Our Last Love

Our Last Love
Chapter 80 : Isi dari Kontrak Perjanjian


__ADS_3

.


.


.


Para bodyguard menahan Leo agar tidak menendang meja dan kursi lagi. Wajah Leo pias mengetahui isi perjanjian Jennifer dan Hans. Kurang ajar!!! Beraninya pria itu melakukan hal ini kepada keluarganya!!!.


Isi perjanjian


Pihak pertama : Dederick Hans Georgino


Pihak kedua : Jennifer Yunki Maria Leonardo.


1. Pihak pertama akan memberikan uang sebesar US$ 50 miliar kepada pihak kedua sebagai alat penukaran dengan saudari Selena Yunki Leonardo.


2. Pihak kedua tidak diperbolehkan menemui saudari Selena selama masa kontrak berlaku.


3. Pihak pertama boleh melakukan apa saja kepada saudari Selena tanpa adanya pembatasan apapun.


4. Pihak kedua tidak boleh membicarakan masalah perjanjian dengan pihak kedua selama pihak kedua tidak mengungkitnya.


5. Pihak pertama akan menjamin kehidupan pihak kedua selama tidak melanggar kontrak.


6. Pihak kedua tidak boleh memberitau siapapun mengenai isi dari kontrak perjanjian termasuk kepada saudari Selena.


7. Pihak pertama boleh mengambil tindakan jika merasa pihak kedua melanggar isi kontrak.


8. Pihak kedua akan dihukum mati jika berani melanggar ketentuan kontrak yang berlaku.


9. Dan jika pihak kedua menolak surat perjanjian ini, maka pihak pertama akan secara paksa mengambil saudari Selena dan bisa melakukan apapun kepada saudari. Dan pihak kedua, tidak mempunyai hak mencegah pihak pertama melakukannya.


Surat perjanjian akan berlaku hingga kontrak pernikahan antara saudara Hans dan saudari Selena telah habis yaitu dengan jangka waktu 1 tahun.


Leo kembali menendang kursi hingga terpental beberapa meter. Geram…ia benar-benar geram, gila! Hans benar-benar sudah gila!! Pantas Jennifer tak bisa menolak memberikan kekasihnya kepada Hans! Jika Jennifer menolaknya saat itu, maka Hans bisa saja membunuh Jennifer dan membuat hidup Selena semakin menderita. Kurang ajar!!.


“Tenangkan dirimu Leo” dingin Daniel.


“Setelah membaca ini kau berharap aku bisa tenang?!”


“Ini bukan point terpenting untuk sekarang Leo!! Jika isi kontrak perjanjian Hans dan Jennifer saja seperti ini apalagi isi kontrak pernikahan Hans dan Selena! Pikirkan itu Leo! Jangan terbawa emosi!”


Leo memukul dinding dengan keras membuat retakan terjadi. Sial*n! Surat perjanjian itu benar-benar bisa membuatnya lost control seperti ini. Beruntung istrinya tidak ada disini dan melihat kemarahannya.


“Hubunggi Sekretarisku, minta dia mencari tau di mana keberadaan salinan kontrak pernikahan istriku” ucap Leo kepada bodyguardnya.


“I-istri?” ucap Daniel kaget.


“Ya, aku dan Dear sudah menikah. Aku mengurus berkas-berkasnya kemarin, secepatnya kami akan mengadakan upacara pernikahan”


“Aku turut senang mendengarnya” ucap Daniel tersenyum meskipun hatinya terasa seperti ditikam oleh belati tumpul.


Leo menatap raut wajah Daniel, ia tau Daniel pasti sakit hati mengetahui ini. Tapi ia berjanji, rasa sakit itu akan segera terbayarkan. Ia berharap Daniel bisa sabar menanti.


Daniel berdiri dari tempat duduknya, ia menepuk bahu Leo beberapa kali sembari tersenyum.


“Jaga Selena, jangan menyakitinya”


“Ya…aku akan menjaga milikku dengan baik”


“Jika kau perlu sesuatu, jangan ragu mengatakannya kepadaku”

__ADS_1


Leo mencekal tangan Daniel membuat langkah pria itu terhenti.


“Kuharap kau tak membenci Dear kedepannya…Daniel…”


“Untuk apa aku membenci wanita yang kucintai?”


Leo tersenyum mendengar ucapan Daniel. Pria ini benar-benar…menjadi saingan terberatnya.


“Kudengar, sebentar lagi kau akan berada di kemiliteran selama 3 tahun ya” ucap Daniel.


“Ternyata kau tau itu, padahal aku sudah meminta Jenderal besar merahasiakannya”


“Leo, aku tak bermaksud apa-apa. Tapi…kau harus segera mempunyai seorang keturunan bersama Selena. Keluarga Iskandar dan Alexandra juga membutuhkan pewaris mereka yang selanjutnya. Apa kau rela, pewaris pertama keluarga Alexandra adalah anak Hans?”


“Kau tenang saja, aku akan segera mempunyai seorang malaikat”


Daniel tersenyum, ia tak boleh egois. Meskipun ia mencintai Selena, ia harus tetap memperhatikan masalah keturunan Selena dan Leo. Keluarga Iskandar dan keluarga Alexandra harus mempunyai pewaris mereka laki-laki atau perempuan.


“Dan kau akan membantuku”


“APA?!!”


*


Selena menatap telfonnya yang berdering, nomor asing. Siapa yang menelfonnya?. Tanpa rasa ragu ia segera mengangkat telfon itu.


“Nyonya muda…”


“Assistant Gerry?”


“Ya, ini saya Nyonya…”


“Ada apa? Kenapa menelfonku?”


“Ada apa?”


“Tuan muda sudah sadarkan diri, tapi beliau menolak meminum atau memakan apapun Nyonya. Tolong anda kemari membujuk beliau agar beliau mau meminum obatnya”


Selena menggigit bibir bawahnya, ia tak boleh egois. Hans masih menjadi suaminya, sudah tugasnya untuk merawat suaminya.


“Akan ku usahakan”


“Terima kasih…terima kasih Nyonya”


Tut…


Louis yang mendengar pembicaraan keponakannya di telfon tersenyum dan menganggukkan kepalanya sembari mencium lembut pipi keponakannya.


“Izin dulu dengan Leo”


Selena menganggukkan kepalanya dan menelfon suaminya.


“Ya sayang?”


“Leo, boleh aku kerumah sakit?”


“Hm? Rumah sakit? Menjenguk Hans?”


“I-iya, Assistant Gerry menelfonku. Hans sudah sadar, tapi dia tidak mau meminum obatnya”


“Hmmmmm aku cemburu lohhh…”

__ADS_1


“Hgh? Ahhhh, pantas saja di dapur tercium bau cuka, ada yang cemburu ternyata…”


“Hmmmm, pergilah. Tapi jangan lama-lama ya, ingat…kau tidak boleh kelelahan. Dan sayang…maaf ya, hari aku tidak bisa pulang. Aku sedang bersama Daniel mengerjakan tugas”


“Huh? Jadi siapa yang akan memelukku malam ini?”


“Peluk bantal dulu saja ya sayang, yang penting jangan peluk Louis! Kau akan sesak nafas nanti!”


“Iya-iya, aku tidak akan memeluk istrimu” jawab Louis.


“Sayang, besok pulang kubelikan mobil ya. Nanti kuajari menyetir, aku kasihan jika kau terus naik taxi untuk ke kampus”


“Hmmmmm nanti kalau menabrak pohon lagi bagaimana?”


“Tenang, nanti untuk belajar kupinjamkan mobil president. Dijamin aman”


“Memang kau berani?” tanya Selena sembari tertawa mendengar ucapan suaminya.


“Hm? Nanti aku bilang, istri tercintaku ingin belajar mengendarai mobil president”


“Lalu jika beliau menolak?”


“Kucuri lah mobilnya”


“Hahahaha!! Sudah Leo…jangan bercanda lagi”


“Aku suka mendengar tawamu, sayang…sebentar lagi pesawat take off. Kumatikan ya telfonnya”


“Iya”


“Bye…I love you”


“Me too”


Tut…


Selena memasukkan ponselnya kedalam tas dan keluar dari rumah Lonza dan masuk kedalam mobil yang disiapkan Jeff untuknya pergi.


“Mau kemana Selena????” tanya Deon.


“Menemani suami pertamanya” jawab Louis.


“Pftttt!” Bei langsung sontak menahan tawanya yang hampir keluar.


#


Selena keluar dari mobilnya dan langsung menuju ruangan Alex untuk bertanya di mana keberadaan suaminya. Saat sudah tau di mana keberadaan suaminya Selena segera menuju lantai VVIP no 2 tempat suaminya dirawat. Saat sampai di lantai itu semua mata langsung tertuju kepadanya.


Selena tak menghiraukan tatapan-tatapan itu, ia masuk kedalam ruangan suaminya dan menatap suaminya yang tengah tertidur lelap.


Dengan perlahan, tangan Selena membelai lembut pipi Hans membuat pria itu membuka matanya dengan perlahan. Hans menatap istrinya dengan sayu, benarkah istrinya datang menjenguknya?.


“Selena…ini kau sayang?”


“Hans…kenapa tidak mau makan? Kau harus minum obat…”


“Aku…menunggumu…” lirih Hans.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2