tak ingat apa yang mereka lakukan kemarin malam? Sebenarnya, apa yang sedang terjadi kepada istrinya?.


“Bagaimana keadaanmu? Apa ada yang sakit?”


“Leo…kemarin kita melakukannya?” tanya Selena.


“Iya, kenapa? Tidak ingat ya…”


Selena menganggukkan kepalanya dengan perlahan, Selena memeluk tubuh Leo dengan erat. Jika ia benar-benar senang jika kemarin malam ia benar-benar melakukannya dengan Leo.


“Ayo makan dulu, setelah itu kumandikan. Kau pasti masih lelah”


Leo mengambil bubur yang sudah ia siapkan dan tentu saja, sudah ia campur dengan sesuatu.


Leo menyuapi istrinya dengan telaten, setelah selesai makan Leo menggendong Selena masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuh istrinya yang penuh dengan bekas kecupan.


“Besok, ayo berenang” ajak Leo.


“Dear…tapi aku tidak bisa berenang…”


“Kan aku bisa, aku akan mengajarimu sampai kau bisa. Nanti jika tidak ada aku dan kau tengelam bagaimana?”


“Hummmm Okey…”


“Leo, ayo jalan-jalan”


“Jalan-jalan? Memangnya kuat?” goda Leo.


“Nanti gendong kalau sudah puas jalan-jalannya”


“Okey…”


.


.


.


Selena tersenyum senang saat air laut mengenai kakinya. Leo yang melihat istrinya yang sibuk bermain air langsung menghampiri, ia memeluk istrinya dari belakang sembari memberikan beberapa ciuman lembut di bahu polos istrinya.


“Jika kau suka air laut, aku akan membangun sebuah mansion di pulau pribadi kita”


“Itu tidak perlu Dear…apa kau ingin aku lebih mencintai laut daripada dirimu?”


“Jangan dong”


Selena membalik badannya, ia menjinjit kakinya dan mencium bibir Leo dengan lembut. Leo tersenyum dan memeluk pinggang ramping istrinya, menahan kepala istrinya menggunakan kedua tangannya. Selama disini, mereka akan melepaskan beban yang berada di pundak masing-masing.


“Aku mencintaimu Leo…”


“Aku lebih mencintaimu sayang”

__ADS_1


“Besok kita kembali, ayo kita lakukan upacara pernikahan”


“Hm? Besok?” tanya Selena.


“Iya, aku sudah menyiapkan semuanya”


Selena tersenyum senang mendengarnya. Ia meloncat ke pelukan Leo, Leo tersenyum dan kembali menyatukan bibir mereka. Leo melu*at bibir istrinya dengan lembut, Selena membalas ciuman suaminya dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


“Tapi maaf ya, aku hanya mengundang keluarga saja…aku tak ingin, bahaya mendekatimu” ucap Leo.


“Tak pa, itu sudah lebih dari cukup”


“Terima kasih sudah hadir dalam hidupku sayang, aku benar-benar mencintaimu”


“Me too”


“Mau kubuatkan gurita bakar?” tawar Leo.


“Mau!”


“Tapi harus ada balasannya”


“Apa?”


“Nanti malam…tunggu aku di kamar” bisik Leo seraya menurunkan istrinya. Pipi Selena langsung merona seketika dibuatnya.


___________


Leo membuka pintu kamarnya, ia tersenyum menatap istrinya yang tengah bermain ponsel. Ia mendekati istrinya dan mengambil ponsel itu dari tangan istrinya.


“Chat dengan siapa hm? Sepertinya seru sekali”


“Dengan Joe! Dia bilang nanti kalau kita kembali dia akan mengajakku ke museum!”


“Museum? Museum sains yang baru dibuka itu?”


“Iya!”


“Jika kau suka aku akan membelikan tempat itu untukmu”


“Tidak mau!”


“Kenapa?”


“Tidak kenapa-napa, tidak mau saja”


Selena mengambil ponselnya, ia menarik tangan Leo hingga tubuh leojatuh menimpanya. Selena memeluk erat tubuh suaminya sembari tertawa senang. Leo menggigit bibir bawahnya, sesuatu sudah terjadi kepadanya. Hanya dengan istrinya memeluknya dengan posisi seperti ini membuat juniornya terbangun seketika.


“Sayang, milikmu masih sakit?” tanya Leo.


“Hm? Tidak…kenapa?”


“Kau membangunkannya” bisik Leo seraya menjilat telinga istrinya.


Selena tertawa lucu melihat celana suaminya yang mengembung. Leo tersenyum dan mencium bibir istrinya dengan lembut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2