Our Last Love

Our Last Love
The Our Last Love (3) : Papa!


__ADS_3

“Mama!!!!!”


Selena langsung berdiri dari tempat duduknya dan memutar kepalanya, semuanya pun ikut berdiri dari tempat duduk mereka. Seorang anak laki-laki berlari dan memeluk kaki Selena dengan erat, Selena tersenyum dan menggendong anak laki-laki itu.


“Kenapa lari-lari? Nanti kalau jatuh bagaimana?”


“Hehehe, Ryu sangat rindu Mama”


Selena mencium pipi lembut putra bungsunya itu, anak kecil itu tak diam…dia juga mencium pipi Selena. Selena tersenyum tipis, kenapa putranya bisa berada disini? Dengan siapa putranya


kemari? Bukankah putranya baru pulang minggu depan, kenapa pulang sekarang?.


“Bukankah Mama sudah bilang jika Ryu baru bisa pulang jika sudah lancar membaca dan menulis?”


“Ryu sudah bisa! Ryu akan tunjukan kepada Mama nanti!”


Selena hanya tersenyum sekilas dan membelai kepala putranya.


“Sayang…peluk Mama juga dong” Merisa merentangkan tangannya hendak mengambil Ryu dari gendongan Selena, tapi anak kecil itu langsung mengeratkan pelukannya pada leher sang Mama.


“Mama…”


“Merisa”


“Hisssss…aku kan juga ingin peluk Ryu, ayolah sayang…Mama tidak menyakitimu”


“Tidak mau, Ryu mau dengan Mama”


“Wahhhh Ryu sudah besar ya, sudah 2 tahun tidak bertemu” ucap Melissa dan hanya ditanggapi anggukan oleh Ryu.


“Putramu sangat mengemaskan Selena, ahhh…katakan rahasianya kepadaku”


“Gen antara Papa dan Mamanya”


Selena mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan mengusap kening putranya yang dipenuhi oleh keringat. Duhhhh…sampai berkeringat seperti ini.


“Ryu datang dengan siapa kemari?”


“Dengan Papa Rey! Itu Papa Rey!!” jawab Ryu menunjuk kearah seorang pria yang baru saja tiba dengan senyumannya.


“Kau yang membawa Ryu kemari Rey?”


“Iya, aku kasihan dengannya. Dia sangat merindukanmu, jadi aku membawanya kemari”


Selena mencubit pipi gembul anaknya yang tengah tersenyum lebar, wajah inilah yang membuatnya merasa sedikit lebih baik. Wajah dari suaminya kini dimiliki oleh putranya. Wajah yang bisa membuat suasana hatinya sedikit lebih baik dan juga wajah yang mampu membuat emosinya tak terkendali.


“Bulan depan ulang tahun Ryu, Ryu mau hadiah apa dari Mama?”


“Papa! Ryu mau punya Papa!”


Ucapan Ryu langsung membuat semua orang yang berada disana terdiam seketika. Joe, Melissa, Merisa dan Azizah menatap sendu Selena serta Ryu, Selena masih begitu muda dan juga ke-3 anaknya membutuhkan sosok seorang Ayah disamping mereka. Mereka hanya bisa berharap semoga Selena mau menyampingkan egonya dan kembali mencari pria yang tepat.


“Apa kasih sayang Mama kepada Ryu kurang hingga Ryu mau Papa?” tanya Selena sembari membelai wajah rupawan putranya, menyingkrikan rambut-rambut yang membandel, untuk pertama kalinya…ia merasa tak snaggup menuruti kemauan putranya sendiri.


“Tidak…tapi Ryu iri dengan teman-teman Ryu yang punya Papa dan Mama. Jadi, bisakah Ryu punya Papa juga Mama?”


“Selena…” lirih Melissa serta Merisa.


“Iya, nanti Mama carikan Papa untuk Ryu ya. Sekarang bagaimana jika Ryu minum dulu? Ryu juga mau macaroon?”


“Mau mau! Ryu mau macaroon!”


Selena tersenyum dan membawa putranya untuk mengambil hidangan manis yang disediakan khusus untuk anak-anak, meskipun khusus untuk anak-anak tadi ia sudah mengambil beberapa untuk pengganjal perut.


“Ryu juga mau itu Mama!”


“Iya, Mama ambilkan”


“Haihhhhh…kira-kira siapa ya yang bisa meluluhkan hati Selena lagi?” ucap Merisa sedih, Selena seperti patung es sekarang… siapapun pria yang berniat mendekati Selena berakhir dengan 100% kegagalan.


“Pasti ada, sudah jangan khawatir. Selena pasti punya rencana sendiri untuk itu, dia adalah orang yang memikirkan segalanya dengan hati-hati”


Joe dan Alex saling memandang, Joe mengangkat gaunnya dan bergegas menghampiri Selena. Joe menepuk bahu Selena membuat Selena yang sedang mengambilkan makanan untuk Ryu langsung membalik badannya, Joe langsung memberikan bunganya kepada Selena membuat Selena syock bukan main.


“Ryu, Mama Ryu akan segera menikah. Ryu akan punya Papa sebentar lagi”


“Benarkah? Ibu Joe tidak bohong?”


“Ibu tidak bohong kepadamu”


“Dengan siapa sial*n?!!!” Selena berteriak menggunakan bahasa bibir kepada Joe, namun Joe hanya bisa tersenyum tidak jelas menanggapi hal itu.


“Yeyyyyy!! Ryu akan punya Papa!!!” ucap Ryu kesenangan sendiri.


Ryu mencium pipi Selena dan mengucapkan terima kasih membuat Selena pasrah hingga menghembuskan nafasnya. Putranya sudah berharap sampai seperti ini ya mau bagaimana lagi? Padahal ia belum mempunyai niatan untuk mencarikan Papa untuk anak-anaknya menggantikan suaminya.


“Ryu, Ryu bawa ini dulu ya. Nanti Mama menyusul, Ryu makan disana” ucap Selena menurunkan putranya, Ryu menganggukkan kepalanya dan membawa makanannya pergi.


Selena menghembuskan nafasnya dan menatap sengit Joe yang masih tersenyum.


“Jangan terus seperti ini Selena, kau masih muda…anak-anak juga membutuhkan sosok seorang Papa. Tolong buang egomu untuk saat ini”


“Aku tidak tau Joe, aku tak ingin memikirkannya. Yang terpenting untuk saat ini, aku tak ingin membahasnya dan aku ingin fokus kepada karirku dan anak-anak”


“Kau harus memikirkannya!”


“Lalu dengan siapa?! Meskipun aku mau mau dengan siapa aku menikah?! Aku tak ingin gagal lagi, Hans…Leo…aku tak ingin jatuh lagi Joe. Aku tak ingin…”


“Aku tau, tapi-”


“Hentikan Joe, aku tak ingin membahasnya lagi”


Selena pergi begitu saja meninggalkan Joe, Selena menghampiri putranya yang tengah sibuk dengan makanannnya.

__ADS_1


“Sayang, Mama pergi dulu. Nanti pulang dengan Papa Rey ya”


“Mama mau kemana? Ryu mau ikut…”


“Mama ada urusan sebentar, Rey…antarkan putraku pulang ke apartement nanti”


“Ok”


“Mama…Ryu ikut, Ryu ikut Mama”


“Ryu disini dulu, nanti saja pulangnya. Mama ada urusan, sebentar aja kok…”


“Apa Mama marah?”


“Kenapa Mama marah?” tanya Selena balik kepada putranya.


“Jika Mama marah karena Ryu minta Papa, Ryu tidak akan minta Papa. Tapi Mama jangan dengan Ryu, Ryu minta maaf”


Selena menatap sendu putranya yang tengah berkaca-kaca, siap untuk menangis…hah…punya mengemaskan begini bagaimana ia bisa marah?.


“Tidak, Mama tidak marah dengan Ryu. Tadi Ryu bilang ingin Papa kan? Mama carikan dulu ya sayang”


“Mama serius? Mama tidak marah?”


“Mama tidak marah, sudah…makanlah, Mama akan pergi”


Selena mencium kening putranya sebelum pergi dari acara pernikahan Joe sembari membawa bunga di tangannya. Haihhhh…mau cari Papa di mana? Adakah yang menjual seorang pria untuk dijadikan Papa untuk anak-anaknya?.


“Kerja bagus Ryu!” bisik Azizah.


“Iya dong, Ryu!” jawab Ryu sembari memberikan tos kepada Azizah, Merisa dan juga Melissa.


Ray, Rey, Aiden dan juga Said menepuk dahi mereka melihat kelakuan ke-3 wanita itu dan juga Ryu. Apa mereka pikir Selena tidak bisa menebak apa yang mereka rencanakan? Seorang wanita cerdik dengan wajah polos itu lebih berbahaya dari apapun.


Joe mendekati Ryu, berjongkok dihadapan anak laki-laki itu.


“Ibu?”


“Ryu, Ryu mau ketemu dengan Papa Ryu tidak?”


“Mau! Ryu mau ketemu Papa!” jawab anak itu dengan sangat antusias.


“Tapi Ryu harus sabar, karena Papa Ryu…sedang berada jauh disana”


“Benarkah? Kalau begitu Ryu akan minta Mama memindahkan sekolah Ryu kemari. Jadi Ryu tidak perlu ke Kanada lagi”


“Kau pikir Mamamu itu siapa? Memangnya dia mau mendengarkanmu jika membahas itu?” tanya Said mencubit gemas pipi Ryu.


“Mama sayang Ryu! Mama pasti mau menurutinya!” kesal Ryu.


“Said!! Lepaskan tangamu dari Ryu!” sinis Derrian.


Said langsung melepskan cubitannya dari pipi Ryu ketika mendengar suara dingin Derrian. Duh ia lupa jika pria itu sangat menyayangi Ryu.


“Bisa-bisanya kau menikah dan tidak mengundangku…kakak”


“Kau begitu sibuk, aku takut menganggumu…Eugene”


Eugene, pria itu hanya bisa tersenyum menangapi ucapan Alex. Sesibuk-sibuknya mana mungkin ia melewatkan hari penikahan kakaknya bersama mantan atasannya?.


“Kapan kau kembali Eugene?”


“Sampai kemarin malam, kakak ipar”


“Dengan siapa kau kemari? Sudah punya calon belum?”


“Oh, aku datang dengan kekasihku. Yuer, kemarilah…ini kakakku”


Seorang wanita mungil yang manis mendekati Eugene dan menulurkan tangannya membuat Joe langsung menjabat tangan itu menggantikan Alex. Ohhh…ternyata ini selera Eugene, dilihat dari sudut manapun memang kalah jauh dari Selena. Tapi baguslah, tak ada saingan lagi untuk kakaknya.


“Cepatlah pulang jika kau tak mau punya saingan lagi Daniel”


“Wahhh, anda begitu cantik Nona” puji wanita itu.


“Terima kasih atas pujiannya. Jadi, kapan kalian akan menikah?” tanya Joe, ia harap Eugene sesegera mungkin menikahi wanita ini. Jika Eugene melihat bagaimana Selena sekarang bisa-bisanya pria ini jatuh cinta lagi kepada Selena, dan itu akan membuat adanya saingan lagi untuk Daniel.


“Ibu!! Ryu mau macaroon lagi!”


Ryu berlari menghampiri Joe dan menunjukan piringnya yang sudah kosong. Eugene menatap tak percaya anak yang baru saja memanggil Joe ‘Ibu’ wahhhhh…ternyata kakaknya sudah tancap duluan. Anaknya bahkan sudah bisa berlari seperti ini.


Joe tersenyum dan menggendong Ryu lalu memberikan piring kosong itu kepada Alex agar diambilkan beberapa makanan manis lagi. Alex mengangguk dan pergi mengambilkan makanan untuk Ryu.


“Wah, siapa dia Ibu? Dia mirip dengan Papa Alex”


“Dia adik Papa Alex, panggil Paman Eugene”


“Hallo Paman, salam kenal!”


“Hallo, wahhhh anak yang begitu manis Nona…” ucap Eugene.


“Tentu saja, gen Ibu dan ayahnya begitu baik”


“Hahahaha, tapi kenapa tidak ada mirip-miripnya dengan Alex?” tanya Eugene, bahkan dengan Joe pun tidak.


“Ya, karena ini bukan anakku”


“Hah?! Lalu anak siapa?!”


“Anak Selena, tampan bukan? Mama dan Papanya sangat good looking, tentu itu menurun kepada anaknya”


Degh!!


Eugene seketika terdiam, Joe bilang apa? Anak Selena? Selena sudah punya anak?! Apakah ini anak dari Hans? Tapi…kenapa tidak mirip dengan Hans maupun Selena?. Joe pasti bercanda, nama Selena bukan dimiliki satu orang bukan?.

__ADS_1


“Iya! Mamaku sangat cantik, Ryu ingin menikahi Mama saat besar nanti”


“Hahahaha, kau tidak bisa melakukannya sayang”


“Ryu tidak mau tau, Ryu mau menikahi Mama jika sudah besar nanti”


“Joe! Aku kehilangan dompetku, apa kau menemukannya?” Sebuah suara langsung membekukan Eugene di tempatnya. Ia familiar dengan suara ini, tapi suara ini sedikit berbeda…suara yang jauh lebih dingin dari terakhir kali ia mendengarnya.


“Oh, apa ini punyamu Selena? Tertinggal di meja tadi” ucap Alex yang tiba-tiba datang membawa makanan serta dompet Selena.


Selena mengambil dompetnya lalu menghembuskan nafas lega, ya tuhan…nyawanya hampir melayang tadi saat menyadari bahwa dompetnya telah hilang, tidak ada yang spesial di dalam dompet ini. Hanya saja dompet ini bukan miliknya, kalau hilang mau cari ganti di mana.


“Hm? Kau…Eugene?”


Selena menghampiri Eugene dan menepuk bahu pria itu. Ah! benar, pria ini Eugene…sudah lama ia tidak bertemu Eugene. Sudah 4 tahun lebih? Mungkin?.


“A-ah Selena…” gugup Eugene, pria itu menatap Selena dari atas sampai bawah. Wahhhhh…benarkah ini Selena? Gadis yang dulu begitu polos kini berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan elegan.


“Lama tidak bertemu Eugene, ini…pacarmu ya?”


“I-iya, Yuer…ini Selena”


Selena hanya tersenyum ketika wanita didepannya itu mengulurkan tangannya, ia sudah tidak menyukai berjabat tangan sekarang. Jika ada Tuan X atau Rafindra bisanya mereka berdua yang menggantikannya menjabat tangan seseorang.


Yuer, wanita itu menarik kembali tangannya yang tak mendapat respon baik dari Selena.


“Saya mendengar banyak tentang anda dari Eugene, setelah melihatnya sendiri…anda jauh dari yang Eugene katakan” ucap Yuer sembari tersenyum.


“Hn, aku pergi dulu ya masih ada urusan. Have fun” Selena pergi begitu saja setelah mengatakan kalimatnya


Selena mengemudikan mobil sportsnya menuju bar ternama di kota Australia ini, saat sampai di bar tersebut Boss dari bar itu langsung mengusir semua pelanggannya karena jika tidak diusir akan dibunuh oleh pelanggan VVIPnya ini.


“Ada apa? Tumben kau kemari, Selena. Mau minum apa?”


“Tuangkan Wiskey untukku”


Pria itu langsung berdiri dan mengambil wiskey yang ia simpan khusus untuk tamu VVIPnya ini.


“Tumben kemari sendirian, di mana Rafindra?”


“Sedang ada urusan, Yokai…menurutmu, apa aku harus menikah lagi?”


Pria itu langsung tersentak kaget mendengar ucapan Selena. Apa akhirnya Selena mau membuka hatinya untuk mencari suami baru?! Jika begitu…ia bisa mencalonkan diri sebelum didahului lagi oleh Mafia sial*n itu.


“Tentu saja, anakmu masih kecil…mereka butuh sosok seorang Ayah untuk mereka”


“Tapi banyak yang menyayangi mereka, apalagi sahabat-sahabatku sudah mengganggap mereka sebagai anak sendiri”


“Tapi mereka punya keluarga, kau harus menikah dan memberikan kasih sayang yang cukup untuk anak-anak. Dan jika kau mau…aku…”


Selena hanya diam mendengar ucapan pria itu, shit…apa tidak ada yang menyarankannya untuk membeli pria untuk dijadikan sebagai Papa untuk anak-anaknya?! Ia tak butuh suami! Ia tak ingin merasa kehilangan lagi! Bodo amat! Kenapa ia harus peduli dengan permintaan anaknya?! Menyusahkan saja!.


***********


Selena membuka matanya dengan perlahan, ahhhhhh sial*n…kepalanya sakit sekali…ia terlalu banyak minum wiskey kemarin. ia minum 8 botol sendirian, dan akhirnya tepar di botol yang ke-9. Untunglah Rafindra membawanya pulang, jika tidak Tuan muda Yokana itu bisa macam-macam dengannya.


“Selamat pagi Mama!!!”


Selena langsung duduk dengan terkejut lalu menatap putranya yang tengah tersenyum di tempat tidurnya dengan wajah bantalnya. Ahhhh…lagi-lagi wajah suaminya, jika putranya memiliki wajah seperti ini bagaimana bisa ia melupakan suaminya Leo? Apa yang sudah dilakukan suaminya hingga anaknya sangat mirip dengan suaminya bahkan sampai sifat sekaligus kebiasannya.


“Ryu tidur disini semalam?”


“Iya! Mama peluk Ryu! Rasanya hangat sekali!”


“Mandilah, Mama akan siapkan sarapan”


“Iya! Ryu akan mandi! Besok Ryu boleh tidur dengan Mama lagi?”


“Tentu saja”


“Yeyyyyy!!”


Selena tersenyum tipis melihat anaknya yang begitu senang berlari kedalam kamar mandi, jika dipikir wajar jika Ryu sesenang itu. Ia hanya punya waktu di pagi hari, disaat siang ia harus bekerja diperusahaan sedangkan dimalam hari ia harus berada di kamp militer. Ryu pasti akan tidur dengan pengasuhnya saat ia tidak ada atau tidur dengan kedua kakaknya.


Tok tok tok…


“Masuk”


“Nona…”


“Ada apa Paman Raf?”


“Tuan muda pertama dan Nona muda pertama akan tiba dibandara dalam 2 jam Nona”


“APA?! Leon dan Ivy juga pulang?!” ucap Selena berjingkat kaget. Duh duh duh!! Kenapa mereka berdua juga ikut pulang?!! Kepalanya bisa pecah lagi jika sampai Leon dan Ryu bertengkar!.


Selena segera turun dari tempat tidurnya dan berlari keluar dari kamar dan masuk kedalam kamar mandi lain. Ia tak punya persiapan untuk ini!!.


Setelah selesai membersihkan diri begitupun dengan Ryu Selena langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan. Di apartementnya ini, tidak ada penjaga, tidak ada maid dan tidak ada sekretarisnya. Jadi semuanya ia kerjakan sendiri.


“Sayang, maaf…Mama hanya bisa menyiapkan ini. Makan sandwichnya, setelah ini Mama ajak Ryu untuk jemput kakak kembar”


“Kakak pulang?!”


“Iya, jadi nanti kita makan bersama. Ayo cepat, 1 jam lagi mereka akan sampai di bandara”


Ryu mengangguk dan memakan makanannya, Selena menuang susu pada serealnya dan segera memakannya. Setelahnya langsung bersiap untuk menuju bandara.


Selena menatap bandara yang begitu dijaga ketat, sepetirnya Rafindra tidak bohong. Anak kembarnya pulang kemari hari ini, bisanya mereka pulang ke Korea kenapa hari ini malah pulang ke Australia?!.


.


.

__ADS_1


__ADS_2