Our Last Love

Our Last Love
Chapter 85 : Wedding day!


__ADS_3

.


.


.


Selena bersandar di dada bidang suaminya karena kelelahan meladeni kemauan sang empu. Leo tersenyum dan mengecup puncak kepala istrinya, istrinya kelelahan. Namun masih tetap meladeni keinginannya.


“Terima kasih…”


“Dear…aku haus”


“Akan kuambilkan minum, sebentar ya…”


Leo memakai bathrobe dan keluar dari kamar mengambilkan air minum untuk istrinya, beberapa saat kemudian ia kembali dan memberikan segelas air putih kepada istrinya.


Selena meneguk air itu hingga setengah, ia menepuk tempat tidur meminta Leo untuk kembali duduk disampingnya. Leo duduk di samping Selena, ia mengambil ponselnya dan menunjukan beberapa foto gaun pengantin.


“Pilihlah…”


Mata Selena berbinar melihat foto-foto gaun pengantin yang benar-benar cantik. Jika gaunnya seperti ini ia akan menikah berulang kali dengan Leo.


“Yang ini bagus, bagaimana?”


“Terserahmu, kau tau bagaimana seleraku” jawab Leo mencium pipi istrinya.


Selena tersenyum senang mendengar jawaban Leo, percaya atau tidak. Ia dan Leo tak pernah menjalani hubungan yang dinamakan ‘ Pacaran ’. Ia sudah belasan tahun bersama dengan Leo, dan dari hubungan yang begitu panjang itu. Leo tak pernah menolak untuk membiarkannya memilih apa yang ia inginkan. Apapun yang ia pilih, pasti Leo menyetujuinya.


Leo memeluk erat tubuh telanjang istrinya, tiba-tiba ia terpikirkan oleh surat wasiat yang ditinggalkan Tuan dan Nyonya Alexandra. Sampai saat ini, ia belum berani membuka surat wasiat itu tanpa sepengetahuan istrinya. Tapi jika tidak segera dibuka, maka selamanya tidak akan ada yang pernah tau apa isinya.


“Sayang, perihal surat wasiat…” ucap Leo.


Selena mendongkakkan kepalanya seketika mendengar ucapan suaminya. Apa suaminya ingin tau surat wasiat yang ditinggalkan Papa dan Mamanya?.


“Kenapa?”


“Kita harus segera tau apa isinya, sebelum orang lain yang mengetahuinya”


“Hmmm…aku tau…tapi kupikir-pikir dulu ya sayang” jawab Selena sembari mengecup rahang Leo.


Leo tersenyum dan menganggukkan kepalanya, bagaimanapun ia tak bisa memaksa istrinya jika istrinya tidak menyetujui ucapannya.


“Nanti setelah upacara pernikahan, kita ke makam Papa Mama ya…kau pasti merindukan mereka”


“Iya, aku benar-benar merindukan mereka”


Leo mengecup lama puncak kepala istrinya sebelum memutuskan untuk tidur bersama.


.

__ADS_1


.


.


At Kyoto – Jepang, 07.00 PM!


Leo menggendong istrinya yang masih terlelap keluar dari pesawat pribadinya. Hari ini, istrinya kembali tak ingat apa yang mereka lakukan kemarin malam. Sepertinya ia harus mencari Bei dan membicarakan hal ini secepatnya, setelah kembali dari makam ia akan langsung bicara dengan Bei.


Selena dengan perlahan membuka matanya, hah?! Ia sudah tidur berapa lama?! Kenapa sudah sampai bandara saja?!.


“Jika masih mengantuk tidurlah lagi, masih ada 1 jam untuk sampai ke tempat pernikahan” ucap Leo sembari mencium dahi istrinya.


“Aku terlalu banyak tidur Dear…” ucap Selena.


“Hahaha…baiklah baiklah”


Leo masuk kedalam mobil, saat sudah sampai didepan sebuah kastil mewah Leo membawa istrinya masuk. Saat di dalam kastil tersebut, Selena langsung dibawa oleh beberapa wanita kesebuah ruangan untuk dirias begitupun dengan Leo yang diseret Daniel masuk kedalam ruang ganti.



Mata Selena berbinar melihat sebuah gaun pengantin yang berada di tengah-tengah ruangan. Ini adalah gaun pengantin yang ia pilih kemarin dan sekarang sudah jadi?!. Dan aksesoris ini!?.




“Nyonya, mari kami bantu untuk menganti baju”


Wanita-wanjita itu tersenyum dan membantu Selena untuk memakai gaun, Selena terkejut mendapati gaun itu benar-benar pas dengan ukuran tubuhnya. Apa Leo sudah menyiapkan ini semua jauh-jauh hari?.


Selena menghembuskan nafasnya mencoba untuk menghilangkan rasa gugupnya, para pelayan tersenyum lucu melihat kegugupan Selena. Mereka memakaikan kalung dan sepatu setelah itu mengantar Selena keluar dari ruangan.


Deon dengan pakaian Jenderalnya tak berkedip sama sekali melihat keponakan kecilnya yang memakai gaun pengantin. Andai kakaknya ada disini, dia pasti senang melihat putrinya yang sudah dewasa dan siap untuk menikah.


“Sudah siap?”


“Aku gugup Paman”


“Paman ada disini, jangan takut…”


Selena kembali menghembuskan nafasnya, ia memeluk lengan Deon dan menuju altar pernikahan. Para tamu undangan langsung berdiri dari tempat duduk mereka melihat pengantin wanita yang sudah datang. Leo tersenyum lembut melihat Selena yang memakai gaun pengantin, istrinya benar-benar cantik.



“Leo, aku memberikan keponakanku kepadamu. Jaga dia, lindungi dia sebaik mungkin, dan jangan membuatnya menangis. Disini, aku mengantikan Ruvelis sebagai orang yang mengantarkan anaknya kepada pria yang dicintainya”


Leo menganggukkan kepalanya, Leo dan Selena tersenyum lembut kearah satu sama lain. Selena memeluk lengan Leo dan berjalan di altar dan berhenti di depan pastur.


Sebuah kain hitam dibelakang pastur di tarik membuat sebuah lukisan besar terlihat. Air mata Selena langsung luruh melihat lukisan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Pasturpun mengucapkan janji pernikahan.


“Saya bersedia” jawab Leo.


Pastur kembali mengucapkan janji pernikahan.


“Saya bersedia” jawab Selena.


“Dengan ini, kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Dipersilahkan untuk mempelai bertukar cincin”


Emerland berdiri dari tempat duduknya dan memberikan kotak cincin kepada Leo. Leo memasangkan cincin di jari manis istrinya begitupun Selena yang memasangkan cincin di jari manis suaminya.


“Kalian boleh berciuman sekarang”


Leo tersenyum, ia membuka veil yang menutupi wajah istrinya, ia membelai lembut pipi Selena dan mencium lembut bibir mungil istrinya.


Semua tamu berdiri dan bertepuk tangan melihat itu, para Alexandra menteskan air mata mereka. Gadis yang sudah mereka rawat sejak kecil seperti putri mereka sendiri sekarang sudah menjadi seorang istri. Waktu benar-benar berlalu dengan cepat.


Leo melepaskan ciumannya, ia menatap bucket bunga ditangan istrinya. Ia membisikan sesuatu membuat Selena langsung menatap para tamu undangan yang sudah bersiap untuk menangkap bucket bunga kecuali para Alexandra dan keluarga Jasson. Kenapa suaminya memintanya melakukan ini?.


Leo mengedipkan sebelah matanya, ia tak jadi mengundang keluarga saja. Ia juga mengundang beberapa Tuan dan Nona dari kalangan atas untuk hadir di pernikahannya.


Selena membalik badannya semua tamu langsung mengambil ancang-ancang melihat itu. Namun saat hendak melemparkan bucket bunga itu Selena mengangkat gaunnya dan berlari dan memberikan bucket bunga itu kepada Daniel. Daniel menerima bucket bunga itu dengan keterkejutan yang luar biasa, kenapa Selena memberikan ini kepadanya?!.


Mata Daniel menatap Leo yang hanya tersenyum, apa maksud senyuman pria itu?.


“Hahahaha!! Itu berarti kau akan menyusul menikah sebentar lagi” ucap Joe sembari tertawa terbahak-bahak.


“APA?! Aku tidak mau!!” ucap Daniel berjingkat kaget membuat para tamu undangan tertawa.


Selena tertawa setelah itu kembali ke samping Leo, Leo memeluk erat pinggang ramping istrinya sembari mengecup puncak kepala istrinya.


“Terima kasih sudah mau menjadi istriku…”


“Leo…”


“Ya sayang?”


“Aku ingin buang air kecil…”


“A-apa?!”


Leo langsung menggendong Selena keruang ganti dan membantu istrinya melepaskan gaun pengantin agar bisa masuk ke kamar mandi. Leo tersenyum lucu sembari menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.


“Ack!!!”


“!”


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2