Our Last Love

Our Last Love
Chapter 44 : Dear!


__ADS_3

.


.


.


Seorang pria tampan turun dari pesawatnya, berjalan keluar dari bandara. Pria itu melepaskan kacamata hitamnya, menatap tempat yang sama sekali tidak berubah sejak kunjungan terakhirnya beberapa tahun yang lalu.


“Tuan muda…angin sedang kencang, anda harus masuk kedalam mobil”


“Dear, tunggu aku. Aku akan menemuimu sebentar lagi”


Pria itu masuk kedalam mobil, tangannya mengambil sebuah hadiah yang sudah ia siapkan jauh hari sebelum rencananya datang kemari.


“Apa anda ingin pergi ketempat lain dulu Tuan muda?”


“Ya, kita kerumah Dear dulu”


Supir tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu menyetir menuju tempat yang diinginkan Tuan mudanya. 1 jam menempuh perjalanan mobil mewah itu berhenti didepan sebuah rumah minimalis sederhana hamun penuh kehangatan didalamnya.



Pria itu turun dari mobilnya, mengetuk pintu beberapa kali. Lama menunggu pintu tak kunjung terbuka membuatnya mengeluarkan sebuah kunci dari sakunya dan membuka pintu itu.


Pria itu masuk kedalam rumah minimalis tersebut, mencari keberadaan kekasihnya.


“Dear!! Where are you?”


Pria itu mencari keseluruh ruangan tapi tak menemukan kekasihnya dimanapun. Kekhawatiran mulai melandanya, tanpa sengaja ia menyenggol sebuah vas yang berada diatas meja hingga pecah. Pria itu menatap sebuah kertas yang ada dan memungutnya.


* “Dear\, How are you? Kuharap kau baik-baik saja\, saat kau menemukan surat ini itu berarti aku sudah tidak ada dirumah ini lagi. Maafkan aku\, aku tak bisa menepati janjiku kepadamu untuk menunggumu menikahiku. Tapi kuharap setelah ini kau bisa menemukan penggantiku. Dear\, I’m sorry. I love you and thank you for everything. Goodbye…” *


Pria itu langsung menjatuhkan surat itu ketika selesai membacanya. Ia terduduk lemas dilantai yang berdebu, apa maksud ini semua? Di mana kekasihnya?!.


Pria itu berdiri dan berlari keluar dari rumah itu.


“Di mana Dear?! Di mana kekasihku?!” bentaknya kepada para penjaganya.


“Tuan muda, apa yang anda katakan? Nona muda tidak ada didalam?”


“Jika Dear ada! Aku tak akan bertanya kepada kalian! Jawab aku! Di mana Dear hah?!”


Beberapa penjaga langsung memasuki rumah itu, mengeledah semuanya. Mereka tak menemukan Nona muda mereka, tak ada siapapun dirumah itu.


“Tuan muda…”


“Cari Dear sekarang!!”


“Baik!”


Pria itu mengacak rambutnya frustasi. Kekasihnya tidak ada, apa kekasihnya sudah pergi meninggalkannya untuk bersama pria lain? Tidak! Dear, hanya miliknya seorang. Tak ada pria lain yang boleh mendapatkan kekasih kecilnya.


“Dear…kau tidak mungkin mengkhianatiku kan? Aku minta maaf, aku sudah pergi terlalu lama. Tapi yakinlah, kedatanganku kali ini untuk menikahimu” priaitu bericara dalam hati dnegan gelisah. Ia benar-benar tak menyangka semua ini akan terjadi.


Pria itu masuk kedalam mobil dengan perasaan yang berkecambuk. Ia harus mendapatkan kekasihnya kembali bagaimanapun caranya dan bagaimanapun keadaan kekasihnya saat ini. Dengan tangan gemetar pria itu menghubunggi seseorang.


“Ya siapa?” ~ Bei.


“Bei, aku Leo”

__ADS_1


“Leo?! Wah sudah lama kau tidak menghubunggiku! Darimana saja kau?” ~ Bei.


“Bei, itu tidak penting. Dear tidak ada dirumah, bantu aku mencarinya”


“Apa?! Adik ipar tidak ada dirumahnya?! Aku akan kesana sekarang!” ~ Bei.


Tut…


“Dear…kau di mana sayang? Kau baik-baik saja bukan? Bersumpahlah kau baik-baik saja sekarang ini”


*


Pria itu duduk disofa sembari menatap ponselnya yang tak kunjung mendapatkan kabar baik. Ia tak akan bisa tenang sebelum mengetahui di mana keberadaan kekasihnya. Apa kekasihnya itu baik-baik saja sekarang ini? Di mana kekasihnya tinggal sekarang?.


“Tuan muda, saya sudah mendapatkan informasi mengenai Nona muda” ujar seorang bodyguard.


“Apa?” tanya pria sontak berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri bodyguard itu.


“Nyonya Jennifer menjual Nona muda kepada Tuan muda keluarga Georgino sebagai istri kontrak”


Blarrrrr!!!


Pria itu lemas seketika setelah mendengarnya. Salah satu bodyguard dengan sigap menopang tubuh itu dan membawanya kesofa.


“Tidak…Dear milikku seorang, pria itu tidak boleh mendapatkan Dear. Dear hanya milikku…”


“Tuan muda…mohon anda tenang terlebih dulu”


“Tenang bagaimana?! Kalian semua tau bagaimana perilaku keluarga Georgino yang hampir sama seperti binatang! Apalagi Yeni! Dia bahkan hampir sama seperti seekor parasit yang benar-benar memuakkan! Jika mereka menyakiti kekasihku apa aku bisa tenang?! Jika mereka tau semuanya bagaimana hah?! Aku tak mau tau! Temukan Bibi Jen secepatnya!”


“Baik!”


*


Selena dengan perlahan membuka matanya, ia membalik tubuhnya hingga wajahnya langsung berhadapan dengan wajah Hans yang tengah terlelap.


“Untung saja aku tak punya riwayat jantung” batin Selena sembari bernafas lega.


Tangan Selena mengelus pelan pipi serta bibir milik suaminya.


“Sudah puas merabanya Nyonya?” Hans membuka matanya membuat Selena langsung menarik tangannya kembali.


Hans tersenyum, ia menggapai tangan istrinya dan mencium telapak tangan istrinya itu.


“Selamat pagi…”


“Selamat pagi, ayo bangun. Kau tidak kerja?”


“Tidak…aku masih lelah, besok saja kerjanya”


“Yakin Assistant Gerry akan baik-baik saja jika kau tidak masuk kerja lagi?”


“Itu fungsinya digaji lebih, sayang ayolah…kita tidur lagi”


“Tidak mau. Ayo bangun…kita jalan-jalan”


“Mau kemana?”


“Mau jalan-jalan ke New York”

__ADS_1


“New York? Ayo! Tapi janji tidak boleh makan sembarangan”


“Janji!”


Hans tersenyum dan mengecup singkat bibir istrinya setelah itu masuk kekamar mandi. Selena duduk dan merenggangkan badannya, ia terlalu banyak tidur membuat kepalanya sedikit sakit.


Selena turun dari tempat tidurnya. Ia menggapai ponselnya, ada notifikasi masuk.


“Hm? Ah…hari ini…”


Selena mematikan ponselnya dan membuka jendela. Ia menatap sendu halaman samping rumah yang begitu luas.


“Kemarin, seharusnya kau datang kemari. Semoga kau bisa melupakanku, aku mencintaimu. Goodbye…happy birthday Dear...” lirih Selena.


Hans dengan rambut basahnya keluar dari kamar mandi. Menatap istrinya yang tengah melihat pemandangan, ia mendekat dan memeluk pinggang kecil istrinya.


“Kenapa?”


“Aku hanya berpikir, apa yang mau kau lakukan dengan halaman yang luas ini?”


“Aku tak tau, kau mau melakukan apa dengan halaman itu?”


“Bagaimana kalau kita beli air mancur dan beberapa tanaman?”


“Hmmmmm ide bagus, ganti baju. Setelah itu kita berangkat”


Selena menganggukkan kepalanya dan masuk keruang ganti baju. Ia membuka kopernya yang sebelumnya jarang ia buka, ia mengambil kaus lengan pendek dan celana panjang dari sana.


Selena tersenyum melihat baju ditangannya, baju itu adalah sebuah kenangan berharga untuknya. Setelah Papanya tidak ada, ada seorang pria yang datang kepadanya memberikan rasa aman dan nyaman yang sebelumnya diberikan oleh Papanya. Pria itu mungkin bilang kepadanya untuk pergi sementara, tapi sekarang ia tidak bisa menunggu pria itu lagi karena ada perasaan yang harus ia jaga. Sekarang ini mungkin pria itu sudah tau siapa suaminya, pria itu mungkin tak terima. Tapi ia berharap pria itu bisa melupakannya dan mencintai wanita lain.


“Jangan undang aku saat kau menikah nanti…karena aku tak mau, membuatmu kembali mencintaiku”


.


.


.


.


**********


.


.


.


.


Happy reading semuanya....


Semoga nggak bosan sama cerita Clara ya....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2